We dare you to turn off the switch! Earth Hour – 29 Maret 2014

Poster_EHEARTH HOUR merupakan gerakan global  yang diorganisir oleh World Wide Fund for Nature (WWF) dengan tujuan menyebarkan pesan terkait dengan masalah lingkungan kepada dunia.  Berawal pada tahun 2008 di Sydney, Australia dengan gerakan mematikan lampu selama 1 jam, gerakan ini telah berkembang ke lebih dari 7000 kota di seluruh dunia.

 “EARTH HOUR bukan sekedar mematikan lampu dan peralatan elektronik selama satu jam, tapi lebih merupakan simbolisasi akan sebuah tindakan yang sederhana yang dilakukan oleh seseorang, yang berdampak sangat besar bagi perbaikan lingkungan bila dilakukan secara bersama-sama”, jelas Nyoman Iswarayoga, Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF-Indonesia.

Aksi global EARTH HOUR ditandai dengan melakukan aksi Switch Off atau mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sedang dipakai selama satu jam, yang tahun ini jatuh pada tanggal 29 Maret 2014, mulai pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat. Sebagai sebuah gerakan komunitas terbesar di dunia, pada 2013 lalu, aksi EARTH HOUR Switch Off dipercaya berhasil menggalang partisipasi lebih dari 2,3 milyar orang di 154 negara. Berbagai bangunan icon dunia ikut berpartisipasi dalam aksi Switch Off, antara lain: Empire State Building di New York, Tower Bridge dan St Paul’s di London, Edinburgh Castle di Skotlandia, Brandenburg Gate di Berlin, Eiffel Tower di Paris, Kremlin and Red Square di Moskow, Bosphorus Bridge yang menghubungkan Eropa dan Asia, Burj Khalifa di Dubai, Marina Bay Sands di Singapura, dan banyak lagi.

Sejak Indonesia bergabung dalam gerakan global EARTH HOUR tahun 2009, WWF-Indonesia terus aktif memobilisasi jutaan publik Indonesia agar lebih peduli dan mau melakukan perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan untuk menanggulangi dampak perubahan iklim. Setelah enam tahun berjalan, gerakan EARTH HOUR telah menjadi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia, baik sebagai aksi di ruang terbuka maupun mobilisasi digital, yang melibatkan komunitas dari Aceh hingga Sulawesi. Setelah tahun lalu didukung oleh 31 kota, tahun ini 34 kota menyatakan partisipasinya dalam aksi EARTH HOUR, yaitu: Banda Aceh, Lhokseumawe, Padang, Palembang, Pekanbaru, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Yogyakarta, Semarang, Solo, Malang, Kota Batu, Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Madiun, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Sangatta, Palu, Sorowako, Makassar dan Ambon.

GBC Indonesia mendukung gerakan ini, dan menganjurkan kepada semua pemilik gedung dan bangunan untuk melaksanakan gerakan EARTH HOUR.

Lebih lanjut terkait dengan gerakan EARTH HOUR serta cara untuk berperan serta, silahkan klik link berikut ini

-ang-

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *