Masa pandemi yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia, ini mengakibatkan semua aktivitas manusia hampir lumpuh dikarenakan program Physical distancing yang dicanangkan pemerintah demi menekan angka penyebaran COVID-19 yang kian hari makin meningkat.


Tetapi hal ini tidak menghambat semangat GBC Indonesia untuk berbagi pengetahuan kepada semua pihak pemangku kepentingan di industri bangunan, terlebih lagi masyarakat secara luas yang memerlukan pengetahuan lebih lanjut mengenai bagaimana membanguna bangunan yang lebih ramah lingkungan. GBC Indonesia membuat alternatif event lain yaitu event virtual (webinar) yang diselenggarakan secara online dengan mengundang beberapa narasumber yang ahli di bidangnya dengan pemaparan materi serta sesi tanya jawab kepada audience di akhir acara.Continue reading

Knowledge Sharing

Decarbonization: Green Building #ClimateAction to Reverse Climate Change

12 Februari 2020 – Event Knowledge Sharing GBC Indonesia pertama di tahun 2020, sukses dilaksanakan. Bertempat di Multifunction Hall TOTO Building, knowledge sharing kali ini mengambil tema Decarbonization: Green Building #ClimateAction to Reverse Climate Change. Tema ini diambil dalam rangka menyoroti semakin besarnya dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim secara global yang bisa dirasakan dengan munculnya berbagai fenomena cuaca ekstrim seperti di Indonesia dan Australia.

Indonesia beberapa bulan belakangan dilanda curah hujan yang cukup tinggi hingga menyebabkan banjir di banyak titik, seperti di Jabodetabek. Berbanding terbalik dengan Indonesia, di Australia justru terjadi kebakaran hutan terbesar dalam sejarah dunia yang menyebabkan banyak kerugian, terutama matinya jutaan binatang dari spesies asli Australia. Dekarbonisasi menjadi solusi yang diangkat untuk bisa mengurangi dampak dari perubahan iklim yang semakin besar. Selain itu, langkah ekstrim seperti dekarbonisasi dari seluruh sektor juga sangat diperlukan untuk bisa membatasi kenaikan suhu sebesar 1.5°C pada tahun 2030, seperti yang dicanangkan pada Paris Agreement tahun 2016 lalu.

Pada knowledge sharing kali ini, ada konsep berbeda yang dibawakan oleh GBC Indonesia. Kalau biasanya kami menghadirkan pembicara langsung di tempat acara, kali ini kami menghadirkan 3 pembicara dari berbagai penjuru dunia dengan terhubung melalui video conference. Pembicara pertama adalah Peter Graham, executive director dari GBPN terhubung langsung dari Australia. Pembicara kedua, Bapak Rizaldi Boer, Direktur CCROM-SEAP IPB, terhubung langsung dari Bogor. Pembicara ketiga, Victoria Kate Burrows, Director Advancing Net Zero World Green Building Council, terhubung langsung dari Inggris. Satu-satunya pembicara yang hadir pada acara ini adalah bapak Iwan Prijanto, Chairperson Green Building Council Indonesia.

Pada acara ini juga, ada pemaparan dari Ibu Ria Marfiana, Professional Brand and Sustainability Manager, PT. ICI Paints Indonesia sebagai salah satu pendukung acara. Konsep video conference ini adalah salah satu inovasi yang dibawa oleh GBC Indonesia untuk bisa meningkatkan kualitas konten yang disajikan, dengan menghadirkan pembicara-pembicara ahli dari luar dan dalam negeri, sekaligus mengurangi potensi jejak karbon yang dapat timbul jika pembicara didatangkan dari tempat asalnya.

Pada kesempatan ini, GBC Indonesia meresmikan kolaborasi dengan GBPN dalam program dekarbonisasi sektor bangunan di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pergerakan bangunan hijau khususnya net zero building di Indonesia akan tumbuh secara eksponensial sehingga terjadi pengurangan emisi karbon yang dihasilkan oleh bangunan di Indonesia. Detail dari kerjasama ini bisa dilihat di artikel berikut https://www.gbpn.org/newsroom/news-gbpn-collaborate-green-building-council-indonesia.

Knowledge sharing adalah acara rutin yang diselenggarakan oleh GBC Indonesia sebagai ajang memberikan wawasan terbaru dalam dunia green building sekaligus kesempatan yang baik untuk mengembangkan jaringan professional. Pantau terus sosial media GBC Indonesia untuk update terbaru mengenai acara knowledge sharing berikutnya.

 

12 Februari 2020 – Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) bekerjasama dengan Global Building Performance Network (GBPN) meluncurkan kerjasama dalam usaha dekarbonisasi sektor bangunan di Indonesia. Kolaborasi ini akan mendukung komitmen GBC Indonesia pada program World Green Building Council yaitu Advancing Net Zero yang menargetkan seluruh bangunan baru di dunia akan beroperasi pada tingkat Net Zero pada tahun 2030 dan seluruh bangunan di dunia akan beroperasi pada tingkat Net Zero pada tahun 2050.

