Hari Tata Ruang : Air adalah Masa Depan

Permasalahan-permasalahan terkait penataan ruang baik di kawasan perkotaan maupun perdesaan, bukan hanya banjir, kemacetan lalu-lintas,  persampahan dan sanitasi, serta berbagai permasalahan pembangunan lainnya, tetapi terutama adalah tersedianya lahan resapan  air, yang semakin jauh berkurang. Air adalah masa depan.Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah tidak dapat bekerja sendirian, sehingga keterlibatan seluruh pemangku kepentingan (dunia usaha dan elemen masyarakat) merupakan keharusan.

Peringatan Hari Tata Ruang diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran setiap pemangku kepentingan akan pentingnya penataan ruang sebagai matra spasial pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai upaya peningkatan kesadaran setiap pemangku kepentingan tersebut, telah dilaksanakan secara serentak perayaan Hari Tata Ruang di Pusat dan di Daerah sejak tahun 2008 dengan mengambil tanggal 8 November yang juga diperingati oleh berbagai negara di dunia sebagai World Town Planning Day.

Bencana banjir yang menimpa Ibukota Republik Indonesia beberapa waktu lalu sedikit banyak turut mengilhami pengusungan tema ini. “Harmoni” merupakan upaya terbaik dan sebagai salah satu tahapan dari tiga tahapan; perencanaan, pelaksanaan, pengendalian tata ruang sebagaimana diamanahkan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. “Harmoni” juga merupakan kata kunci utama dalam mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Berdasarkan hal tersebut peringatan Hari Tata Ruang 2013 mengedepankan tema “harmoni ruang dan air untuk hidup lebih baik”.

Peringatan Hari Tata Ruang 2013 ditandai dengan berbagai kegiatan di tanah air yang melibatkan berbagai kementerian/lembaga khususnya yang tergabung dalam Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dunia usaha, serta elemen masyarakat. Kegiatan akan dimulai bulan Oktober 2013 dan secara marathon dilakukan untuk menciptakan efek “keberlanjutan” dengan agenda:

(1)       16 Oktober 2013, Launching Hari Tata Ruang 2013 di Hotel Borobudur Jakarta oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum. Dalam acara ini dihadiri oleh pemangku-pemangku kepentingan yang mewakili asosiasi, professional dan juga akademisi.

Gbr.1 Naning Adiwoso bersama Yayat Supriatna, Staf Ahli Kementerian PU, serta perwakilan SUDFI (kiri-kanan)

Gbr.1 Naning Adiwoso bersama Yayat Supriatna, Staf Ahli Kementerian PU, serta perwakilan SUDFI (kiri-kanan)

 

(2)       Oktober – November 2013, Perayaan Hari Tata Ruang di seluruh provinsi dengan menanam serentak 1 juta pohon trembesi sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.

(3)       3 November 2013, Rally sepeda dengan rute parkir timur Senayan – Pejompongan – Penjaringan – Waduk Setiabudi – Parkir Timur Senayan.

(4)       3-9 November 2013, EDU EXPO di beberapa tempat dengan konsep pameran edukasi terintegrasi yang disajikan secara bergerak (mobile).

(5)       8 November 2013, Pencanangan Hari Tata Ruang Nasional.

(6)       7-8 November 2013, Open House & Public Lecturer di Kampus Kementerian PU, salah satunya, mengunjungi green building pertama di Indonesia.

(7)       9 November 2013, acara puncak peringatan Hari Tata Ruang 2013 di Taman Menteng Jakarta, salah satu acaranya dengan pemberian penghargaan “OTARU” dan “PETARU” bagi perorangan dan pemerintah yang dipandang berjasa bagi penataan ruang.

(Diedit dari Press release Hari Tata Ruang oleh Kementerian Pekerjaan Umum)

***

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *