Pada tanggal 10 November 2020, Asia Pacific Regional Network World Green Building Council menyelenggarakan peluncuran Health & Wellbeing Framework di Asia Pasifik sebagai bagian dari rangkaian peluncuran Health & Wellbeing Framework di seluruh dunia.

Health & Wellbeing framework merupakan hasil dari kolaborasi banyak ahli di seluruh dunia dari berbagai disiplin keilmuan, menciptakan suatu alat untuk mengukur kesehatan dari suatu bangunan atau lingkungan terbangun. Dengan adanya framework ini, diharapkan dapat mendefinisikan ulang cakupan kesehatan bagi semua orang, beserta bangunan, kota, dan komunitasnya.

Adanya pandemi COVID-19 memperlihatkan hubungan antara kesehatan lingkungan terbangun dan kesehatan manusia terhubung sangat erat. Oleh karena itu, Health & Wellbeing framework memperkenalkan 6 prinsip mencakup banyak hal mulai dari kualitas udara dalam ruang hingga ketahanan terhadap perubahan iklim seperti tercantum di bawah ini:

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Health & Wellbeing framework, silahkan untuk mengunjungi website di link berikut ini https://worldgbc.org/health-framework

Kota Baru Parahyangan Berhasil Mendapat Sertifikat Greenship Neighborhood Gold

 

Purbasari – Tejakancana Kota Baru Parahyangan berhasil mendapatkan sertifikat Greenship Neighborhood peringkat Gold (Greenship Kawasan) dari Green Building Council Indonesia. Suatu prestasi yang membanggakan menjadi Kawasan pertama di Indonesia yang diakui oleh lembaga konsil bangunan hijau nasional sebagai kawasan yang sudah menerapkan konsep berkelanjutan pada kawasan dan lingkungan sekitarnya. Sertifikat diberikan oleh Ketua Umum GBCI kepada Manajemen Kota Baru Parahyangan pada 13 November 2020.

Konsep kawasan berkelanjutan ini ditetapkan oleh Kota Baru Parahyangan dalam tahap perencanaan, pengoperasian hingga pemeliharaan sehari-hari. Selalu berkomitmen dalam membanguan kawasan yang sehat dengan menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan, meningkatkan kualitas iklim mikro, menerapkan asas keterhubungan, kemudahan, keamanan, menjaga keseimbangan dan ketersediaan sumber daya alam untuk masa yang akan datang.

 

Dalam menghadapi masa pandemi yang memaksa banyak orang merubah alur aktivitasnya, GBC Indonesia berusaha melakukan berbagai adaptasi untuk tetap memberikan dampak positif demi kelestarian bumi melalui green building. Untuk bisa menjawab kebutuhan industri akan ahli bangunan hijau yang semakin banyak, GBC Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan GREENSHIP Associate (GA) Online Training yang akan diadakan mulai 8 Mei 2020 hingga 15 Mei 2020.

Tentunya dengan peralihan kepada metode online training, ada beberapa penyesuaian penyelenggaraan training GA. Training online akan dilaksanakan melalui platform SIMPL, dengan para peserta melihat video materi training sebanyak 15 video. Setelah masing-masing materi, akan ada kuis yang berkaitan dengan materi yang ditonton. Peserta diberi waktu selama 1 minggu untuk menyelesaikan semua materi yang telah disediakan oleh GBC Indonesia. Pada hari terakhir training, akan diberikan sesi khusus tanya jawab dengan para pengajar untuk bisa memberikan pemahaman yang lebih bagi para peserta training. Kemudian, seluruh proses training ini akan menjadi syarat untuk peserta bisa mengikuti ujian training online GA.

Biaya training online GREENSHIP Associate Batch III 2020 adalah sebesar Rp2.400.000,-. Pendaftaran training dibuka sejak 13 April 2020 hingga 11 Mei 2020. Segera daftarkan diri anda untuk mengikuti GA Online Training melalui link berikut ini http://gbcindonesia.org/jadwal-training-ga-online

 

12 Februari 2020 – Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) bekerjasama dengan Global Building Performance Network (GBPN) meluncurkan kerjasama dalam usaha dekarbonisasi sektor bangunan di Indonesia. Kolaborasi ini akan mendukung komitmen GBC Indonesia pada program World Green Building Council yaitu Advancing Net Zero yang menargetkan seluruh bangunan baru di dunia akan beroperasi pada tingkat Net Zero pada tahun 2030 dan seluruh bangunan di dunia akan beroperasi pada tingkat Net Zero pada tahun 2050.