Kolaborasi GBC Indonesia dan GBPN akan melahirkan beberapa program yang akan membantu pemerintah dan juga sektor swasta untuk mewujudkan bangunan yang beroperasi Net Zero, diantaranya penyusunan strategi dan kerangka kerja untuk implementasi bangunan net zero di sektor pemerintah dan swasta, penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang mengacu pada spesifikasi rendah karbon pada proses pengadaan barang dan jasa bagi program pengembangan perumahan, program revitalisasi sekolah, dan pengembangan kampus di DKI Jakarta. Disamping itu juga akan dilaksanakan pelatihan bagi para professional dan aparatur sipil negara, selain juga program kampanye bagi masyarakat luas. Ada beberapa pilot project yang akan menjadi percontohan untuk menjadi bangunan net zero di Indonesia.

Hal ini sangat penting karena GBC Indonesia telah menandatangani komitmen pada program Advancing Net Zero yang meliputi 5 aksi komitmen diantaranya, Net Zero Certification Program, Net Zero Training, Government Engagement, Corporate Engagement, dan Young Generation Education. Dengan adanya kerjasama antara GBC Indonesia dan GBPN, diharapkan akan terjadi akselerasi bagi program dekarbonisasi sektor bangunan di Indonesia.

Saat ini sektor bangunan merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca terbesar dengan persentase sebesar 39% secara global. Sementara Indonesia pada tahun 2015 merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar ke-4 di seluruh dunia. Dengan komitmen Indonesia yang tertuang pada Intended Nationally Determined Contribution pada COP22 untuk mengurangi emisi sebesar 29% dengan usaha sendiri atau 41% dengan bantuan dari dunia internasional pada 2030, langkah strategis dan besar harus dilaksanakan sesegera mungkin dan sebaik mungkin. Dekarbonisasi adalah satu langkah strategis untuk dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Jakarta, 24 September 2019 – Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) selalu berupaya memberikan inovasi untuk bisa lebih menjangkau banyak pihak dalam rangka meningkatkan kesadaran akan keberlanjutan bumi melalui gerakan green building di Indonesia. Kali ini dengan mengusung tema #BuildingLife, yang juga merupakan tema World Green Building Week 2019 dari World Green Building Council, GBC Indonesia menyelenggarakan GBCIdeas 2019 pada hari Selasa, 24 September 2019 di Rumah Kreasi CGV fx Sudirman.

Berbeda dengan konsep seminar sebelumnya yang pernah diselenggarakan oleh GBC Indonesia, GBCIdeas menampilkan para pembicara yang sebelumnya telah memasukkan idenya di seputar daur hidup bangunan untuk memberikan gagasan, desain, atau prototip bagaimana bangunan dapat menurunkan emisi karbon yang dihasilkan dan memberikan dampak yang positif kepada lingkungan. Mereka yang telah memberikan idenya akan mendapat titel Idea Contributor, dan dapat datang dari semua kalangan tanpa dibatasi.Continue reading

Jakarta, 24 September 2019 – Sesuai dengan Deklarasi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB), maka Indonesia bersama 193 negara harus berperan aktif dalam melalui rencana aksi People, Planet, and Prosperity serta penguatan perdamaian universal. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) yang terdiri atas 17 tujuan dan 169 target yang terukur dilaksanakan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian TPB/SDGs.

Green Building atau Bangunan Hijau berkontribusi pada 9 tujuan, yaitu Tujuan 3 Kehidupan sehat dan sejahtera, Tujuan 7 Energi bersih dan terjangkau, Tujuan 8 Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, Tujuan 9 Industri, inovasi dan infrastruktur, Tujuan 11 Kota dan pemukiman yang berkelanjutan, Tujuan 12 Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, Tujuan 13 Penanganan perubahan iklim, Tujuan 15 Ekosistem daratan, Tujuan 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan.

“Oleh karena itu, Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) yang berdiri dan berkarya sejak tahun 2009, bekerja sama dengan PT SUCOFINDO (Persero) sebagai perusahaan BUMN di bidang jasa Pengujian, Inspeksi, Sertifikasi, Konsultansi, dan Pelatihan dalam misi mentransformasi pasar bangunan hijau di Indonesia.” kata Ketua Umum GBC Indonesia Iwan Prijanto.

Selanjutnya, Iwan Prijanto menyampaikan bahwa tujuan akhir transformasi pasar bukanlah sekedar pencapaian poin penilaian green building, melainkan adanya perubahan nyata dalam menjalankan proses bisnis di sektor bangunan dan konstruksi, perubahan gaya hidup masyarakat dan konsumen pengguna bangunan. Salah satu perubahan nyata yang penting yang bisa terukur adalah upaya mereduksi emisi gas rumah kaca serendah mungkin. GBC Indonesia membangun sistem rating yang membuat upaya transformasi perilaku ke arah yang lebih berkelanjutan tersebut menjadi terukur dan bisa dikelola. Continue reading