Green Outlook 2013 – Bagaimana Kita Membawa Indonesia ke Arah Berkelanjutan

Siang itu, Rabu tanggal 23 Januari 2013, Restoran Mera Delima terlihat sangat sibuk. Walaupun hari hujan, tetapi peserta tampak bersemangat dalam mengikuti acara. Hari itu GBC Indonesia mengadakan sebuah acara Network bertajuk Green Outlook 2013 – A Sustainable View for Indonesia untuk menghantarkan para anggota GBC Indonesia menyambut tahun 2013.

Menghadirkan dua pembicara, yaitu Ir. Heru Prasetyo dan Jan Sopaheluwakan, Ir. MSc. Ph.D , Green Outlook 2013 membicarakan mengenai kondisi Indonesia saat ini, dan juga pandangan para pembicara terhadap masa depan Indonesia berkelanjutan.

Dalam sesi pertama, Bapak Jan Sopaheluwakan memberikan sebuah ulasan khusus terkait dengan banjir di Jakarta. Dimulai dengan paparan mengenai kondisi geologis kota Jakarta yang berupa cekungan dan muara dari 13 aliran sungai. Kondisi ini membuat Jakarta menjadi seperti sebuah ceruk besar yang secara alami akan menjadi tempat penampungan air hujan. Kondisi ini diperparah dengan sistem penanggulangan yang, sayangnya, hingga saat ini belum menyeluruh. Saat ini, berdasarkan sifat lahannya, Jakarta secara sederhana terbagi dalam dua wilayah, yaitu wilayah resapan air di daerah selatan dan wilayah pesisir di daerah utara. Untuk sumur resapan, akan dapat berfungsi dengan maksimal jika dibangun di daerah selatan. Sedangkan pembuatan sumur resapan di daerah utara tidak akan maksimal karena sifat tanahnya memiliki daya serap air sangat rendah.

Jan Sopaheluwakan menjawab pertanyaan dari peserta Network
Jan Sopaheluwakan menjawab pertanyaan dari peserta Network

Pemanfaatan ruang dan bangunan di daerah utara dengan sendirinya berisiko tergenang manakala curah hujan mencapai titik yang tinggi. Apalagi jika hal ini bersamaan dengan musim pasang air laut. Tantangan yang perlu dihadapi adalah bagaimana penduduk Jakarta bisa beradaptasi selaras dengan kondisi alam yang ada.

Bapak Heru Prasetyo sebagai pembicara kedua, memaparkan mengenai rencana pemerintah dan posisi Indonesia di dunia Internasional saat ini terkait dengan isu keberlanjutan. Beliau mengatakan, bahwa tahun 2013 merupakan momentum yang tepat bagi pelaku-pelaku sektor keberlanjutan untuk melakukan usahanya. Hal ini dikarenakan, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono tengah menjabat menjadi Co-Chair dari High-Level Panel of Eminent Persons on Post-2015 Development Agenda (HLPEP). HLPEP dibentuk pada tanggal 31 July 2012 oleh UN Secretary General dan bertujuan untuk membuat suatu rencana apa yang akan dicapai dunia setelah tahun 2015. Dipimpin oleh tiga Co-Chair, yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari Indonesia, Presiden Ellen Johnson Sirleaf dari Liberia, dan Perdana Menteri Inggris, David Cameron,  panel ini beranggotakan 24 anggota individu yang merupakan perwakilan dan pimpinan dari gerakan masyarakat, swasta, dan juga pemerintah. Pada 27 Maret 2013, panel ini akan mengadakan pertemuan ke-3 di Bali, Indonesia. Melalui hal ini, strategi dan konsep bangunan hijau dapat dimasukkan dalam rancangan rencana kerja pemerintah. Agenda Green Building perlu dibuat berdasarkan skema besar secara nasional dan internasional sehingga akan terintegrasi dengan rencana semua sektor.

Bapak Heru Prasetyo memulai Paparan dengan tema : Post-2015: “Flooding” the World with Green Building
Bapak Heru Prasetyo memulai Paparan dengan tema : Post-2015: “Flooding” the World with Green Building

Di sela-sela kedua paparan, terdapat sebuah paparan khusus dari Green Energy yang menginformasikan mengenai energi alternatif, yaitu energi surya. Ibu Megawaty Khie, Managing Director Green Energy menginformasikan mengapa kita perlu beralih ke ke energi terbarukan dan juga bagaimana kita dapat mengakses sumber energi ini.

Acara ini pun turut menjadi ajang untuk menginformasikan acara tahunan GBC Indonesia kepada para anggota dan peserta acara, yaitu GREENRIGHT – Green Building Council Expo & Conference 2013 yang akan diselenggarakan pada  11 – 14 April 2013 di Jakarta Convention Center. Acara ini bertujuan sebagai alat transformasi pasar untuk penerapan konsep hijau sebagai bagian dalam memerangi pemanasan global. Mengusung tema ”Sustain & Gain”, GREENRIGHT – Green Building Council Expo & Conference 2013 akan mengajak kalangan industri, profesional, akademik, pengembang, kontraktor, pemerintah dan masyarakat umum untuk bersama-sama menjadi ”agent of change” menuju hari esok yang hijau dan berkelanjutan.

Suasana peresmian pembukaan GreenRIGHT 2012
Suasana peresmian pembukaan GreenRIGHT 2012

Dalam acara GREENRIGHT – Green Building Council Expo & Conference para pelaku industri diarahkan untuk dapat menginformasikan produk-produk industrinya yang sudah ramah lingkungan sehingga dapat memberikan pengetahuan bagi khalayak yang ingin menerapkan konsep green building. Sebagai sarana dalam memperkaya informasi dan juga pengetahuan mengenai pergerakan Green Building di Indonesia, GREENRIGHT – Green Building Council Expo & Conference turut menghadirkan pembicara-pembicara dengan keahlian di bidang masing-masing, baik pembicara Nasional maupun Internasional, untuk turut berbagi pengalaman dan keahlian dalam acara bertajuk International GREENRIGHT – Green Building Council Expo & Conference. Menghadirkan beberapa pilihan track, yaitu Indonesia Movement toward Sustainability, Green Building, Green City dan Green Healthcare,  seminar ini ditujukan kepada para profesional, akademisi, industri, serta generasi penerus yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan Indonesia untuk mengetahui perkembangan Indonesia dalam gerakan keberlanjutan, sekaligus mendapatkan ilmu dan informasi baru yang dapat memperkuat gerakan green building di tanah air.

(Anggita)

1 comment

  1. mohon informasi green berupa poster atau buku2 panduan untuk di lingkungan RT di lingkungan kami di mana bisa saya dapat kan,untuk bantuannya kami ucapkan terimakasih.
    Salam.
    Chasan
    hp:081932702643

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *