GlassTech – 28 November 2011. Asia-Pacific Green Building Seminar merupakan acara yang dilaksanakan berdampingan dengan acara GlassTech Asia Expo 2011. Seminar ini merupakan kolaborasi antara Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) dengan Singapore Green Building Council (GBC Singapore) yang difasilitasi oleh pihak Conference & Exhibition Management Services Pte. Ltd ( CEMS) selaku penyelenggara GlassTech Asia 2011. Seminar ini mengundang anggota-anggota dari GBC Indonesia dan GBC Singapore, juga peserta pameran serta para pemangku kepentingan.

Acara dibuka oleh sambutan Bapak Nyoto Irawan selaku Steering Board dari GBC Indonesia. Bapak Nyoto menekankan, bahwa sebagai negara yang berkomitmen untuk menurunkan emisi dan juga anggota dari G20, maka Indonesia harus bergerak cepat dan bersungguh-sungguh dalam melakukan gerakan hijau. Bangunan ramah lingkungan merupakan salah satu jalan untuk dapat menurunkan emisi, dan tentu saja upaya ini dijalankan secara serius oleh GBC Indonesia. Sambutan selanjutnya disampaikan Mr. Ng Eng Kiong, Wakil Presiden Pertama Singapore Green Building Council Indonesia.

Seminar ini menghadirkan Priyanto Hadi Sasono selaku keynote speaker dengan topik rancangan bangunan hijau dengan desain pasif melalui selubung bangunan untuk penghematan energi. Sebagai pembicara tamu, juga hadir Bapak Pandita dari Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan DKI Jakarta. Bapak Pandita memaparkan rencana Pemda DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai Bangunan Ramah Lingkungan. Pergub direncanakan pengesahannya bulan Desember 2011.

Dari GBC Singapore, Ms. Jaya Tan Jia Yee memaparkan Singapore Green Building Code of Conduct, dan terakhir Ms. Vidhi Yaduvanshi dari Frost and Sullivan memberikan informasi mengenai kesempatan yang didapatkan dengan melalui penerapan konsep bangunan ramah lingkungan.

Seminar ini dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta, dan diakhir acara masing-masing peserta mendapatkan sertifikat tanda kehadiran. Kolaborasi antara GBC Indonesia dan GBC Singapore diharapkan akan mempererat hubungan antara Green Building Council di Asia Pasifik.

by: Anggita

Green Information and Communication Technology – Green ICT

GBC Indonesia – Green ICT: Konferensi ini mengupas pentingnya Green ICT, baik itu dilihat dari ‘Green of Information Technology (IT)’ maupun ‘Green by IT’. Penyelenggaraan konferensi ini juga bermaksud untuk membentuk Konsil Green ICT Indonesia, yang diharapkan ada unsur-unsur dari pemerintahan yang terlibat, asosiasi IT maupun non IT, komunitas ataupun kalangan pendidikan.

Misinya sendiri adalah untuk mendidik, memotivasi, dan mengubah profesional IT dan organisasi untuk menjadi praktisi ICT yang berkelanjutan.

Naning Adiwoso, Chairperson GBC Indonesia menjadi salah seorang pembicara tamu dalam konferensi ini.

Heating, Ventilation, Air Conditioning and Refrigeration – Water Summit

Jika bangunan ramah lingkungan menjadi norma dasar dalam desain bangunan, maka terbantahlah anggapan bangunan ramah lingkungan adalah barang mahal. Namun untuk menuju ke arah itu, perlu kesadaran bersama di antara para pemangku kepentingan, yaitu pemerintah, industri dan lembaga-lembaga masyarakat yang peduli pada persoalan bangunan ramah lingkungan serta masyarakat profesional seperti arsitek maupun kelompok ahli lainnya.

Jakarta, 23 November 2011 – Perhelatan GlassTech Asia 2011 dimulai. Pameran kaca internasional  perdana di Indonesia ini dibuka oleh Kementerian Perindustrian melalui wakilnya Ir. Tuti Rahayu. Green Building Council Indonesia berpartisipasi dalam penyelenggaraan seminar mengenai green building pada 24 November 2011. Iwan Priyanto, core founder GBC Indonesia, menjadi keynote speaker dalam seminar itu.

Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta melalui Ir Pandita, M.Si., juga turut menjadi pembicara dalam seminar ini. Pemerintah provinsi DKI Jakarta menyosialisasikan rencana Peraturan Gubernur mengenai Bangunan Ramah Lingkungan.

