World Green Building Week adalah suatu event tahunan yang diselenggarakan oleh World Green Building Council untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pada berbagai isu keberlanjutan terutama di industri bangunan. Pada tahun ini, World Green Building Week mengangkat tema #BuildingLife yang akan membahas tentang seluruh daur hidup dari bangunan dan dampaknya pada lingkungan. World Green Building Week akan diramaikan dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh seluruh anggota World Green Building Council di seluruh dunia.

Memeriahkan World Green Building Week 2019, Green Building Council Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan GBCIdeas 2019. Apa yang berbeda dari GBCIdeas dari acara-acara sebelumnya yang pernah diselenggarakan oleh GBC Indonesia? Pada GBCIdeas, seluruh pembicara didapatkan dengan proses screening hasil pemasukan ide dari para pembicara sendiri, yang pada acara ini kami menyebutnya para Idea Contributor. Siapakah mereka? Idea Contributor dapat muncul dari berbagai kalangan mulai dari anak kecil hingga dewasa, murid sekolah hingga professional. Siapapun bisa untuk memasukkan ide mereka di GBCIdeas. Ide-ide terbaik akan dipilih oleh para expert dari GBC Indonesia dan akan ditampilkan pada acara puncak GBC Ideas 2019.

Catat waktunya! GBC Ideas akan diselenggarakan pada hari Selasa, 24 September 2019 pada pukul 13.00-17.00 WIB di Rumah Kreasi CGV fx. Kalian harus datang karena di sini lah ide-ide baru dan inovatif akan lahir dan berpotensi untuk mengubah arah perkembangan isu keberlanjutan menjadi lebih baik.

Untuk membeli tiket GBCIdeas 2019 dapat melalui link berikut ini.

http://gbcindonesia.org/gbcideas

Tempat terbatas, segera daftarkan diri kamu di GBCIdeas 2019. Semua penonton yang hadir akan diberikan sertifikat oleh GBC Indonesia, dan bagi para GP tersedia KUM sebesar 4 poin.

Jika ingin tahu lebih lanjut mengenai World Green Building Week 2019, silahkan kunjungi website World Green Building Week berikut ini

https://www.worldgbc.org/worldgreenbuildingweek

COP24 adalah Konferensi ke 24 dari organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dihadiri oleh seluruh negara di dunia untuk membahas masalah Perubahan Cuaca (Climate Change) yang salah satu agenda utamanya adalah mengupayakan agar kenaikan rata-rata temperatur bumi tidak lebih dari 2 derajat Celcius pada tahun 2050, bahkan pada Konferensi ke 21 pagu nya adalah pada tahun 2030 kenaikan suhu bumi dipatok tidak lebih dari 1.5 derajat Celcius. Konsekwensi dari kenaikan rata-rata temperatur bumi akan mengakibatkan kelangsung kehidupan di bumi terganggu. Sebagai contoh akibat kenaikan suhu bumi, adalah terjadi hujan yang ekstrim lebat di sebagian wilayah Indonesia dan di wilayah Indonesia lainnya kekurangan hujan atau anging puting beliung yang terjadi di tahun 1960an tidak sampai mengangkat atap rumah, maka belakangan ini angin puting beliung memperporakkan atap-atap bangunan sederhana. Hujan lebat yang terjadi dibarengin angin yang kencang dan kuat menumbangkan beberapa pohon-pohon.

Untuk mengantisipasi permasalahan ini salah satu organisasi PBB yaitu Intergovernental Panel on Climate Change (IPCC), yang Indonesia menjadi anggota dan melibatkan para ahli Indonesia dalam mengidentifikasi, merumuskan dan memberi masukan berdasar hasil-hasil penelitian dari seluruh dunia agar dapat menjadi dasar penyesuaian kebijaksanaan negara-negara di seluruh dunia dalam menanggapi Climate Change.Continue reading

3 December 2018.

Kesepakatan Kerjasama (MoU) antara GBC Indonesia-BALI & Universitas Udayana ditanda-tangani oleh Rektor Prof. Dr. dr. AA. Raka Sudevi, Sp.S, Wakil Rektor IV, Prof. Dr. I.B. Wyasa Putra, SH, M.Hum. Dekan Fakultas Teknik, Prof. Ir. Ngakan PG Suantara, MT., Ph.D, Ketua GBCI-BALI, Putu Agung Prianta, COO GBC Indonesia-Bali & Rep. Officer GBC Indonesia untuk Wilayah Bali, DK Halim, Ph.D, GP.

Disaksikan Ketua Jurusan Arsitektur UNUD, Prof. Dr. Ir. AA. Oka Saraswati, MT, Ketua IAI Bali, Kadek Pranajaya, ST, MT, IAI Sekretaris IAI Bali, Made Gede Suryanata, ST, IAI.

PUBLIC LECTURE oleh DK Halim, PhD, GP: “THE ROLE OF GBCI-BALI IN ASSISTING THE ISLAND TO REALIZE SUSTAINABLE DEVELOPMENT”.