Rabu, 10 April 2019 – Sebagai tindak lanjut dari peluncuran studi “Measuring What Matters, Green Building Impact in Indonesia” GBC Indonesia berkolaborasi dengan IFC menyelenggarakan “1st Green CEO Breakfast”. Acara dilaksanakan pada tanggal 10 April 2019 bertempat di Boardroom Bimasena The Dharmawangsa.

Pada acara ini dibahas lebih mendalam pengalaman dari gedung-gedung yang telah tersertifikasi GREENSHIP dan EDGE dalam membangun dan mengelola green building yang belum diketahui orang banyak, serta bagaimana semangat mereka dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip green building pada gedung mereka. Menghadirkan pembicara yang sangat berpengalaman di bidang green building seperti Ibu Arista Dharsono dari Asia Green Real Estate, Bapak Taufiq Hidayat dari Ciputra, dan Bapak Tirta Mazli dari PT. PP (Persero), dipandu langsung oleh Bapak Iwan Prijanto, Chairperson Green Building Council Indonesia, sebagai moderator.

Sesuai dengan judulnya, CEO Breakfast, acara ini dihadiri oleh para pengambil keputusan dari berbagai perusahaan. Masih akan banyak CEO Breakfast yang diselenggarakan di masa yang akan datang. Pastikan anda mengikuti seri CEO Breakfast selanjutnya.

1st Green CEO Breakfast terselenggara atas kerjasama Green Building Council Indonesia dan IFC.

2018-NYG-01

PRESS RELEASE

Setiap awal tahun, Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) mengadakan acara bagi para anggotanya sebagai suatu bentuk persiapan menghadapi tantangan pada tahun berjalan. Selain sebagai ajang keakraban antar anggota GBC Indonesia dan juga pendukung bangunan hijau di Indonesia, acara ini digunakan sebagai tempat berbagi informasi terbaru mengenai penerapan bangunan hijau di Indonesia.

Pada tahun ini, GBC Indonesia membawakan tiga paparan terkait dengan tantangan dan upaya percepatan Indonesia yang berkelanjutan. Paparan pertama dibawakan oleh Chairperson GBC Indonesia, ibu Naning Adiwoso mengenai tantangan dan isu prioritas pada tahun ke depan. Hal yang perlu dijadikan perhatian adalah isu kesehatan dan peningkatan kuaitas manusia. Mulai pada tahun 2020 mendatang, segala sesuatu bukan saja harus ramah terhadap lingkungan, tetapi harus juga memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan manusia yang berada di sekitarnya. Perkembangan penduduk dan perubahan iklim akan memberikan dampak besar, khususnya di sektor aviasi dan pariwisata. Ketahanan pangan juga menjadi isu penting yang harus dicarikan solusi.

2018-NYG-02

Pembicara kedua adalah Mr. Autif Sayyed, Green Building Specialist dari International Finance Corporation. Beliau memberikan paparan terkait dengan keuntungan yang didapatkan oleh pemilik bangunan hijau dibandingkan dengan bangunan biasa. Beberapa contoh kasus nyata menggambarkan bahwa pemilik bangunan hijau mendapatkan keuntungan dari sisi finansial, peningkatan kualitas kesehatan penghuni, serta pemasaran.

Pembicara ketiga adalah Bapak Edi Setijawan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beliau memberikan paparan mengenai kebijakan pemerintah Indonesia di sektor keuangan terkait bidang keberlanjutan di Indonesia. Melalui Bapak Edi, diketahui bahwa pada tahun 2017 telah dikeluarkan regulasi OJK (Peraturan OJK no. 51 & 60 tahun 2017) terkait dengan Keuangan Berkelanjutan dan Green Bond. Aturan ini kelak yang akan mendorong pelaku perbankan dan institusi keuangan untuk melakukan pembiayaan bagi kegiatan-kegiatan berorientasi lingkungan. Sektor-sektor yang potensial untuk mendapat pembiayaan adalah infrastruktur, energi baru terbarukan dan efisiensi energy, agrikultur dan perikanan, sektor pariwisata, serta bisnis kecil dan menengah.

Tahun 2018 juga akan ada beberapa program khusus, yaitu Pelatihan mengenai Green Airport, Seminar Urbanscape & Greeneries  dan pembukaan pendaftaran bagi pelaku bisnis dan pemilik bangunan untuk ikut serta dalam Asia Pacific Awards 2018. Informasi mengenai hal ini dapat menghubungi GBC Indonesia atau melihat dalam website kami di www.gbcindonesia.org. GBC Indonesia pun menutup acara dengan pertunjukan istimewa dari seluruh staff GBC Indonesia. Video pertunjukan ini dapat dilihat pada tautan berikut https://www.youtube.com/watch?v=vt8YKmyLOS8

Info lebih lanjut bisa menghubungi Anggita di fe.anggita@gbcindonesia.org atau (M) +62 819 317 47 391

***