Dukungan GBC Indonesia dalam acara ini diharapkan dapat memberikan pandangan mengenai industri yang ramah lingkungan dan rancangan bangunan ramah lingkungan dengan material-material ramah lingkungan. Khususnya dengan penggunaan kaca pada fasade yang dapat menurunkan penggunaan energi.

Green Building Philosophy, Strategy and The Impact to Indonesia’s Sustainable Future.

(Opening Remarks Mr. Nyoto Irawan – Steering Board Green Building Council Indonesia at Glass Tech 2011)

Dear all distinguished guess, It is an honored to be able to stand among this peer of enthusiastic fellow that have a green insight for sustainable future.

Indonesia as a great country is having lots of natural resources. We shall use it wisely and learn from various countries, so we might understand how to take care of our future as we are targeting 26% carbon emission reduction by 2020. Buildings are contributing 33% from total of Green House Gas emission. Jakarta as part of Metropolitan City, had build up a regulation on Green Building which we hope will be declare soon and becoming a mandatory. Surabaya, Bali, Makassar, Palembang is also developing green buildings programs to support this national target.

Green Building Council Indonesia or GBC Indonesia is a non profit organization that is fully committed to the transformation of green buildings in Indonesia. In order to realize our commitment, GBC Indonesia are conducting series of program collaborate with stake holders that share a same vision. Herewith, GBC Indonesia is supporting GlassTech Asia through Asia Pacific Green Building Seminar 2011 as a way to disseminate Green Building awareness.

Green Building approach is started with planning, design, construction, operational and last one, maintenance. And on this framework, it has to include six aspects which are land efficiency, energy efficiency, water efficiency, sustainable material, indoor health and comfort, and building environment management. Green Building is not mere on natural approach, but also how we are able to use smart technology and passive design to preserve nature. How we are able to use green technology that encourage people to become more sustainable, and show them that green building is a convenient way.

Stake holders of Green Building is formed by various people, that include professional, business people, industry, academic, organization, et cetera. This is a movement for better generations, a way to secure our children’s future and to make sure that they have what we had. A clean water, fresh air, cool breeze, and scenery of mother nature. We may take different path, but still we have the same goal, and we do it together hand by hand as a fellow human.

Lets us act now! Show your class as a forward-thinking players in the industry who able to answer the demands of future generations. Lets us welcome this distinguished speaker who will share their knowledge and interesting perspective regarding Green Buildings.

Thank you for GlassTech Asia, to provide us this moment to share our vision. May we have a brighter spirit and knowledge that will lead to a better future.

Sustainable Greetings,
Green Building Council Indonesia
Nyoto Irawan
Steering Board
 
Informasi mengenai event Glass Tech 2011 dapat anda ikuti di sini…
Untuk pendaftaran visitor, klik di sini… ; dan untuk pendaftaran konferensi, klik di sini…

Indonesia akan menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi mengenai delta pada tanggal 21-24 November 2011 bertempat di Jakarta Convention Center. Pertemuan ini akan menghadirkan para pemimpin terkemuka, pembuat kebijakan di pemerintahan pusat/federal dan lokal, akademisi dan ilmuwan, praktisi, pengusaha, mahasiswa dan mereka yang memiliki minat yang kuat terhadap delta baik dari dalam maupun luar negeri.

Diharapkan kegiatan ini akan memperkuat  posisi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi Bumi Rio+20 di Rio de Janeiro, Brazil bulan Juni  2012; selain memberikan kontribusi konkrit dalam mengambil peran Indonesia mendukung percepatan upaya dalam mencapai pembangunan berkelanjutan secara global.

World Delta Summit juga diharapkan memberikan peluang untuk berbagi pengetahuan dan informasi melalui interaksi aktif antara semua pemangku kepentingan nasional dengan para peserta dan delegasi luar negeri terkait masalah pokok yang ada di delta yaitu:  banjir, penataan ruang/lahan, kelangkaan air bersih, infrastruktur, abrasi pantai dan kehilangan keanekaragaman hayati.

Green Building Council Indonesia turut mendukung penyelenggaraan ini dan mendorong pendiri dan anggota-anggotanya untuk berperan serta aktif dalam penyelenggaraan acara penting ini. Selain itu, GBC Indonesia juga turut menjadi pembicara dalam acara ini melalui Bapak Iwan Priyanto.

Kami percaya akan banyak manfaat yang didapat dari penyelenggaraan kegiatan ini.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik di sini… dan untuk registrasi, anda dapat mengikuti link ini.