National Green Hotel Award 2011 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Pelaksanaan Penghargaan “National Green Hotel Award 2011” telah berakhir. Para pemenang juga telah diumumkan. Acara yang dipelopori oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ditujukan sebagai program pemberian penghargaan ini kepada industri perhotelan di tanah air yang telah menerapkan standar dan kriteria berwawasan lingkungan, demi mendorong pengelola hotel agar memiliki sikap, tindak melindungi, membina lingkungan hidup, serta meningkatkan pengelolaan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah menyukseskan misi dari Kementerian ini dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

Perubahan paradigma akhir-akhir ini juga ikut menyukseskan dan telah berhasil mentransformasi pasar agar lebih menghargai lingkungan dan menyelamatkan bumi secara simultan dengan keberlangsungan industri yang tanpa disadari cenderung menyebabkan degradasi pada lingkungan.

Kompetisi akan semakin ketat di antara bisnis perhotelan, terutama di kawasan regional ASEAN, telah mendorong terciptanya standar hotel yang berwawasan lingkungan atau Green Hotel Standard di kawasan ASEAN. Karena, sejak tahun 2008, ASEAN telah memberikan penghargaan kepada hotel-hotel di semua negara yang dipandang memenuhi standar tersebut.

Oleh karenanya sudah sepatutnya kita perlu mengikuti jejak ASEAN untuk berkomitmen beriniasitif dalam industri perhotelan sebagai salah satu fenomena positif dalam investasi pembangunan kepariwisataan yang mendatangkan devisa dan citra baik bagi bangsa. Persiapan wakil Indonesia untuk dapat maju di tingkat ASEAN perlu dibentuk sejak dini didasarkan pada seleksi yang ketat, kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penyelenggaraan “National Green Hotel Award” ini adalah suatu langkah nyata yang sistematis untuk menyeleksi kandidat hotel yang akan diajukan ke kancah di tingkat ASEAN tersebut.

Demi menggerakkan inisiatif mulia ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI), Konsil Bangunan Hijau Indonesia (GBC Indonesia), Trihita Karana Provinsi Kotamadya Bali, Asosiasi Ahli Teknik Hotel Seluruh Indonesia (ASATHI), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Ahli Pengelolaan Air dan Lingkungan serta Green Radio – Jakarta 89.2 FM telah menggagas penyelenggaraan acara ini guna memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pelaku pengelola hotel yang mempunyai komitmen menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan. Harapannya kedepan dapat menjadi program yang menjembatani kesenjangan dalam perdebatan, wacana dan pengejawantahan gerakan hijau di tanah air. Apapun alasannya, yang jelas kebutuhan penerapan secara maksimal tentang konsep hijau di tanah air sudah sangat mendesak. Mengingat tingkat pemanasan global saat ini sudah juga semakin tinggi di Indonesia.

Meskipun akan hanya berlangsung satu kali dalam dua tahun, program ini di masa mendatang akan berupaya keras mengembangkan semua inisiatif yang telah terbentuk menjadi sebuah rencana strategis dan aksi serta laporan nasional dalam industri perhotelan yang selanjutnya dapat ditularkan ke industri sektor lainnya menjadi sebuah gerakan massal positif yang berpihak terhadap lingkungan.

Dasar penilaian yang dipakai dalam penyelenggaran penilaian ini, diinspirasikan dengan mengidentifikasi sektor kinerja operasional bangunan sebanyak 75 persen yang mencakup: inisiatif efisiensi, praktik konservasi dan pengelolaan di semua unsur seperti lahan, energi, air, material, udara dan kesehatan dalam ruang, serta manajemen lingkungan sekitar.  

Sektor 25 persen lainnya yang tak luput dibahas merupakan komitmen pengelola dan pengguna bangunan untuk memantau manajemen operasionalnya seperti standar minimum untuk tindakan dan operasional hotel, tim pelaksana-pemelihara-pemeriksa setiap detail inisiatif yang dilakukan, kebijakan penggunaan-pengadaan dan perawatan instalasi mesin-produk dan jasa yang diterapkan, tersedianya program pelatihan, kerjasama ekonomi dengan masyarakat dan organisasi lokal, serta praktik industri lokal yang berkelanjutan.

Penerapan prinsip hotel yang ramah lingkungan memerlukan gabungan dari kedua bagian tersebut, sehingga diharapkan akan tercipta upaya integralisasi untuk persamaan dalam setiap ide pemikiran – pengambilan keputusan serta pelaksanaannya di lingkungan binaan secara utuh dan berkelanjutan. Perlu digaris-bahawi, apresiasi juga diberikan setinggi-tingginya kepada para pelaku industri perhotelan yang kini sudah banyak berinisiatif terutama mereka yang merupakanInternational Chain’ dimana mereka telah memiliki struktur serta mengimplementasikan pedoman inisiatif Green Hotelnya sendiri seperti halnya telah tersedianya Green Team yang bertugas mengkoordinasikan sejumlah kegiatan internal seputar usaha konservasi di segala bidang. Tak luput di dalamnya juga banyak dibahas masalah seputar :

  • Pelaksanaan manajemen sumber daya di dalam bangunan,
  • Pelatihan dan pendidikan,
  • Kontrol penggunaan energi, air, dan keperluan hotel sehari-hari,
  • Manajemen limbah dan sampah,
  • Keselamatan dan keamanan,
  • Tingkat pelayanan, serta
  • Kegiaran Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan.

