Earth Day 2015 : It’s Our Turn To lead

(sumber: www.earthday.org)

(sumber: www.earthday.org)

22 April 1970, untuk pertama kalinya Hari Bumi diperingati. Dua ribu universitas, sepuluh ribu sekolah dasar dan menengah, ratusan komunitas, dan hampir dua puluh juta orang di seluruh Amerika Serikat turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka untuk reformasi lingkungan. Hari Bumi bukan suatu gerakan yang diorganisir secara masif, namun dengan membawa satu suara yang sama, gerakan ini mampu menggerakkan berjuta orang untuk memikirkan keberlanjutan bumi di masa yang akan datang.

 

Peringatan Hari Bumi menjadi acara rutin tahunan yang diadakan tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi di seluruh dunia. Tercatat 192 negara di dunia tergabung di Earth Day Network (EDN), organisasi yang didirikan sejak Hari Bumi pertama kali diperingati. Hingga saat ini, EDN secara konsisten mempromosikan dan menyuarakan kepedulian akan pentingnya keberadaan bumi untuk generasi mendatang.

 

Mari kita berkaca, apa yang sudah kita lakukan selama 45 tahun ini. Dengan semua peringatan, perayaan, dan kemeriahan Hari Bumi, keadaan bumi tidak juga mengarah ke arah yang lebih baik.
Tahun 2014 merupakan tahun bersejarah untuk perubahan iklim. Di tahun ini, tercatat berbagai rekor berbagai hal tentang perubahan iklim. Rekor terbesar adalah adanya deviasi suhu sebesar 17°C di atas suhu rata-rata bumi selama ini, mengalahkan rekor tahun 2010.

 

Di Alaska, lapisan es meleleh dalam volume yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya dikarenakan naiknya suhu rata-rata sebesar 4,5º C. Kompetisi sled-dog yang rutin dilakukan setiap tahun harus dibatalkan karena tidak adanya salju di sepanjang lintasan lomba.

 

Kejuaraan tenis Australia terbuka diwarnai insiden di mana petenis Kanada, Frank Dancevic, mengalami halusinasi hingga muntah-muntah yang disebabkan oleh begitu panasnya suhu pada saat pertandingan berlangsung. Suhu saat itu tercatat 43°C.

 

Daerah California, Amerika Serikat juga merasakan dampak buruknya perubahan iklim dengan merasakan periode 3 tahun terkering sejak 1200 tahun lalu. Dengan kekeringan yang terjadi, luasan area kering di seluruh dunia diperkirakan akan meluas sebanyak 30%.

 

Berbagai peristiwa ini akan makin memburuk apabila emisi karbon yang terjadi tetap dalam tingkat seperti sekarang.

 

Lalu, apa yang telah kita lakukan selama ini? 44 perayaan tahunan untuk membangun kesadaran semua orang tentang pentingnya bersahabat dengan lingkungan seperti tidak berarti dengan serangan fakta-fakta ini. Bukan berarti hal ini buruk, tetapi aksi yang lebih nyata sudah sangat mendesak untuk dilakukan supaya kita bisa tinggal lebih lama di bumi ini. Mengurangi semua kegiatan yang merusak lingkungan harus dilakukan. Kegiatan-kegiatan yang dapat mengembalikan keadaan dan keseimbangan lingkungan seperti sedia kala harus lebih agresif dilakukan. Itulah mengapa di tahun ini, Hari Bumi mengangkat tema “It’s Our Turn to Lead”. Sudah saatnya kita berhenti berpangku tangan untuk kelestarian lingkungan kita. Inisiatif menjaga bumi haruslah datang dari diri sendiri.

 

Mari jadikan Hari Bumi tanggal 22 April sebagai pengingat dan rekam jejak kita untuk melihat apa yang sudah kita lakukan setiap tahunnya. Lebih lanjut lagi, mari jadikan setiap hari sebagai Hari Bumi. Sebab membangun masa depan yang lebih baik, di bumi yang lebih baik, tidak bisa dalam satu hari. Perlu 365 hari penuh dengan usaha-usaha untuk memperbaiki dan mengembalikan keadaan bumi seperti sediakala. Untuk bumi kita satu yang lestari.

  

(MRW/ANG)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *