GreenRIGHT – Semua Orang Berhak untuk Menjalani Hidup ‘Hijau’

Pada bulan April 2012, GBC Indonesia menyelenggarakan GreenRIGHT 2012, acara perdana terkait Green Building di Indonesia yang diselenggarakan untuk mendidik dan melakukan transformasi kepada khalayak Indonesia mengenai artian dasar “Apa itu Green Building” serta mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip-prinsipnya.

GreenRIGHT merupakan acara tahunan GBC Indonesia, yang merangkum pengadaan  SEMINAR/Konferensi dengan EXPO/Exhibition. Di tahun 2012 GreenRIGHT mengusung tema : ADAPT to Sustain. Manusia adalah mahluk yang berhasil mencatat keberhasilan bertahan hidup dari ancaman alam pada setiap jaman. Salah satu kemampuan manusia adalah secara cerdas menyesuaikan diri dengan tuntutan alam, serta selanjutnya mengambil langkah-langkah yang memenangkan persaingannya dengan mahluk-mahluk lain di alam. Dengan sejarah survival yang mengesankan itu, manusia diharapkan dapat juga menghadapi tantangan pemanasan global dan perubahan iklim dewasa ini.

Untuk membangkitkan kesadaran akan perlunya perubahan paradigma dan perilaku yang sejalan dengan misi adaptasi tersebut, dengan latar belakang inilah GreenRIGHT diselenggarakan.

Tahun ini, GBC Indonesia kembali mengadakan GreenRIGHT : Green Building Expo & Conference 2013 dengan tema “Sustain and Gain”. Hal ini merupakan kelanjutan dari tema GreenRIGHT 2012, yaitu “Adapt and Sustain” dimana manusia masih belajar untuk beradaptasi dengan perubahan iklim untuk dapat meneruskan hidup. Tetapi saat ini, proses yang dibutuhkan bukan hanya terhenti pada proses sustain atau sekedar keadaan dimana kita dapat terus bertahan hidup. Proses yang perlu dilakukan adalah bagaimana kita dapat ‘gain’ atau meningkatkan taraf hidup manusia beserta dengan lingkungan dan alam disekitarnya.

Pict.1 Bapak Kuntoro Mangkusubroto sebagai Dewan Penasehat GBC Indonesia memberikan Keynote Speech
Bapak Kuntoro Mangkusubroto sebagai Dewan Penasehat GBC Indonesia memberikan Keynote Speech

Indonesia tengah bergerak menuju arah berkelanjutan. Presiden Republik Indonesia saat ini menjabat sebagai Co-chair dari Panel Post 2015 MDG bersama dengan Perdana Menteri Inggris dan juga Presiden Liberia. Dengan demikian, Indonesia menjadi salah satu negara yang akan disorot pencapaiannya dalam usahanya memenuhi target 26 persen penurunan emisi gas rumah kaca. Pemerintah pun mulai bergerak melalui departemen-departemennya. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mulai mengeluarkan sebuah standar green procurement, dimana semua barang, khususnya yang dikonsumsi pemerintah, diharuskan memenuhi kriteria dari green product. Hal ini di kemudian hari direncanakan menjadi sebuah standar nasional. Kementerian Pekerjaan Umum pun beranjak dengan program Green Construction dan berkolaborasi dengan LKPP turut menggunakan sistem Green Procurement dalam pelaksanaan proyek-proyeknya. Kebutuhan akan bangunan hijau serta tuntutan akan kinerja bangunan yang hijau dan memperhatikan lingkungan sudah menjadi perhatian serta keharusan untuk dilakukan semua pihak.

Di pemerintahan daerah, DKI Jakarta akan menerapkan Peraturan Gubernur nomor 38/2012 mengenai Bangunan Gedung Hijau dimana gedung-gedung dengan luasan diatas 10.000 meter persegi (disesuaikan dengan jenis bangunan) diwajibkan untuk menggunakan prinsip-prinsip bangunan hijau untuk memperoleh ijin bangunan. Hal ini tentunya akan sangat mempengaruhi industri material bahan bangunan pada umumnya dan juga pembangunan di Jakarta khususnya, untuk mengakomodasi prinsip-prinsip ramah lingkungan.

Tahun ini merupakan momentum yang tepat untuk industri bangunan hijau menunjukkan potensi serta fitur-fitur green product yang dimiliki. Saat pertumbuhan ekonomi yang meningkat, Indonesia tentunya saat ini menjadi target pasar yang sangat menarik bagi negara-negara lain. Industri Indonesia tentunya harus tetap menjadi tuan rumah di negara sendiri, dan menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia mempunyai prestasi dalam bidang keberlanjutan. Baden Wurttemberg dari Jerman turut mendukung GreenRIGHT: Green Building Expo and Conference 2013. Ini menandakan bahwa dunia Internasional tentu sudah melihat potensi besar dari perkembangan gerakan bangunan hijau di Indonesia.

GreenRIGHT : Green Building Expo and Conference 2013 merupakan perpaduan dari Pameran (Expo) dan Konferensi (Conference). Untuk Green Building Expo, akan diikuti oleh para kalangan bisnis dan industri yang telah memiliki inisiatif dalam menjadi bagian dalam komunitas bangunan hijau di Indonesia. Pada GreenRIGHT 2012, lebih dari 50 eksibitor menampilkan karya-karya mereka. Untuk target eksibitor dalam GreenRIGHT 2013 : Green Building Expo adalah 100 exhibitor, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa industri Indonesia sudah mulai menyadari bahwa green product adalah suatu keharusan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

Pict. 4 Pemberian papan petunjuk di tiap booth

Pemberian Papan Petunjuk di Tiap Booth

Pict. 5 Kunjungan Menteri PU dan KLH di Expo Greenright 2012

Kunjungan Menteri PU dan KLH di Expo GreenRIGHT 2012

Dalam Pameran GreenRIGHT juga ditunjukkan karya mana yang bisa mendapatkan nilai sesuai Greenship jika digunakan dalam bangunan yang disertifikasi. Demikian halnya dengan kategorisasi peserta pameran berdasarkan barang-barang yang dipamerkan, ditunjukkan dalam papan petunjuk di setiap stand. Dengan demikian industri-industri hijau dapat memberikan informasi mengenai keberadaan produk-produk mereka yang mendukung keberlanjutan kepada masyarakat dan juga industri terkait. Hal ini tentu akan mempermudah masyarakat untuk menerapkan perilaku hijau serta industri terkait akan dengan mudah mendapatkan informasi produk–produk hijau yang mereka butuhkan.

Jika dalam pameran, kita dapat melihat kemajuan industri hijau di tanah air serta penerapan yang dapat dilakukan, maka dalam konferensi, akan dihadirkan para ahli dari Indonesia dan juga internasional yang akan berbicara mengenai informasi dan juga memberikan semangat baru mengenai apa yang ada di luar berkenaan dengan dunia keberlanjutan dalam negeri dan luar negeri.

Dalam konferensi, akan diangkat empat buah isu yang saat ini tengah berkembang dan akan menjadi isu strategis dalam gerakan bangunan hijau: Indonesia Movement Toward Sustainability, Green Building, Green Cities and Green Healthcare. Dalam track Indonesia Movement toward Sustainability, akan dibicarakan mengenai kemajuan gerakan Green Building serta rencana dan program Indonesia ke depan terkait dengan keberlanjutan. Track Green Building akan membicarakan mengenai  pencapaian  Green Building di Indonesia,  studi kasus, lesson learnt serta sharing dari pelaku-pelaku Green Building, teknologi dan juga perspektif baru mengenai Green Building.

