Sudah Saatnya Kita Beralih Pada Konsep Green

[propertimedia.com] Jakarta – Bangunan merupakan salah satu penyumbang terbesar emisi CO2, yakni 33% dari keseluruhan emisi. Sehingga bangunan menjadi faktor penting atas percepatan pemanasan global di dunia. Atas dasar ini mengapa GBCI (Green Building Council Indonesia) berdiri untuk mengingatkan agar bersama-sama menahan laju perubahan iklim dan memperbaiki kerusakan alam yang telah terjadi dengan jalan menyosialisasikan konsep green building sebenarnya di Indonesia.

Dengan keseriusannya, GBCI telah menyiapkan program-program yang intens. Dan GBCI ini secara resmi mewakili World Green Building Council (WGBC) di Indonesia untuk mengawasi dan mengamati laju bangunan agar tidak mempercepat perubahan iklim.

Salah satu keseriusan dari GBCI tersebut ialah melakukan Business Forum, yaitu forum diskusi yang mengangkat isu-isu go green dan penerapannya pada masyarakat. Acara semacam ini sudah kali kedua dilakukan, dan akan diadakan secara rutin tiap bulannya.

Diskusi yang berjudul ‘Invasion Green Territory’ digelar pada hari selasa (02/06) di Hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan ini mengangkat kesegeraan membiasakan konsep-konsep go green di masyarakat, terutama pada tata bangun ruang di Indonesia. Bintang Nugraha Deputy of Organizations & Special Events Green Building Council Indonesia (GBCI) menyatakan meski kami organisasi non-government tetapi beberapa instansi pemerintah mendukung penuh.

“Instansi pemerintah seperti dinas PU dan Lingkungan Hidup senang sekali bisa berbagi di sini sebagai pembicara, dengan harapan seluruh aspek masyarakat untuk siap hidup green karena tidak ada kata cepat/lampau atau bahkan mau tidak mau untuk green. Kalau kita (Indonesia –Red) siap dikemudian hari Indonesia akan menjadi salah satu teritori hijau di dunia,” jabarnya.

Acara tersebut menghadirkan Nining Adiwoso – Chairperson GBCI, Endy Subijono – IAI, Yennel S. Suzia – Ketua Project Management Unit (PMU) Kementerian Pekerjaan Umum, Noer Adi Wardojo – Kepala Bidang Standarisasi Kompetensi Keahlian dan Kelembagaan Penyedia Jasa Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Ir R Isnudwatmono Soetikno – Kepala Subdib Pengawasan Efisiensi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Sudayatmo – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Masing-masing pembicara mengangkat tentang karakter hijau. Nining mengangkat tentang healthy planet di mana sekarang ini SDA terbatas namun SDM meningkat pesat, sehingga harus segera menerapkan konsep green saat ini juga. Endy menyampaikan bahwa untuk capai green harus dengan tingkat kedewasaan yang tinggi, visi negeri hijau sebagai investasi jangka panjang, dan pencapaian dari level tertinggi (pemerintah –Red) sampai level terbawah (rakyat –Red).

Dari sisi kepemerintahan yang diwakili oleh 3 instansi pemerintah menyatakan bahwa sangat setuju dengan Indonesian Green ini. Karena seperti dinas PU telah mulai membangun kantor pemerintahan green pertama, sedangkan Noer Adi, wakil dinas LH menyatakan konsep green sendiri merupakan hal positif bagi peningkatan kadar lingkungan hidup rakyat Indonesia. Terlebih dinas ESDM berpendapat konsep green akan mempermudah dalam sisi perekonomian Indonesia ke depan karena salah satu unsure green, yaitu daur ulang dapat diterapkan secara maksimal.

Sudayatmo dari YLKI yang mewakili masyarakat berpendapat jika sisi produksi oleh produsen sudah menerapkan eco green maka secara otomatis sisi konsumsi dari konsumen akan mengikuti rule dari konsep green itu sendiri. “Dan intinya sampai saat ini masyarakat umum baru sebatas ‘sadar’, nah bagaimana caranya untuk membuat dan mengajak mereka tertarik sehingga pada akhirnya turut serta dalam kelaksanakan green tersebut”, katanya.(DS)

sumber : http://www.propertimedia.com/property-newsflash/158-sudah-saatnya-kita-beralih-pada-konsep-green.html