futurarch-web

Ajang bergengsi tahunan FutrurArc Prize (FAP) 2019, FuturArc Green Leadership Award (FGLA) 2019, dan Interior Design Awards (IDA) 2019 telah kembali! Kompetisi-kompetisi ini sudah mulai digelar pada pertengahan September 2018 lalu.

FUTURARC PRIZE 2019

FUTURARC PRIZE (www.futurarcprize.com) mencari ide desain yang inovatif dan berwawasan ke depan untuk Asia. Kompetisi ini menawarkan platform untuk rofessional dan mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan melalui imajinasi peserta untuk mampu menangkap visi masa depan yang berkelanjutan.

100,000 orang dalam 1 kilometer persegi

FuturArc Prize 2019 meminta anda untuk menyelidiki apa artinya hidup / bagaimana hidup dalam kepadatan 100.000 orang dalam 1 kilometer persegi.

Hal-hal yang harus dirancang dalam lingkungan tersebut:

  1. Menghasilkan energi, air, dan makanan
  2. Menawarkan ruang publik yang inklusif dan dapat diakses untuk semua kelompok masyarakat
  3. Menawarkan ruang untuk spesies non-manusia dan dapat melakukan ekosistemnya
  4. Melibatkan kota yang lebih luas dengan cara yang positif dan bersahaja

Pemilihan lokasi merupakan keputusan setiap peserta dan dapat dijelaskan saat mengirimkan submission. Lokasi harus berada di Asia atau Australia. Peserta harus mengirimkan sesuai template yang tersedia di situs kompetisi.

Total Hadiah:

Profesional: Mahasiswa:
Juara 1: S$15,000 Juara 1: S$10,000
Juara 2: S$8,000 Juara 2: S$5,000
Juara 3: S$4,000 Juara 3: S$2,000

– – – – –

FUTURARC GREEN LEADERSHIP AWARD 2019

FUTURARC GREEN LEADERSHIP AWARD (www.futurarcgreenleadershipaward.com) mencari bangunan yang inovatif dan bertanggung jawab secara ekologis di Asia. Kompetisi ini mengajak tim di balik proyek yang telah rampung, yang terdiri dari pengembang, konsultan, arsitek, dan kontraktor yang secara kolektif telah mendorong and mendefinisikan bangunan hijau di Asia.

Pada ajang 2019 ini tujuannya adalah mencari proyek bangunan hijau—baik berupa bangunan baru, restorasi, rehabilitasi maupun gubah fungsi—yang harus diselesaikan sebelum 31 Desember 2018. Proyek ini harus berlokasi di Asia atau Australia.

Enam kategori bangunan yang dicari adalah:

  1. Hunian – Rumah Perorangan
  2. Hunian – Perumahan
  3. Komersial
  4. Kelembagaan
  5. Perkotaan *
  6. Inklusi-Sosial **

*Kategori perkotaan mencakup proyek-proyek besar, seperti kota kecil atau lingkungan di mana adanya jaringan antar ruang atau elemen perkotaan lainnya yang penting demi berfungsinya pembangunan. Selain masterplan, kategori ini dapat diterapkan untuk infrastruktur, seperti taman, jalan, sistem transit, dll.

 

**Pengembangan inklusif secara sosial adalah proyek-proyek yang memiliki agenda sosial yang kuat, seperti isu kesetaraan sosial, ikatan masyarakat, mata pencaharian, partisipasi stakeholder melalui desain, dll.

 

Dalam kasus pengembangan bangunan mixed-use (misalnya campuran bangunan komersial dan residensial), kategori yang dipilih harus mencerminkan program yang dominan, diukur dari persentase total luas lantai.

 

 

Juri akan mencari tahu bagaimana proyek tersebut dapat memberikan hasil yang spesifik. Peserta harus mengajukan satu kasus yang dapat memuat sebanyak-banyaknya dari kriteria berikut:

  1. Ketahanan (Resilience) | Pengelolaan efektifitas air, energi, material | Ketergantungan pada sumber daya terbarukan | Pendekatan cradle-to-cradle | Pemeriksaan masa depan
  2. Kesehatan (Wellness)| Kebutuhan fisik, psikologis, dan emosional pengguna | Mengatasi aspirasi individu dan komunitas | Keterlibatan stakeholder
  3. Keterikatan (Embeddedness) | Pelestarian komunitas, sejarah, dan tempat | Kepercayaan pada keterampilan lokal dan kemampuannya
  4. Ekosistem (Ecosystems)| Perbaikan dan regenerasi sistem perkotaan atau sistem alami | Produksi pangan yang berkelanjutan dan pelestarian nutrisi | Perlindungan dan peningkatan keanekaragaman hayati dan habitat | Mitigasi perubahan iklim
  5. Replikabilitas (Replicability)| Berpotensi untuk diaplikasikan secara luas | Efek berganda pada skala komunitas, daerah sekitar atau kota

 

Peserta harus mengirim dengan menggunakan template yang disediakan di situs kompetisi.

