Mengapa Peraturan KDB Harus Diatur?

Jika kita mau menelaah unsur dalam Rumus penentuan besaran persentase KDB, maka akan ditemukan jawaban “Mengapa KDB ini harus diatur?”, dan kenapa pengaturan ketentuan besar persentasenya tidak sama dalam terapan di tiap karakter kawasan.
Mari simak Rumus KDB :

KDB = ((A-OS)) / A x 100%
dimana :

OS= linf / Qinf
OS = luas kawasan yang harus dilestarikan
Iinf = intensitas infiltrasi (l/detik)
Lalu debit dan intensitas infiltrasi air adalah:
Qinf = C x I x A
Qinf = debit infiltrasi air (l/detik)
C = koefisien infiltrasi
I = intensitas infiltrasi minimum (l/detik)
A = luas lahan (ha/m2) dan
Iinf = S x A
Iinf = intensitas infiltrasi (l/detik)
S = koefisien penyimpanan
A = luas lahan (ha/m2)
* (Sumber: Stern, 1979 dalam Suwandono, 1988)

Focus pada “OS = luas lahan yang harus dilestarikan” merupakan perbandingan Intensitas Infiltrasi Air berbanding Debit Infiltrasi Air.

Intinya mengapa KDB harus diatur?, karena peraturan KDB yang baik akan memberikan sumbangan kelestarian air dalam BUMI tercinta ini. Kita tidak bicara KDB secara lokal, tapi secara global, sehingga bisa dihitung berapa luas lahan yang dilestarikan dari total luas wilayah terbangun seluruh Indonesia, sampai ke seluruh Dunia, sehingga dapat menjawab dahaga Bumi yang sudah terkuras air tanahnya.

Demikian juga peraturan tentang RTH yang ada dalam UU 26/2007 tentang Penataan Ruang, bahwa setiap wilayah administrasi harus menyediakan 30% dari wilayahnya berupa RTH. Sebesar 20% merupakan RTH Publik yang menjadi tanggungjawab pemerintah dalam pengadaannya, dan 10% merupakan RTH Privat yang menjadi tanggungjawab pihak swasta dan individu dalam pengelolaannya. Hal ini juga menjadi Prasyarat dalam proses Sertifikasi Bangunan Hijau oleh GBC Indonesia yang mensyaratkan minimal tersedia 10% area soft scape yang dapat menjadi lahan serapan air dan dapat ditanami penghijauan agar pola retensi air limpasan dapat optimal.

Semua upaya melalui peraturan ini memiliki arti yang sangat besar bagi kelestarian Bumi dan alam semesta. Semoga tulisan ini dapat memberi gambaran nyata, mengapa hal-hal yang terkait dengan upaya melestarikan alam semesta, bumi menjadi hal yang patut diatur. Selamat memperingati hari BUMI, semoga akan tetap lestari melanjutkan hidup secara berkesinambungan.