Net Zero Building

Suatu organisasi bernama Architecture 2030 mencanangkan suatu program bernama 2030 Challenges. Program tersebut menyatakan bahwa, pada tahun 2030 semua pembangunan gedung baru, pengembangan gedung lama, atau renovasi gedung, dalam masa pembangunan hingga operasi gedung harus bebas karbon.

NetZero-1

Dengan adanya program ini, gerakan untuk menciptakan bangunan yang benar-benar bebas karbon sedang digalakkan di seluruh dunia. Berbagai bangunan muncul dengan berbagai nama yang mengusung jargon bebas karbon. Secara global kita menyebutnya Zero Net Building. Namun apa saja yang termasuk kriteria Zero Net Building?

Menurut Environmental Protection Agency (EPA), konsep Zero Net terdiri dari 3 komponen yaitu:

  • Mencapai Net Zero Water, berarti membatasi konsumsi dari suatu sumber air, mengolah air hasil buangannya, dan menyalurkannya kembali ke sumber yang sama supaya tidak menghabiskan sumber daya air pada suatu tempat tertentu.
  • Mencapai Net Zero Energy, berarti menghasilkan energi dari sumber yang terbarukan, sebanyak energi yang diperlukan suatu bangunan selama satu tahun.
  • Mencapai Net Zero Waste, berarti mengurangi, menggunakan kembali, dan memperbaiki barang bekas dan bisa menambah nilai barang tersebut sehingga tidak perlu dibuang ke penampungan sampah.

Pada dasarnya, dalam mengaplikasikan Zero Net Building yang harus diperhatikan adalah bagaimana menyeimbangkan antara jumlah sumber daya yang dipakai dengan jumlah sumber daya yang dihasilkan. Sehingga desain bangunan akan memegang peranan yang sangat penting untuk mengurangi konsumsi sumber daya sebanyak mungkin, sehingga beban untuk menghasilkan sumber daya menjadi lebih ringan.

Beberapa metode diperlihatkan oleh beberapa gedung di seluruh dunia. Zero Carbon Building (ZCB) di Hong Kong mengurangi konsumsi listrik dengan berbagai metode desain pasif seperti ventilasi silang, penangkap angin, orientasi bangunan, high performance glazing, dan memakai peralatan-peralatan yang hemat energi sehingga bisa mengurangi konsumsi listrik hingga 45 % dibanding gedung pada umumnya. Dengan menghasilkan energi sebanyak 143 MWH per-tahun yang berasal dari 2 sumber, yaitu solar PV dan biogas, ZCB bisa memenuhi kebutuhan operasional listriknya selama satu tahun, bahkan bisa memberikan kelebihan listriknya kepada jaringan listrik pemerintah.

Zero Carbon Building Hong Kong

Zero Carbon Building Hong Kong

Seoul Energy Dream, Korea Selatan dengan memakai konsep yang holistik antara desain dan penggunaan teknologi yang tepat berhasil memangkas penggunaan energi hingga 84% lebih rendah dibandingkan rata-rata penggunaan energi pada gedung di Korea Selatan. Dengan sumber energi dari panel surya dan juga energi geothermal, menghasilkan listrik sebesar 280.000 kWh/tahun, menjadikan Seoul Energy Dream Center sebagai bangunan dengan konsumsi listrik secara tahunan yang disebut zero net energy consumption.

Seoul Energy Dream Center

Seoul Energy Dream Center

Bullit Center di Amerika Serikat selain mempunyai efisiensi energi yang tinggi, juga mempunyai metode penghematan air dan pengolahan air sehingga dapat diserapkan kembali ke dalam tanah. Dengan masa pakai bangunan yang mencapai 250 tahun, limbah konstruksi dari gedung akan sangat berkurang karena tidak harus menghancurkan dan membangun kembali gedung baru. Bullit Center bisa dibilang bangunan yang paling dekat dengan konsep Net Zero Building.

Bullit Center Building

Bullit Center Building

Pendekatan Net Zero Building ini sebagai generasi berikutnya dari green building akan sangat membantu untuk mengurangi karbon yang dihasilkan oleh bangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *