Dalam menghadapi masa pandemi yang memaksa banyak orang merubah alur aktivitasnya, GBC Indonesia berusaha melakukan berbagai adaptasi untuk tetap memberikan dampak positif demi kelestarian bumi melalui green building. Untuk bisa menjawab kebutuhan industri akan ahli bangunan hijau yang semakin banyak, GBC Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan GREENSHIP Associate (GA) Online Training yang akan diadakan mulai 8 Mei 2020 hingga 15 Mei 2020.

Tentunya dengan peralihan kepada metode online training, ada beberapa penyesuaian penyelenggaraan training GA. Training online akan dilaksanakan melalui platform SIMPL, dengan para peserta melihat video materi training sebanyak 15 video. Setelah masing-masing materi, akan ada kuis yang berkaitan dengan materi yang ditonton. Peserta diberi waktu selama 1 minggu untuk menyelesaikan semua materi yang telah disediakan oleh GBC Indonesia. Pada hari terakhir training, akan diberikan sesi khusus tanya jawab dengan para pengajar untuk bisa memberikan pemahaman yang lebih bagi para peserta training. Kemudian, seluruh proses training ini akan menjadi syarat untuk peserta bisa mengikuti ujian training online GA.

Biaya training online GREENSHIP Associate Batch III 2020 adalah sebesar Rp2.400.000,-. Pendaftaran training dibuka sejak 13 April 2020 hingga 11 Mei 2020. Segera daftarkan diri anda untuk mengikuti GA Online Training melalui link berikut ini http://gbcindonesia.org/jadwal-training-ga-online

 

12 Februari 2020 – Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) bekerjasama dengan Global Building Performance Network (GBPN) meluncurkan kerjasama dalam usaha dekarbonisasi sektor bangunan di Indonesia. Kolaborasi ini akan mendukung komitmen GBC Indonesia pada program World Green Building Council yaitu Advancing Net Zero yang menargetkan seluruh bangunan baru di dunia akan beroperasi pada tingkat Net Zero pada tahun 2030 dan seluruh bangunan di dunia akan beroperasi pada tingkat Net Zero pada tahun 2050.

Kolaborasi GBC Indonesia dan GBPN akan melahirkan beberapa program yang akan membantu pemerintah dan juga sektor swasta untuk mewujudkan bangunan yang beroperasi Net Zero, diantaranya penyusunan strategi dan kerangka kerja untuk implementasi bangunan net zero di sektor pemerintah dan swasta, penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang mengacu pada spesifikasi rendah karbon pada proses pengadaan barang dan jasa bagi program pengembangan perumahan, program revitalisasi sekolah, dan pengembangan kampus di DKI Jakarta. Disamping itu juga akan dilaksanakan pelatihan bagi para professional dan aparatur sipil negara, selain juga program kampanye bagi masyarakat luas. Ada beberapa pilot project yang akan menjadi percontohan untuk menjadi bangunan net zero di Indonesia.

Hal ini sangat penting karena GBC Indonesia telah menandatangani komitmen pada program Advancing Net Zero yang meliputi 5 aksi komitmen diantaranya, Net Zero Certification Program, Net Zero Training, Government Engagement, Corporate Engagement, dan Young Generation Education. Dengan adanya kerjasama antara GBC Indonesia dan GBPN, diharapkan akan terjadi akselerasi bagi program dekarbonisasi sektor bangunan di Indonesia.

Saat ini sektor bangunan merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca terbesar dengan persentase sebesar 39% secara global. Sementara Indonesia pada tahun 2015 merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar ke-4 di seluruh dunia. Dengan komitmen Indonesia yang tertuang pada Intended Nationally Determined Contribution pada COP22 untuk mengurangi emisi sebesar 29% dengan usaha sendiri atau 41% dengan bantuan dari dunia internasional pada 2030, langkah strategis dan besar harus dilaksanakan sesegera mungkin dan sebaik mungkin. Dekarbonisasi adalah satu langkah strategis untuk dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Jakarta, 24 September 2019 – Sesuai dengan Deklarasi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB), maka Indonesia bersama 193 negara harus berperan aktif dalam melalui rencana aksi People, Planet, and Prosperity serta penguatan perdamaian universal. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) yang terdiri atas 17 tujuan dan 169 target yang terukur dilaksanakan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian TPB/SDGs.