Namun seperti yang ditemukan ketika kami mengikuti serangkain acara Green Tourism Award 2011 di Sumatera Selatan, disadari sepenuhnya, masih banyak pembenahan dan perbaikan yang harus kami susun dalam pedoman penilaian Green Hotel ini kedepan agar hotel-hotel di seluruh Indonesia tanpa terkecuali dapat sempurna mengerti dan memahami gerakan hijau tentang bagaimana kaidah Green Hotel yang sesungguhnya dapat diterapkan.

Untuk menentukan siapa saja yang layak mewakili ke tingkat Asean melalui penilaian ini ternyata sungguh tidak mudah, mekanisme selektifitas pelaksanaan Green Hotel Award 2011 kami harus terapkan untuk merangsang keikutsertaan seluruh peserta secara sukarela tanpa ada paksaan dari pihak manapun, kegiatan itu meliputi :

  1. Penyusunan kriteria Green Hotel Award (oleh tim penyusun).
  2. Penyusunan formulir dan kuosioner – untuk self assessment (oleh tim penyusun).
  3. Sosialisasi kepada peserta (dimana tahun ini baru hanya diusulkan khususnya untuk hotel bintang empat dan hotel bintang lima). Diikuti dengan penyampaian kuosioner self assessment sebagai penilaian awal kepada hotel bintang empat dan bintang lima di wilayah Jabodetabek dan di luar wilayah Jabodetabek ke sejumlah 290 hotel yang ada di seluruh Indonesia.K
  4. Kemudian tahap pengembalian formulir yang dibatasi waktu pengembaliannya.
  5. Lalu Tim mengevaluasi formulir (self assessment) yang dikembalikan peserta bersamaan denganTim Kelompok Kerja dan Tim Juri melakukan pencatatan dan pemeriksaan terhadap dokumen yang dikembalikan.
  6. Setelahnya Verifikasi dan penentuan hotel yang akan dinilai, dimulai dengan Tim Juri menentukan hotel-hotel yang akan dikunjungi sesuai dengan hasil evaluasi self assessment, dimana diperoleh 32 hotel yang layak dikunjungi.
  7. Kegiatan yang terpenting adalah sewaktu tahap survei dan studi kunjungan untuk verifikasi dan cross check di lapangan yang berlangsung kurang lebih hingga empat bulan lamanya.
  8. Dilanjutkan dengan evaluasi dan tabulasi penilaianTim Juri dan Pendamping.
  9. Setelah diadakan penilaian, Tim Juri bersepakat untuk menentukan passing grade bagi setiap peserta yang tidak boleh kurang dari angka 60 dari skala 30 – 95 untuk layak mendapatkan peringkat. Dari semua peserta yang berada dalam skala passing grade, ditetapkan. Peringkat 1: 90-95, Peringkat 2: 84-89, Peringkat 3: 80-84, Peringkat 4:  70-79 dan Peringkat 5: 60-69. Selain peringkat penghargaan, para pemenang juga mendapatkan piagam penghargaan dan plakat. Namun bagi peserta yang belum mencapai passing grade terendah, kami tetap memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif anda berupa piagam penghargaan peserta.
  10. Diakhiri dengan penentuan kandidat 10 Hotel terbaik yang akan diusulkan ke ASEAN Green Hotel Award melalui rapat penentuan pemenang pada konsinyering 26 November 2011.

Dari semua peserta yang berhasil lolos dan berada dalam skala nilai passing grade, kami tentukan hanya akan ada kandidat 10 Hotel terbaik yang berhak mendapatkan penghargaan “National Green Hotel Award 2011″ dengan klasifikasi nilai tertinggi bagi hotel berbintang empat dan lima ini untuk menjadi wakil Indonesia di ajang yang lebih tinggi. Namun bagi peserta yang belum menang, kami tetap memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap inisiatif dan upaya yang telah dilakukan berupa piagam penghargaan dan plakat, dengan tetap menjadi calon kandidat untuk proses penilaian “National Green Hotel Award” ditahun-tahun mendatang. 

Kategori Pertama:

10 Pemenang National Green Hotel Terbaik, diberikan kepada :

1.

Matahari Beach Resort & Spa – Bali

2.

(Discovery) Kartika Plaza – Bali

3.

Holiday Inn Resort – Batam

4.

Angsana Bintan

5.

Melia Benoa – Bali

6.

Losari Spa Retreat and Coffee Plantation – Central Java

7.

The St. Regis Resort – Bali

8.

Melia Bali Villa & Spa Resort

9.

The Dharmawangsa – Jakarta

10.

Gran Melia – Jakarta 

Kategori Kedua:

14 Pemenang National Green Hotel lainnya diberikan kepada :

11.

Banyan Tree Ungasan Resort – Bali

12.

Banyan Tree Bintan

13.

Maya Ubud – Bali

14.

Novotel Palembang Hotel & Residence

15.

Alila Villas Uluwatu – Bali

16.

Shangri La Jakarta

17.

Novotel  Bogor

18.

Hyatt Regency – Yogyakarta

19.

Melia Purosani – Yogyakarta

20.

Sahid Jaya Lippo Cikarang – Bekasi

21.

Jogjakarta Plaza

22.

Bintan Lagoon

23.

Nusa Dua Beach – Bali

24.

Grand Swiss Bell Hotel – Medan

Kami berharap agar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Kementerian sektor terkait lainnya, agar tetap melanjutkan dan mendorong inisiatif gerakan hijau ini. Sebab hasil-hasil yang telah kita tuai hingga saat ini bermanfaat sekali untuk pemecahan problematika bumi ke depan. Oleh karena itu bersegeralah semua pelaku pembangunan bertransformasi dalam perilaku dan implementasi dengan berpihak terhadap lingkungan. 

Selamat kepada para pemenang, selamat juga kepada para seluruh peserta National Green Hotel Award 2011.

(Resource, GBC Indonesia 2011)