Penghargaan Regional

Pemenang FuturArc Prize dan FuturArc Green Leadership Award akan diundang dalam acara BCI Asia Awards Ceremony 2019 (Mei-Juni 2019), acara gala yang terbaik dari arsitektur, bangunan, dan industri konstruksi di seluruh tujuh negara yang masuk dalam regional BCI Asia. Total jumlah undangan lebih dari 2.500. Pemenang dan proyek pemenang akan muncul di majalah FuturArc, serta situs web dan media sosial. FuturArc adalah media terkemuka arsitektur dan desain hijau di Asia.

– – – – –

BCI ASIA INTERIOR DESIGN AWARDS

BCI ASIA INTERIOR DESIGN AWARDS (www.bciasiaidawards.com) berusaha untuk mengidentifikasi desain interior yang luar biasa menonjol secara estetika, fungsi, dan ergonomi. Tahun ini, Interior Design Awards 2019 telah memperluas cakupan proyeknya menjadi 7 kategori di 7 negara. Tidak hanya luar biasa dalam desain, namun juga mampu mencakup fungsi-fungsi spasial dengan baik, serta meningkatkan kenyamanan penghuni, kesehatan, dan kesejahteraan.

Desain interior yang sangat baik dalam lansekap perkotaan dengan menciptakan ruang yang hidup dan nyaman.

Interior merupakan bagian integral dari pengalaman hidup, bermain, dan bekerja seseorang, di mana sebuah desain interior telah melampaui nilai-nilai estetika atau fungsi semata. Interior Design Awards berusaha untuk mengidentifikasi desain arsitektur interior yang luar biasa menonjol secara estetika, fungsi, dan ergonomi. Kompetisi ini juga merupakan peluang bagi para peserta untuk membangkitkan kesadaran terhadap desain yang bertanggung jawab kepada manusia, ekonomi, lingkungan, etika, dan pentingnya desain yang baik dalam masyarakat.

Pengajuan

Proyek yang dikirimkan harus dalam:

  • Tahap konsep: Untuk diselesaikan pada atau sebelum 31 Desember 2019 ATAU
    • Selesai: dalam kurun waktu 1 Januari 2017 hingga 31 Desember 2018

7 Negara
Indonesia; Filipina; Thailand; Malaysia; Singapura; Vietnam; and Hong Kong
(Proyek akan dikompetisikan berdasarkan lokasi mereka di 7 negara)

7 Kategori

Tempat tinggal (Living); Belajar (Learning); Kerja (Working); Ritel (Retailing); Makan (Dining); Penginapan (Lodging); Bersosialisasi (Socialising)

Desain-desain terbaik akan dipilih sesuai dengan kriteria bobot pertimbangan (20% masing-masing) dalam poin berikut:

Desain spasial: penggunaan ruang, kemudahan bagi pengguna, dan aspek-aspek fungsional

Kenyamanan: ergonomi, aspek-aspek emosional, dan well-being

Estetika: tampilan ruang

Inovasi: penggunaan teknologi atau ide-ide kreatif dan pertimbangan-pertimbangan terhadap lingkungan

Efisiensi terhadap realisasi: kepraktisan dan kemudahan aktualisasi

Peserta harus mengirimkan dengan template yang telah disediakan di situs kompetisi.

 

Para pemenang BCI Asia Interior Design Awards di setiap negara akan diundang dalam BCI Asia Awards Ceremony 2019 (Mei-Juni 2019), acara gala yang terbaik dari arsitektur, bangunan, dan industri konstruksi di seluruh tujuh negara yang masuk dalam regional BCI Asia. Total jumlah undangan lebih dari 2.500. Pemenang dan proyek pemenang akan muncul di majalah Construction+, serta situs web (www.constructionplusasia.com) dan saluran media sosial. Construction+ adalah majalah yang banyak dibaca yang menjangkau semua industri profesional di Hong Kong, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Situs kompetisi sudah dibuka dengan detail tentang persyaratan dan kriteria pengiriman di: www.bciasiaidawards.com.

Tanggal penutupan untuk pendaftaran dan pengiriman online: 31 Desember 2018.

urbanscape

Green Building Council Indonesia menjadi host dalam acara EXPO URBANSCAPE & Greenery 2018 – pameran dan konferensi yang khusus menyoroti sektor lansekap dan penghijauan bagi area perkotaan, yang diadakan pada tanggal 19 – 21 Juli 2018 di Jakarta International Expo. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Media Artha Sentosa ( PT MAS) ini mengangkat tema “Rethinking Landscape Toward Sustainable Community”.

