Menghijaukan Pencakar Langit Indonesia

(adaptasi dari Artikel Bloomberg Businessweek edisi September 2013)

Gbr. 1  Pencakar langit bersertifikat GREENSHIP Platinum,  Gedung Menara BCA

Gbr. 1 Pencakar langit bersertifikat GREENSHIP Platinum, Gedung Menara BCA

Indonesia, menurut Data World Bank pada tahun 2012, saat ini termasuk dalam Negara berpenghasilan menengah dengan total Gross Domestic Product (GDP) sebesar 878.2 milyar dolar Amerika pada tahun 2012 dari sebelumnya sebesar 706.6 milyar dolar Amerika pada tahun 2010. Kenaikan pendapatan ini terjadi, dikarenakan tumbuhnya investasi di Indonesia. Kinerja sektor bangunan juga turut tumbuh sejalan dengan peningkatan investasi dan konstruksi. Seiring dengan peningkatan konstruksi, tentunya GBC Indonesia memiliki kepedulian dan kewajiban untuk memastikan bahwa bangunan-bangunan baru ini mengadopsi prinsip-prinsip hijau/berkelanjutan dengan menjadi sebuah Bangunan Hijau.

Jakarta, sebagai ibu kota Negara, memiliki populasi sebesar 410 gedung pencakar langit dengan luasan mencapai 661 kilometer persegi dan berada di peringkat 22 dari 100 kota di dunia. Dengan membuat gedung-gedung ini menerapkan konsep bangunan hijau tentunya akan memberikan nilai yang cukup signifikan pada penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor bangunan. Pemerintah Provinsi Jakarta telah memulai inisiatif ini dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur  (PerGub) DKI no.38 tahun 2012 mengenai Bangunan Gedung Hijau yang mewajibkan bangunan dengan Gross Floor Area (GFA) seluas 20.000 m2 untuk Hotel dan Rumah Sakit serta luasan 50.000 m2 untuk Gedung Perkantoran dan Multi-fungsi, untuk menerapkan prinsip-prinsip bangunan hijau. Prinsip-prinsip yang diadopsi dalam PerGub ini antara lain efisiensi penggunaan air, energi, material serta memperhatikan kualitas udara di dalam ruangan.

GREENSHIP yang disiapkan oleh Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) sebagai perangkat penilaian untuk bangunan hijau, saat ini baru mensertifikasi 6 (enam) bangunan. Tiga diantaranya ada di Jakarta. Tentunya perjalanan gedung-gedung di Jakarta, khususnya pencakar langit, untuk menjadi hijau masih jauh dibandingkan negara tetangga Indonesia, Singapura. Singapura saat ini sudah memiliki 500 gedung dengan sertifikat hijau. Besarnya jumlah ini juga merupakan campur tangan dari Pemerintah Singapura dengan menerapkan peraturan yang mewajibkan bangunan-bangunan memenuhi persyaratan dasar sertifikasi bangunan hijau. Peran serta pemerintah Indonesia tentunya sangat diharapkan untuk mendorong minat para pemilik gedung dalam melakukan sertifikasi. Walaupun hingga saat ini, jumlah gedung yang terdaftar dalam proses sertifikasi GREENSHIP telah mencapai 30an gedung. Penambahan biaya investasi untuk penerapan konsep bangunan hijau ternyata hanya berkisar antara 10-11% dari gedung biasa. Sehingga, memang adanya bangunan hijau saat ini lebih pada pernyataan kepedulian pemilik gedung terhadap keberlanjutan bumi.

Salah satu kepedulian ini ditunjukkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan mendaftarkan gedungnya, yaitu Gedung Kementerian Pekerjaan Umum, menjadi salah satu Pilot Project GREENSHIP untuk kategori New Building. Gedung ini mendapatkan sertifikat GREENSHIP Platinum dan merupakan Bangunan Pemerintah pertama yang memiliki komitmen sebagai bangunan hijau bersertifikat. Hal ini tentunya diharapkan dapat menjadi acuan bagi gedung-gedung pemerintah lainnya. – (ANG/GBCI)

Selengkapnya untuk Artikel Bloomberg Businessweek edisi September 2013 dapat diunduh disini

***