Kolaborasi GBC Indonesia dan GBPN akan melahirkan beberapa program yang akan membantu pemerintah dan juga sektor swasta untuk mewujudkan bangunan yang beroperasi Net Zero, diantaranya penyusunan strategi dan kerangka kerja untuk implementasi bangunan net zero di sektor pemerintah dan swasta, penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang mengacu pada spesifikasi rendah karbon pada proses pengadaan barang dan jasa bagi program pengembangan perumahan, program revitalisasi sekolah, dan pengembangan kampus di DKI Jakarta. Disamping itu juga akan dilaksanakan pelatihan bagi para professional dan aparatur sipil negara, selain juga program kampanye bagi masyarakat luas. Ada beberapa pilot project yang akan menjadi percontohan untuk menjadi bangunan net zero di Indonesia.

Hal ini sangat penting karena GBC Indonesia telah menandatangani komitmen pada program Advancing Net Zero yang meliputi 5 aksi komitmen diantaranya, Net Zero Certification Program, Net Zero Training, Government Engagement, Corporate Engagement, dan Young Generation Education. Dengan adanya kerjasama antara GBC Indonesia dan GBPN, diharapkan akan terjadi akselerasi bagi program dekarbonisasi sektor bangunan di Indonesia.

Saat ini sektor bangunan merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca terbesar dengan persentase sebesar 39% secara global. Sementara Indonesia pada tahun 2015 merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar ke-4 di seluruh dunia. Dengan komitmen Indonesia yang tertuang pada Intended Nationally Determined Contribution pada COP22 untuk mengurangi emisi sebesar 29% dengan usaha sendiri atau 41% dengan bantuan dari dunia internasional pada 2030, langkah strategis dan besar harus dilaksanakan sesegera mungkin dan sebaik mungkin. Dekarbonisasi adalah satu langkah strategis untuk dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Jakarta, 24 September 2019 – Sesuai dengan Deklarasi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB), maka Indonesia bersama 193 negara harus berperan aktif dalam melalui rencana aksi People, Planet, and Prosperity serta penguatan perdamaian universal. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) yang terdiri atas 17 tujuan dan 169 target yang terukur dilaksanakan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian TPB/SDGs.

Green Building atau Bangunan Hijau berkontribusi pada 9 tujuan, yaitu Tujuan 3 Kehidupan sehat dan sejahtera, Tujuan 7 Energi bersih dan terjangkau, Tujuan 8 Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, Tujuan 9 Industri, inovasi dan infrastruktur, Tujuan 11 Kota dan pemukiman yang berkelanjutan, Tujuan 12 Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, Tujuan 13 Penanganan perubahan iklim, Tujuan 15 Ekosistem daratan, Tujuan 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan.

“Oleh karena itu, Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) yang berdiri dan berkarya sejak tahun 2009, bekerja sama dengan PT SUCOFINDO (Persero) sebagai perusahaan BUMN di bidang jasa Pengujian, Inspeksi, Sertifikasi, Konsultansi, dan Pelatihan dalam misi mentransformasi pasar bangunan hijau di Indonesia.” kata Ketua Umum GBC Indonesia Iwan Prijanto.

Selanjutnya, Iwan Prijanto menyampaikan bahwa tujuan akhir transformasi pasar bukanlah sekedar pencapaian poin penilaian green building, melainkan adanya perubahan nyata dalam menjalankan proses bisnis di sektor bangunan dan konstruksi, perubahan gaya hidup masyarakat dan konsumen pengguna bangunan. Salah satu perubahan nyata yang penting yang bisa terukur adalah upaya mereduksi emisi gas rumah kaca serendah mungkin. GBC Indonesia membangun sistem rating yang membuat upaya transformasi perilaku ke arah yang lebih berkelanjutan tersebut menjadi terukur dan bisa dikelola. Continue reading