Green Building atau Bangunan Hijau berkontribusi pada 9 tujuan, yaitu Tujuan 3 Kehidupan sehat dan sejahtera, Tujuan 7 Energi bersih dan terjangkau, Tujuan 8 Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, Tujuan 9 Industri, inovasi dan infrastruktur, Tujuan 11 Kota dan pemukiman yang berkelanjutan, Tujuan 12 Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, Tujuan 13 Penanganan perubahan iklim, Tujuan 15 Ekosistem daratan, Tujuan 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan.

“Oleh karena itu, Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) yang berdiri dan berkarya sejak tahun 2009, bekerja sama dengan PT SUCOFINDO (Persero) sebagai perusahaan BUMN di bidang jasa Pengujian, Inspeksi, Sertifikasi, Konsultansi, dan Pelatihan dalam misi mentransformasi pasar bangunan hijau di Indonesia.” kata Ketua Umum GBC Indonesia Iwan Prijanto.

Selanjutnya, Iwan Prijanto menyampaikan bahwa tujuan akhir transformasi pasar bukanlah sekedar pencapaian poin penilaian green building, melainkan adanya perubahan nyata dalam menjalankan proses bisnis di sektor bangunan dan konstruksi, perubahan gaya hidup masyarakat dan konsumen pengguna bangunan. Salah satu perubahan nyata yang penting yang bisa terukur adalah upaya mereduksi emisi gas rumah kaca serendah mungkin. GBC Indonesia membangun sistem rating yang membuat upaya transformasi perilaku ke arah yang lebih berkelanjutan tersebut menjadi terukur dan bisa dikelola. Continue reading

BERITA BAIK UNTUK INVESTASI DUNIA PROVERTY!

Dari forum Implementasi Grand Design Green Building Jakarta yang di dilaksanakan bulan Februari 2019, salah satu bahan yang disampaikan oleh Sid Kusuma, adalah Green Financing – Real Estate Sector, berupa Green Bond yang menarik untuk disimak guna menunjang investasi dalam pembangunan proverty.

Realisasi Green Bond tahun 2018 mencapai USD 165 Billion, dan target tahun 2019 ini mencapai USD 200 Billion.

Proses penerbitan meliputi 5 langkah :

  • Develop green asset strategy and process
  • Determine appropriate funding sources
  • Deal structuring
  • Debt origination
  • Post-issurance reporting

Green Bonds RE –Real Estate Faks

  • The greenhouse gas emissions of cities are very significant and up to 70% of a large city’s emissions are related to its buildings. Investing in low emissions or zero emissions buildings will play an essential role in contributing to achieving the Paris Agreement goals.
  • In the long term, green bonds which are tied to low emission or zero carbon buildings are expected to amount to 40% of the green bonds market. The growth of this market will depend on the confidence among investors that the buildings are making a genuine contribution to thetransition to a green economy

New York State in 2016 has secured international certification of nearly $100 million

First State in the Nation to Secure International Certification for Development of Housing That Reduces Impact of Climate Change

Bonds Expected to Create Over 640 Green, Affordable and Supportive Apartments Across New York State

Sumber : Sid Kusuma, Feb 2019

3 December 2018.

Kesepakatan Kerjasama (MoU) antara GBC Indonesia-BALI & Universitas Udayana ditanda-tangani oleh Rektor Prof. Dr. dr. AA. Raka Sudevi, Sp.S, Wakil Rektor IV, Prof. Dr. I.B. Wyasa Putra, SH, M.Hum. Dekan Fakultas Teknik, Prof. Ir. Ngakan PG Suantara, MT., Ph.D, Ketua GBCI-BALI, Putu Agung Prianta, COO GBC Indonesia-Bali & Rep. Officer GBC Indonesia untuk Wilayah Bali, DK Halim, Ph.D, GP.

Disaksikan Ketua Jurusan Arsitektur UNUD, Prof. Dr. Ir. AA. Oka Saraswati, MT, Ketua IAI Bali, Kadek Pranajaya, ST, MT, IAI Sekretaris IAI Bali, Made Gede Suryanata, ST, IAI.

PUBLIC LECTURE oleh DK Halim, PhD, GP: “THE ROLE OF GBCI-BALI IN ASSISTING THE ISLAND TO REALIZE SUSTAINABLE DEVELOPMENT”.