PENGHEMATAN DAN MITIGASI CO2 DENGAN GREENSHIP EB 1.0

Gedung Menara BCA, Jakarta dan Sampoerna Strategic Square, Jakarta yang sudah mendapatkan sertifikasi GREENSHIP Indonesia, telah menghasilkan penurunan konsumsi energi dan air dengan menjalankan prinsip penghematan dan praktik ramah lingkungan. Dengan mengikuti proses tersebut, berhasil didapatkan penghematan energi total  sebesar 6.360.908,40 KWH, atau sebesar  5.667,6 ton CO2 dan 60.602.724 liter air bersih sepanjang tahun 2012.Tolok Ukur GREENSHIP yang digunakan adalah GREENSHIP untuk Existing Building (EB) 1.0 2011. Penghematan CO2 tersebut juga setara dengan menanam pohon sebanyak 5.153 batang selama 1 tahun. Konversi ke CO2 didapatkan dari faktor emisi grid berdasarkan jenis fasilitas pembangkit listrik di Jawa-Madura-Bali. Penghematan air tersebut juga setara dengan 24,3 kolam renang ukuran Olympic selama 1 tahun.  

Dari data ini, dapat diperkirakan, praktik green building berdasarkan GREENSHIP EB 1.0 dapat menghasilkan penghematan 14,17 Kg CO2 e /m2. Satuan luas dihitung berdasarkan Nett Lettable Area (NLA). Dengan demikian dapat diperkirakan, pada tahun 2014 akan terjadi penghematan total sebesar 13.495,2 Ton CO2e atau  15.146.073,04 KWH, dari 8 gedung bersertifikat GREENSHIP dengan menggunakan GREENSHIP EB 1.0.

Jumlah ini masih jauh dari target mitigasi nasional sebesar 34,19 juta Ton CO2e. Mitigasi sebesar ini hanya dapat dipenuhi bila terdapat 50 Gedung Bersertifikat GREENSHIP dengan luasan rata-rata 50.000m2 atau 121 Gedung dengan luasan rata-rata 20.000m2. 50.000m2 adalah batasan minimum wajib gedung perkantoran memenuhi Peraturan Gubernur DKI Jakarta no 38/2012 tentang Bangunan Hijau. 20.000m2 adalah luas rata-rata gedung dalam proses GREENSHIP yang tersebar di seluruh Indonesia.

GREENSHIP EB 1.0 adalah system sertifikasi GREENSHIP yang digunakan untuk gedung yang sudah dibangun dan beroperasi (Existing Building) dengan luas lantai minimal 2.500m2. Minimal 1 tahun setelah beroperasi, suatu gedung dapat mulai dinilai dengan system ini. EB sudah diluncurkan sejak 13 Januari 2011 dan sudah menilai 3 gedung, yaitu: Menara BCA, PT Grand Indonesia (Platinum), Sampoerna Strategic Square (Gold) dan German Center Indonesia (Gold). Saat ini terdapat 2 gedung dalam status terdaftar yaitu Pacific Place Mall dan Bakrie Tower. 3 gedung swasta nasional lainnya dalam proses pendaftaran dan diharapkan akan meraih sertifikat pada 2014.

Faktor emisi grid adalah koefisien yang mengkonversi energy listrik menjadi emisi CO2 menurut bahan bakar utama pembangkit listik yang digunakan di daerah tersebut. Konversi ini ditetapkan dalam Keputusan Designated National Authority (DNA) Nomor:  B/277/Dep.III/LH/01/2009.

Target mitigasi Co2 Nasional tercantum dalam Perpres No.61/2012 mengenai Rancangan Aksi Nasional Gas Rumah Kaca (RAN GRK). Pada lampirannya menyatakan bahwa Indonesia secara sukarela menargetkan penurunan emisi GRK nasional sebesar 26% dari Business as Usual (BAU) di tahun 2020 dengan sumber pembiayaan dari APBN, dan 2020 Dengan sumber pembiayaan dari APBN. Dapat meningkat sebesar 15% menjadi 41% dengan bantuan Internasional. Dalam kuantifikasinya, didapatkan target tersebut sebesar 34,19 juta Ton CO2e.

Peraturan Gubernur DKI Jakarta no 38/2012 tentang Bangunan Hijau mewajibkan bangunan gedung dengan kriteria tertentu untuk memenuhi tolok ukur Bangunan Hijau sebagai syarat memperoleh IMB dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Peraturan ini mulai disosialisasikan pada 2012 dan diberlakukan April 2013.(LES)

Oleh : Lestari Suryandari -Manager Sertifikasi GBCIndonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *