2018-NYG-01

PRESS RELEASE

Setiap awal tahun, Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) mengadakan acara bagi para anggotanya sebagai suatu bentuk persiapan menghadapi tantangan pada tahun berjalan. Selain sebagai ajang keakraban antar anggota GBC Indonesia dan juga pendukung bangunan hijau di Indonesia, acara ini digunakan sebagai tempat berbagi informasi terbaru mengenai penerapan bangunan hijau di Indonesia.

Pada tahun ini, GBC Indonesia membawakan tiga paparan terkait dengan tantangan dan upaya percepatan Indonesia yang berkelanjutan. Paparan pertama dibawakan oleh Chairperson GBC Indonesia, ibu Naning Adiwoso mengenai tantangan dan isu prioritas pada tahun ke depan. Hal yang perlu dijadikan perhatian adalah isu kesehatan dan peningkatan kuaitas manusia. Mulai pada tahun 2020 mendatang, segala sesuatu bukan saja harus ramah terhadap lingkungan, tetapi harus juga memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan manusia yang berada di sekitarnya. Perkembangan penduduk dan perubahan iklim akan memberikan dampak besar, khususnya di sektor aviasi dan pariwisata. Ketahanan pangan juga menjadi isu penting yang harus dicarikan solusi.

2018-NYG-02

Pembicara kedua adalah Mr. Autif Sayyed, Green Building Specialist dari International Finance Corporation. Beliau memberikan paparan terkait dengan keuntungan yang didapatkan oleh pemilik bangunan hijau dibandingkan dengan bangunan biasa. Beberapa contoh kasus nyata menggambarkan bahwa pemilik bangunan hijau mendapatkan keuntungan dari sisi finansial, peningkatan kualitas kesehatan penghuni, serta pemasaran.

Pembicara ketiga adalah Bapak Edi Setijawan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beliau memberikan paparan mengenai kebijakan pemerintah Indonesia di sektor keuangan terkait bidang keberlanjutan di Indonesia. Melalui Bapak Edi, diketahui bahwa pada tahun 2017 telah dikeluarkan regulasi OJK (Peraturan OJK no. 51 & 60 tahun 2017) terkait dengan Keuangan Berkelanjutan dan Green Bond. Aturan ini kelak yang akan mendorong pelaku perbankan dan institusi keuangan untuk melakukan pembiayaan bagi kegiatan-kegiatan berorientasi lingkungan. Sektor-sektor yang potensial untuk mendapat pembiayaan adalah infrastruktur, energi baru terbarukan dan efisiensi energy, agrikultur dan perikanan, sektor pariwisata, serta bisnis kecil dan menengah.

Tahun 2018 juga akan ada beberapa program khusus, yaitu Pelatihan mengenai Green Airport, Seminar Urbanscape & Greeneries  dan pembukaan pendaftaran bagi pelaku bisnis dan pemilik bangunan untuk ikut serta dalam Asia Pacific Awards 2018. Informasi mengenai hal ini dapat menghubungi GBC Indonesia atau melihat dalam website kami di www.gbcindonesia.org. GBC Indonesia pun menutup acara dengan pertunjukan istimewa dari seluruh staff GBC Indonesia. Video pertunjukan ini dapat dilihat pada tautan berikut https://www.youtube.com/watch?v=vt8YKmyLOS8

Info lebih lanjut bisa menghubungi Anggita di fe.anggita@gbcindonesia.org atau (M) +62 819 317 47 391

***