Dengan meningkatnya jumlah populasi yang bermukim di area perkotaan, semakin terjadi pergeseran keseimbangan ekologi dalam lingkungan. Bangunan – bangunan beton menggantikan habitat alami, peningkatan emisi karbon dan polusi udara berujung pada perubahan iklim, krisis air dan timbulnya berbagai penyakit. Data Organisasi Kesehatan Dunia – WHO menyatakan 80% penduduk yang tinggal di area perkotaan dihadapkan pada kualitas udara yang buruk setiap harinya. Selain itu, krisis air yang melanda dunia mencatat Jakarta pada peringkat ke-5.

Salah satu upaya yang dijalankan oleh pemerintah adalah penghijauan dan pengembangan ruang terbuka hijau untuk membantu mengembalikan  keseimbangan ekologi dan mengurangi dampak polusi serta emisi karbon. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI telah memulai prakarsa ini dengan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) bersama pemerintah kota dan kabupaten yang bertujuan mewujudkan ruang perkotaan yang lebih berkualitas serta diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara perkotaan yang lebih sehat.

“EXPO URBANSCAPE & Greenery ini merupakan kegiatan pertama dan satu – satunya di Indonesia yang memberikan fokus pada pengembangan lansekap dan penghijauan khususnya di area perkotaan. Dari sisi pamerannya, acara ini menghadirkan para supplier sektor lansekap baik produk maupun jasa untuk bertemu dengan buyers yang tepat, seperti pengembang / developer, pemerintah kota / kabupaten, arsitek dan desainer lansekap. Namun, diharapkan EXPO URBANSCAPE & Greenery ini dapat memberikan ide dan  inspirasi bagi masyarakat dan komunitas terkait untuk memulai penghijauan di ruang tinggal dan kerja mereka. Tidak selalu diperlukan taman yang luas,  bahkan kita bisa memulai penghijauan di cubicle kerja kita. Konferensi utama EXPO URBANSCAPE & Greenery juga menghadirkan pembicara – pembicara terkemuka dan pakar di bidangnya yang akan membahas urbanscape secara makro dan mikro.” kata Teddy Halim, Direktur PT MAS.

Setelah acara konferensi selama 2 hari (19 – 20 Juli 2018) kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Ekskursi Tour pada tanggal 21 Juli 2018. Kegiatan ini diadakan di 2 lokasi tujuan, yaitu di salah satu gedung yang telah tersertifikasi GREENSHIP yaitu Green Office Park (GOP 9), BSD dilanjutkan ke Taman Tematik Tangerang.

“Urbanscape dan generasi millennial mempunyai keterikatan yang kuat. Dengan proporsi demografi terbesar di Indonesia pada tahun 2020, generasi millennial akan berperan mengubah urbanscape perkotaan di Indonesia. Dengan preferensi generasi millennial untuk pindah ke kota, akan memicu urbanisasi. Adanya potensi masalah – masalah yang ditimbulkan oleh urbanisasi mengharuskan perencanaan urbanscape yang bisa mengakomodir kebutuhan kota yang berkelanjutan.” kata Naning Adiwoso, Chairperson dari Green Building Council Indonesia.

Asosiasi Pendidikan Arsitektur Lansekap Indonesia (APALI) sebagai organisasi yang spesifik pada pendidikan arsitektur lansekap juga selalu mendorong para mahasiswa dan alumninya untuk terus kreatif dan memanfaatkan talenta mereka dalam mengembangkan lansekap perkotaan. Salah satu contohnya adalah dengan kegiatan Sayembara Desain Taman & Ruang Terbuka Publik yang diadakan bertepatan dengan EXPO URBANSCAPE & Greenery 2018 ini. Dengan dukungan dari pemerintah propinsi DKI Jakarta, mereka mendapat area lahan yang dapat dikaryakan menjadi lansekap kota. Para mahasiswa sangat antusias dengan kegiatan ini  dan para pemenang sayembara ini telah diumumkan pada akhir acara conference.

Dalam EXPO URBANSCAPE & Greenery 2018 diikuti oleh sekitar 70 peserta pameran termasuk partisipasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Green Pavilion dari GBC Indonesia dan Pavilion P2KH yang diikuti oleh beberapa kabupaten / kota di Indonesia.

Terima kasih bagi para pendukung acara sehingga seluruh rangkaian kegiatan dalam acara ini dapat berjalan dengan sukses. Sampai jumpa di EXPO URBANSCAPE & Greenery 2020.

Salam hijau lestari!

—–