Rumah Ramah Lingkungan Awal Keberlanjutan – Pencapaian 5 tahun GBC Indonesia

Gbr. 1 Dewan Pengarah GBC Indonesia menerima pin GBC Indonesia sebagai apresiasi terhadap dukungan Founding Member terhadap GBC Indonesia

Gbr. 1 Dewan Pengarah GBC Indonesia menerima pin GBC Indonesia sebagai apresiasi terhadap dukungan Founding Member terhadap GBC Indonesia

Pada tahun 2009, beberapa profesional di Indonesia merasa resah. Salah satu perusahaan manajemen gedung mendapat permintaan untuk gedung bersertifikat “green building“, sedangkan di Indonesia sendiri belum ada gedung yang menyandang sertifikat tersebut. Beberapa profesional lain kemudian memberikan informasi, bahwa sebuah gedung memiliki kontribusi hingga 33% dari total emisi gas rumah kaca. Sebuah jumlah yang cukup besar jika dilihat dari pesatnya pertumbuhan bangunan di Indonesia. Sejak tahun 2012, perkembangan pasar konstruksi nasional mengalami peningkatan signifikan. Tahun 2014 diperkirakan perputaran uang di sektor ini mencapai Rp. 407 trilliun.

Menjawab keresahan ini, sekumpulan profesional bersama dengan perusahaan-perusahaan yang peduli bergabung bersama dan mendirikan konsil bangunan hijau Indonesia atau Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia). GBC Indonesia menginduk pada World Green Building Council (WorldGBC) dimana hanya ada satu Green Building Council di setiap negara. Pada 9 September 2009 GBC Indonesia secara resmi berdiri Pada 9 September 2009 GBC Indonesia secara resmi berdiri di Indonesia, dengan 50 profesional serta 21 perusahaan yang tergabung sebagai Founding Member.

Selama 5 tahun, GBC Indonesia terus melakukan diseminasi kepada masyarakat melalui acara seminar, pelatihan, pengembangan perangkat tolok ukur GREENSHIP maupun sertifikasi bangunan.

 

1 Artikel Bisnis.com “Pasar Konstruksi 2014 Capai Rp 407 Triliun”

 

Pada 9 September 2014, GBC Indonesia mengadakan sebuah acara sebagai peringatan 5 tahun GBC Indonesia dengan judul “Pencapaian 5 tahun GBC Indonesia – Rumah Ramah Lingkungan Awal Keberlanjutan. Acara dibuka dengan sambutan dari ibu Naning Adiwoso selaku Chairperson GBC Indonesia. Dalam sambutannya, ibu Naning Adiwoso memaparkan secara singkat pencapaian-pencapaian GBC Indonesia dalam 5 tahun berdirinya. Beberapa kegiatan serta program-program yang dilakukan GBC Indonesia antara lain pelatihan GREENSHIP Associate & GREENSHIP Profesional, pembuatan rating tools GREENSHIP, diseminasi kepada pelaku industri bangunan dan masyarakat umum melalui seminar dan event-event serupa, serta sertifikasi bangunan dengan GREENSHIP.

Gbr. 2  Chairperson GBC Indonesia, Naning Adiwoso memberikan kata sambutan

Gbr. 2 Chairperson GBC Indonesia, Naning Adiwoso memberikan kata sambutan

Acara kemudian dilanjutkan dengan talk-show oleh narasumber perwakilan dari stake-holder GBC Indonesia.

Dipandu oleh Bapak Surendro selaku Manager Rating GBC Indonesia, para narasumber yang terdiri dari : perwakilan Bangunan Sertifikasi GREENSHIP – Bapak Eko Sapto Cahyono, Pacific Place; perwakilan Pemerintah – Bapak Arief Sabaruddin, Pusat Pengembangan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum; perwakilan Core Founder GBC Indonesia – Bapak Ahmad Djuhara, Arsitek; perwakilan Corporate Founder GBC Indonesia – Bapak Rachmat Taufick Hardi , PT. Summarecon Agung Tbk; serta perwakilan komunitas Hijau – M. B. Junerosano (Sano), Founder & CEO Greeneration Indonesia. Dalam talkshow tersebut, para narasumber diminta untuk menceritakan mengenai alasan mereka terlibat dalam gerakan bangunan hijau yang diinisiasi oleh Green Building Council Indonesia, sejauh apa dan bentuk keterlibatan mereka, serta harapan mereka kedepan terhadap gerakan bangunan hijau di Indonesia. Dalam talkshow ini, Bapak Sano dari Greeneration Indonesia mengeluarkan mini-game yang menggambarkan kehidupan manusia modern yang jauh dari alam. Karena jarak tersebutlah, maka manusia merasa bukan bagian dari alam sehingga rasa melindungi dan menjaga semakin pudar.

Gbr. 3 Talkshow dengan narasumber stakeholder GBC

Gbr. 3 Talkshow dengan narasumber stakeholder GBC

Gbr. 4  Permainan Ibu Bumi dan Bapak Petani

Gbr. 4 Permainan Ibu Bumi dan Bapak Petani

Dalam acara ini, GBC Indonesia juga meluncurkan GREENSHIP terbaru, yaitu GREENSHIP Homes. Para narasumber talkshow pun dimintai pendapat mengenai tolok ukur ini karena beberapa dari mereka juga menjadi salah satu dari tim penyusun dari GREENSHIP Home.

GREENSHIP Homes merupakan perangkat tolok ukur untuk menilai seberapa hijau sebuah rumah tinggal. Perangkat ini dapat diakses secara online dan pemilik rumah dapat melakukan penilaian sendiri atas kondisi rumah tinggalnya atau self-assessment. Secara resmi DIrektur Rating GBC Indonesia, Bapak Prasetyoadi, memberikan paparan mengenai sekilas proses pembuatan GREENSHIP Homes serta penggunaan online assessment tersebut. Untuk mencoba penggunaan website online ini dapat mengunjungi website www.greenshiphomes.org.

Rumah ramah lingkungan adalah perwujudan praktik perencanaan, pembangunan, hingga pengelolaan gedung yang memenuhi prinsip “People, Planet, Profit”. Prinsip tersebut diwujudkan dengan melakukan pemeliharaan kesehatan dan kenyamanan dalam rumah, meminimalisasi polusi dan kerusakan alam, serta efisiensi dalam menggunakan sumber daya. Dalam lingkup rumah tinggal, prinsip-prinsip tersebut diadopsi menjadi : Adanya area untuk tanaman, pemanfaatan cahaya alami, pemanfaatan sirkulasi udara alami, penampungan dan penggunaan kembali air hujan sebagai sumber air alternatif serta penggunaan material lokal.

Gbr. 5 Bapak Prasetyoadi memberikan paparan mengenai GREENSHIP Homes

Gbr. 5 Bapak Prasetyoadi memberikan paparan mengenai GREENSHIP Homes

Akhir acara, ibu Naning Adiwoso melakukan simbolisasi pemotongan tumpeng sebagai ucapan syukur pencapaian 5 tahun GBC Indonesia. Potongan tumpeng kemudian dibagikan kepada anggota Dewan Pengarah sebagai perwakilan dari para pendiri GBC Indonesia

(ANG)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *