Green Building Council Indonesia hadir sebagai salah satu international delegates pada acara Green Design International Conference & Green Design Award yang berlangsung di Taipei, 20 Juli 2019. Pada acara ini berlangsung dua acara yaitu Green Design International Conference yang membahas mengenai sertifikasi Green Design di Taiwan, dan juga Green Design Award 2019 yang memberikan penghargaan kepada berbagai proyek tersertifikasi green design serta penghargaan kepada para pelaku yang telah melakukan sertifikasi green design pada proyek yang dikerjakan.

Green Design adalah salah satu sistem sertifikasi yang berfokus pada bidang interior bangunan, di mana penekanan sertifikasi terdapat pada bagian kesehatan dalam ruang dan kualitas udara dalam ruang. Lingkupnya untuk bangunan baru atau terbangun, dengan lingkup pada 4 tahap yaitu, tahap desain, tahap pemilihan material, tahap konstruksi, tahap penyelesaian. Dalam implementasinya, Green Design mempunyai Green Design AP sebagai ahli dalam penerapan Sertifikasi Green Design, yang saat ini sudah terdapat 152 Green Design AP tersertifikasi di Taiwan.

Selain menyediakan suatu perangkat penilaian untuk interior bangunan, Green Design juga menetapkan standar untuk material-material ramah lingkungan yang cocok untuk mendukung kualitas udara dalam ruang yang baik. Hal ini merupakan suatu langkah yang baik karena secara terintegrasi menyediakan berbagai pilihan material yang sesuai dengan perangkat penilaian, sehingga bangunan yang ingin tersertifikasi tidak perlu bingung untuk memilih.

Saat ini Green Design beroperasi di Taiwan dan saat ini sedang berekspansi ke Thailand. Green Design sendiri menetapkan target untuk bisa menjangkan lebih banyak lagi negara di Asia Pasifik yang menerapkan sertifikasi Green Design, termasuk di Indonesia. Pada akhir tahun 2019 ini akan diadakan Green Design International Summit 2019 di Thailand.

World Green Building Week adalah suatu event tahunan yang diselenggarakan oleh World Green Building Council untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pada berbagai isu keberlanjutan terutama di industri bangunan. Pada tahun ini, World Green Building Week mengangkat tema #BuildingLife yang akan membahas tentang seluruh daur hidup dari bangunan dan dampaknya pada lingkungan. World Green Building Week akan diramaikan dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh seluruh anggota World Green Building Council di seluruh dunia.

Memeriahkan World Green Building Week 2019, Green Building Council Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan GBCIdeas 2019. Apa yang berbeda dari GBCIdeas dari acara-acara sebelumnya yang pernah diselenggarakan oleh GBC Indonesia? Pada GBCIdeas, seluruh pembicara didapatkan dengan proses screening hasil pemasukan ide dari para pembicara sendiri, yang pada acara ini kami menyebutnya para Idea Contributor. Siapakah mereka? Idea Contributor dapat muncul dari berbagai kalangan mulai dari anak kecil hingga dewasa, murid sekolah hingga professional. Siapapun bisa untuk memasukkan ide mereka di GBCIdeas. Ide-ide terbaik akan dipilih oleh para expert dari GBC Indonesia dan akan ditampilkan pada acara puncak GBC Ideas 2019.

Catat waktunya! GBC Ideas akan diselenggarakan pada hari Selasa, 24 September 2019 pada pukul 13.00-17.00 WIB di Rumah Kreasi CGV fx. Kalian harus datang karena di sini lah ide-ide baru dan inovatif akan lahir dan berpotensi untuk mengubah arah perkembangan isu keberlanjutan menjadi lebih baik.

Untuk membeli tiket GBCIdeas 2019 dapat melalui link berikut ini.

http://gbcindonesia.org/gbcideas

Tempat terbatas, segera daftarkan diri kamu di GBCIdeas 2019. Semua penonton yang hadir akan diberikan sertifikat oleh GBC Indonesia, dan bagi para GP tersedia KUM sebesar 4 poin.

Jika ingin tahu lebih lanjut mengenai World Green Building Week 2019, silahkan kunjungi website World Green Building Week berikut ini

https://www.worldgbc.org/worldgreenbuildingweek

COP24 adalah Konferensi ke 24 dari organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dihadiri oleh seluruh negara di dunia untuk membahas masalah Perubahan Cuaca (Climate Change) yang salah satu agenda utamanya adalah mengupayakan agar kenaikan rata-rata temperatur bumi tidak lebih dari 2 derajat Celcius pada tahun 2050, bahkan pada Konferensi ke 21 pagu nya adalah pada tahun 2030 kenaikan suhu bumi dipatok tidak lebih dari 1.5 derajat Celcius. Konsekwensi dari kenaikan rata-rata temperatur bumi akan mengakibatkan kelangsung kehidupan di bumi terganggu. Sebagai contoh akibat kenaikan suhu bumi, adalah terjadi hujan yang ekstrim lebat di sebagian wilayah Indonesia dan di wilayah Indonesia lainnya kekurangan hujan atau anging puting beliung yang terjadi di tahun 1960an tidak sampai mengangkat atap rumah, maka belakangan ini angin puting beliung memperporakkan atap-atap bangunan sederhana. Hujan lebat yang terjadi dibarengin angin yang kencang dan kuat menumbangkan beberapa pohon-pohon.

Untuk mengantisipasi permasalahan ini salah satu organisasi PBB yaitu Intergovernental Panel on Climate Change (IPCC), yang Indonesia menjadi anggota dan melibatkan para ahli Indonesia dalam mengidentifikasi, merumuskan dan memberi masukan berdasar hasil-hasil penelitian dari seluruh dunia agar dapat menjadi dasar penyesuaian kebijaksanaan negara-negara di seluruh dunia dalam menanggapi Climate Change.Continue reading

Jumat, 5 April 2019 – Pada acara Innovation Day yang diselenggarakan oleh Schneider Indonesia di Hotel Fairmont Jakarta, GBC Indonesia mendapat kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada beberapa gedung yang telah tersertifikasi menggunakan perangkat penilaian GREENSHIP. Apresiasi ini diberikan atas pencapaian gedung-gedung tersebut pada berbagai macam aspek penilaian, mulai dari perencanaan tapak, konservasi energi, konservasi air, hingga gedung-gedung yang mendapatkan poin terbanyak pada masing-masing klasifikasi gedung yaitu New Building, Existing Building, dan Interior Space. Selain diberikan apresiasi kepada gedung-gedung yang tersertifikasi GREENSHIP, apresiasi juga diberikan kepada perusahaan yang menunjukkan komitmen paling besar dalam pengaplikasian GREENSHIP pada proyek-proyeknya, dengan menerima “Appreciation of Certification Leadership

Berikut daftar lengkap penerima Green Building Appreciation:

Appreciation on Site Planning and Development Green Office Park 9
Appreciation on Energy Efficiency Gedung Utama KemenPUPR
Appreciation on Water Conservation South Quarter
Appreciation on Environmental Friendly Material Selection Dusaspun Gunung Putri
Appreciation on User Friendly Building Sampoerna Strategic Square
Appreciation for The Most Comitted and Improved Building Alamanda Tower
Appreciation of Certification Leadership PT. PP (Persero)
Appreciation for The Highest Score for GREENSHIP IS PT. AIA Financial
Appreciation for The Highest Score for GREENSHIP EB Menara BCA PT. Grand Indonesia
Appreciation for The Highest Score for GREENSHIP NB Dusaspun Gunung Putri

Diharapkan dengan pemberian apresiasi ini akan lebih banyak pihak terpacu untuk memberikan dampak yang lebih besar pada lingkungan melalui gedung yang dibangun, termasuk juga pada pihak yang telah diapresiasi untuk memberikan dampak yang lebih baik lagi. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pencapaian gedung-gedung di atas sehingga layak diberi apresiasi, silahkan pantau media sosial GBC Indonesia untuk pembahasan lebih mendalam.

Green Building Appreciation dipersembahkan oleh Green Building Council Indonesia dengan dukungan dari PT. Schneider Indonesia.

SELENGGARAKAN SEMINAR NASIONAL BAHAS “ PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI KERAMIK INDONESIA PASCA DIBERLAKUKANNYA SAFEGUARD ”

 

Jakarta, 14 Maret 2019  –  Hadirkan  puluhan produsen keramik ternama Indonesia beserta industry pendukung dalam dan luar negeri,  Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) bekerjasama dengan Reed Panorama Exhibitions (RPE)  mempertegas eksistensinya sebagai penyelenggara pameran keramik terbesar di Indonesia.  “KERAMIKA 2019”, resmi dibuka hari ini oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto didampingi oleh Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto dan General Manager Reed Panorama Exhibitions, Steven Chwee.

KERAMIKA 2019  akan berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 14 – 17 Maret 2019, di Hall A & B, Jakarta Convention Center, mulai jam 10.00 – 20.00 WIB, Terbuka untuk umum.

Perkembangan produksi keramik tile (lantai dan dinding) dalam lima tahun terakhir (2013-2017) meningkat rata rata 10,3% per tahun, dari  247.52 juta M2 ditahun 2013 menjadi 366,59 juta M2 ditahun 2017. Dimana pada tahun 2013 ekspor keramik tile sebanyak 36.85 juta meter kubik (M2) dengan nilai US$ 44,22 juta ditahun 2017 ekspornya meningkat menjadi 51,69 juta M2 senilai US$ 75,87 juta. Dengan Negera tujuan terbesar adalah Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Taiwan, Australia dan Amerika Serikat.*)

Meningkatnya produksi ini akibat adanya ekspansi yang dilakukan oleh beberapa produsen keramik , kita tahu keramik Indonesia sangat digemari di pasar International. Namun untuk pasar dalam negeri, maraknya arus impor dari Tiongkok,Vietnam dan India serta mahalnya harga gas, kurs rupiah yang belum stabil dan turunnya bea masuk impor membuat Industri ini sulit berkembang.

Namun dengan diberlakukannya Safeguard ada angin segar yang dirasakan oleh para pelaku Industri Keramik untuk terus berkembang guna memenuhi pasar dalam negeri yang cukup besar.

*) sumber : https://www.cdmione.com/potensi-bisnis-industri-keramik-di-indonesia

Edy Suyanto, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) mengatakan bahwa sebagai produsen keramik Indonesia kita mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar dalam negeri, namun untuk itu diperlukan kepercayaan dari para pelaku usaha dan  pemilik property di Indonesia untuk memilih keramik buatan Indonesia sebagai pilihan utama.

Oleh karena itu guna meningkatkan daya saing industry keramik Indonesia setelah pemberlakuan safeguard dan kesiapan industry keramik memasuki era revolusi industry 4.0, kami bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kamar Dagang dan Industry Indonesia (KADIN), Arsitek Indonesia, Akademisi dan praktisi menyelenggarakan Seminar Nasional, tambah Edy.Continue reading