Rumah Hijau sebagai Solusi Rumah Sehat Untuk Merespon Pandemi COVID-19

Merebaknya pandemi COVID-19 merupakan sebuah masalah besar bagi negara Indonesia. Tertanggal 24 April 2019 update terbaru dari harian Kompas, Juru Bicara Pemerintah menyebutkan bahwa total pasien positif COVID-19 sebanyak 7.775, dan akan terus bertambah hingga mencapai puncaknya 1. Apabila ditelisik dari bentuk penyebaran dari virus corona, dari situs resmi World Health Organization menyebutkan bahwa virus corona kebanyakan menyebar melalui droplet yang berasal dari air liur maupun dari hidung seseorang yang telah terinfeksi corona yang keluar saat bersin ataupun batuk 2. Hal inipun memicu berbagai ragam kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah di berbagai negara di seluruh dunia, salah satunya di Indonesia. Presiden Joko Widodo dan Kepala Daerah di beberapa daerah menghimbau agar masyarakat melakukan pekerjaan dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk menghentikan penularan dari virus corona, sehingga tidak jatuh lebih banyak korban jiwa dan tidak bertambahnya jumlah pasien yang terinfeksi yang harus dirawat di rumah sakit dengan kemampuan tampung yang terbatas jumlahnya.

Dalam perkembangannya, peneliti masih terus berjuang untuk menemukan vaksin yang tepat yang dapat memperkuat sistem kekebalan (Immune System) untuk melawan virus corona. Meskipun belum tersedianya vaksin, langkah terbaik yang dianjurkan salah satunya adalah dengan meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh dengan melakukan gaya hidup sehat seperti memakan makanan sehat, rutin berolahraga, cukup tidur, dan menghindari stres 3. Kurang lebih 2 minggu semenjak diberlakukannya kebijakan Work From Home (WFH) dan Social Distancing, muncul berbagai respon dari masyarakat. Mayoritas kalangan sangat mendukung agar mencegah penularan, namun sebagian dari mayoritas kalangan tersebut setelah merasakan Work From Home (WFH) dari hari ke hari hingga sekarang merasakan jenuh, penat, dan bosan hingga mengarah ke stres karena seharian hanya berada di dalam rumah. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran sendiri, karena dapat menurunkan tingkat kinerja dari sistem kekebalan tubuh.

Penerapan dari bangunan sehat dan layak huni salah satunya adalah rumah hijau (Green Home), dapat menjadi solusi untuk menghindarkan pengguna di dalam bangunan dari berbagai Sick Building Syndrome, yang juga merupakan salah satu gagasan atau filosofi utama dari bangunan hijau. Apabila ditinjau dari filosofinya, konsep bangunan hijau sangat mengedepankan konsep Triple Bottom Line (Profit, Planet, People), yang memberikan manfaat secara ekonomi, mengurangi dampak negatif ke lingkungan, dan menjamin kesejahteraan dan kesehatan (Health and Wellbeing) penghuni yang beraktifitas di dalam bangunan.
Dari salah satu penelitian yang telah dilakukan, terbukti kualitas lingkungan di dalam bangunan hijau lebih baik dibandingkan bangunan konvensional dan dalam penelitian tersebut juga diadakan survey kepada pengguna bangunan yang menerapkan konsep bangunan hijau, menunjukkan bahwa pengguna bangunan merasa nyaman di dalam bangunan, produktivitas yang meningkat, dan terhindar dari penyakit yang berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) – seperti asma 4. Dalam penelitian lain yang melakukan evaluasi pengguna bangunan sebelum dan sesudah berpindah ke bangunan hijau menunjukkan hasil yang selaras dengan penelitian yang sebelumnya disebutkan yaitu turunnya masalah dan komplain yang berkaitan dengan alergi pernapasan seperti asma, dan menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat depresi dan stres sesudah berpindah ke bangunan yang telah mendapat sertifikasi bangunan hijau 5.
Organisasi yang memprakarsai gerakan bangunan hijau dalam skala besar dunia adalah World Green Building Council (WGBC), salah satu member dari WGBC yang berada di Indonesia adalah Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia). GBC Indonesia yang telah berdiri sejak 2009, menuangkan butir-butir dari penerapan terbaik bangunan hijau dalam serangkaian Rating Tools yang dikembangkan; salah satu nya penerapan bangunan hijau untuk rumah.

Mengapa rumah menjadi salah satu prioritas kajian, karena sudah sepatutnya setiap rumah memenuhi dasar layak huni dengan memenuhi persyaratan keselamatan, kecukupan minimum luas bangunan, kelayakan, kenyamanan, kesejahteraan dan kesehatan penghuni. Rumah hijau merupakan rumah yang bijak dalam menggunakan sumber daya alam seperti lahan, energi, air, dan material, dengan tujuan meminimalkan dampak negatif ke lingkungan dan upaya konservasi. Pengelolaan rumah hijau juga merupakan faktor penting, karena keberlanjutan dari rumah hijau harus disertai dengan perilaku ramah lingkungan dan sehat oleh penghuninya.

Pemahaman konsep akan rumah sehat ramah lingkungan diprioritaskan untuk menghindari kesalahpahaman akan anggapan bahwa rumah hijau adalah rumah yang memerlukan biaya perawatan tinggi ataupun rumah yang hanya memiliki banyak lahan hijau, banyak pohon ataupun sekedar di cat hijau. Korelasinya secara tidak langsung yang nyata dirasakan adalah rumah hijau dan sehat dapat signifikan mengurangi beban dari fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia (puskesmas, klinik dan rumah sakit). Terlebih dalam kondisi saat ini rumah hijau dan sehat secara nyata dapat mengurangi tingkat penyebaran tertular penyakit infeksi saluran pernapasan atas termasuk pandemi Covid-19, dikarenakan walaupun hampir keseluruhan waktu penghuninya berada di dalam rumah, mereka akan tetap dapat merasakan berintensitas dekat dengan alam dan sekitar, seperti halnya;

  • Adanya pergantian udara segar yang dapat menghilangkan berbagai polutan (baik dari penguapan racun material rumah ataupun transmisi udara / sistem pernafasan manusia) di dalam rumah
  • Mendapatkan langsung sinar matahari untuk penerangan alami dan manfaat asupan kebutuhan pro vit. D
  • Manfaat kedekatan dengan alam sebagai bagian dari elemen penyembuhan (Self Healing) /ketenangan/relaksasi pada penghuni (Therapeutic).

Di setiap perangkat penilaian Green Building yang GBC Indonesia susun dan kembangkan mulai dari Gedung Baru, Gedung Terbangun, Ruang Interior tak terkecuali untuk Rumah (Home) secara komprehensif membahas keseluruhan isu dan permasalahan yang timbul pada praktik perencanaan, konstruksi hingga operasional suatu bangunan. Mulai dari Tepat Guna Lahan, Konservasi dan Efisiensi Energi, Konservasi Air, Sumber dan Siklus Material, Kesehatan dan Kenyamanan Dalam Ruang hingga Manajemen Lingkungan Bangunan 6. Perlunya suatu perangkat penilaian bangunan hijau untuk Rumah mengkaji keseluruhan permasalahan diatas adalah agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat luas mengenai penerapannya untuk Rumah; dimulai dari inisiatif – tindakan nyata yang paling sederhana diikuti perubahan pola pikir (mindset) – persamaan persepsi hingga penerapan Best Practice terkini sesuai dengan perkembangan teknologi dan aplikasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan; tanpa terkecuali dengan tetap memprioritaskan penghuni rumah agar hidup sehat dan produktif.

Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau untuk Rumah Versi 1.0 (Greenship Homes) tersebut secara nyata memuat sistem perangkat penilaian bangunan hijau yang dapat digunakan sebagai self-assessment maupun sertifikasi bangunan hijau untuk rumah di Indonesia. Secara lengkap sederhana berikut infografis Greenship Homes yang berkaitan dengan isu kesehatan dan kenyaman penghuni rumah di tengah pandemi COVID-19.

Ditulis oleh : Ichfan Kurniawan (Rating Development GBC Indonesia)

 

Referensi :
[1] Adyaksa.2020. Update Data Virus Corona Covid-19 di Indonesia, Kamis 23 April 2020, Pasien Sembuh Terus Meningkat. Liputan 6. Diakses pada 24 April 2020.
[2] World Health Organiation. Coronavirus Overview.
[3] Harvard Health Publishing. 2014. How to Boost Your Immune System. Harvard Medical School. www. Health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-boost-your-immune-system/. Diakses pada 31 Maret 2020.
[4] Joseph G Allen, Piers MacNaughton. 2015. Green Building and Health. Curr Environ Health Rep. 2(3): 250-258.
[5] Amanjeet Singh, Matt Syal. 2010. Effects of Green Building on Employee Health and Productivity. Am J Public Health. 100(9): 1665-1688.
[6] Panduan Penerapan Perangkat Penilaian Bangunan Hijau untuk Rumah Versi 1.0 (GREENSHIP Homes), Green Building Council Indonesia, September 2014.
[7] Environmental Protection Agency. 2018. Learn About Asbestos. www.epa.gov/asbestos/learn-about-asbestos#content/. Diakses pada 8 April 2020.
[8] Climate and Health Alliance and the Climate Institute. 2012. ‘Our Uncashed Dividend. The health benefits of climate action’ A briefing paper prepared by the Climate and Health Alliance and the Climate Institute, and World Health Organisation (2018) Global Health Observatory data ‘Mortality and burden of disease from ambient air pollution’. http://www.who.int/gho/phe/outdoor_air_pollution/burden_text/en/. Diakses pada 8 April 2020.