Pict. 2 Pembicara-pembicara di GreenRIGHT 2012 sesi Green Healthcare

Para Pembicara di GreenRIGHT 2012 sesi Green Healthcare

Pict. 3 Suasana Plenary Session Greenright Conference

Suasana Plenary Session GreenRIGHT Conference

Sedangkan untuk track Green Cities akan membicarakan mengenai bangunan sebagai bagian dari suatu kawasan/kota, pembahasan dari sisi kota hijau dengan aspek-aspeknya seperti transportasi, ruang terbuka hijau, serta pengalaman dari negara-negara lain terkait penataan kota hijau. Dan terakhir, Green Healthcare yang mengupas mengenai aspek Green Building yang terkait dengan kesehatan; baik itu fasilitas kesehatan maupun standar-standar kesehatan pada bangunan.

GreenRIGHT : Green Building Conference memiliki target peserta sebesar 200 peserta, dari seluruh Indonesia. Peserta terdiri dari kalangan profesional, akademisi, karyawan  pemerintahan, karyawan swasta, mahasiswa, arsitek, kontraktor, industri, sektor rumah sakit, organisasi nasional dan internasional serta perwakilan kedutaan.

GreenRIGHT : Green Building Expo & Conference bukan hanya menampilkan produk dan barang, melainkan juga menampilkan visi, misi dan semangat Indonesia dalam memperjuangkan Gerakan Hijau. Di panggung GreenRIGHT, dihadirkan para pejuang-pejuang dan pelaku gerakan hijau, terutama di bidang bangunan hijau. Mereka adalah aktor-aktor yang melakukan gerakan secara nyata, dan mereka disebut sebagai “GB Walker” atau Green Building Walker. GB Walker terdiri dari para penggiat Green Building dari berbagai kalangan, mulai dari siswa sekolah, arsitek profesional, tenaga insinyur dan elektrikal bangunan serta arsitek lansekap.

Pict 6. GB Walker, bukan hanya professional, tetapi siswa sekolah

GB Walker, bukan hanya profesional, tetapi siswa sekolah

Pict. 7 Design Competitions untuk mahasiswa sebagai upaya diseminasi Green Building di generasi muda

Kompetisi desain untuk mahasiswa sebagai upaya diseminasi Green Building di generasi muda

Pada hari ketiga dan keempat, yaitu tanggal 12 dan 13 April 2013, akan dihadirkan Student Day dan juga Community day, dimana dapat dilihat bahwa kesadaran akan hidup ‘hijau’ telah semakin berkembang dalam masyarakat Indonesia dan juga dalam dunia pendidikan.

Konsep unik dari GreenRIGHT bukan hanya sebagai acara biasa, melainkan juga sebagai sarana untuk memperkenalkan mengenai nilai Green Building kepada masyarakat. Selain sebagai tempat untuk memberikan adalah sebagai edukasi kepada masyarakat, bukan hanya melalui pameran produk tetapi juga memberikan informasi mengenai kegunaan dan kontribusi yang dapat dilakukan melalui bangunan, rumah tinggal dan perilaku kita.

Melalui GreenRIGHT, GBC Indonesia berharap masyarakat Indonesia terinspirasi dan tergugah untuk berubah menuju perbaikan generasi masa depan. Dengan demikian seandainya pun tidak mewariskan bumi yang sebaik dahulu, tetapi manusia cukup bertanggung jawab untuk mewariskan bumi yang layak huni untuk generasi masa depan.

GreenRIGHT bukan hanya berbicara, tetapi mewujudkan.

Mari kita buktikan bahwa kita adalah bagian dari perubahan!


Untuk keterangan lebih lanjut terkait dengan GreenRIGHT 2013 dapat menghubungi kami di :

Daniel –  Exhibition Coordinator

(E) daniel@gbcindonesia.org

(M) 0819 55555 98

Anggita – Conference Coordinator

(E) fe.anggita@gbcindonesia.org

(T) 021 – 7343077 ext 108

( Anggita )