Jakarta, 27 September 2012

Satu lagi gedung telah berhasil mencapai sertifikasi GREENSHIP Gedung Terbangun (Existing Building) di Jakarta, yaitu Sampoerna Strategic Square (SSS). Sebagai salah satu bangunan iconic di Jakarta dan menjadi gedung perkantoran dengan tenant yang sebagian besar adalah multi-national company, SSS melihat bahwa kebutuhan akan sertifikasi itu antara lain adalah untuk memastikan bahwa tenant mereka merasa nyaman dengan bangunan mereka. Selain itu, bangunan hijau juga memberikan kondisi yang lebih sehat bagi penghuni bangunan yang tentu saja akan menjadi nilai tambah bagi gedung SSS. Untuk tahun kedepan, SSS menargetkan akan mencapai sertifikasi GREENSHIP Platinum.

Pict. 1  GBC Indonesia bersama dengan team Green Building PT. Buana Sakti

Green Building Council Indonesia Bersama Tim Green Building PT Buana Sakti

Continue reading

Surabaya, 29 – 31 Agustus 2012

Gerakan hijau bukan hanya sesuatu yang dapat memberikan dampak bagi lingkungan, tetapi juga sesuatu yang dapat memberikan manfaat kepada manusia. Antara lain adalah melalui Green Job.

Green Job dapat diartikan sebagai transformasi dari ekonomi, perusahaan, tempat kerja dan tenaga kerja menjadi pekerjaan yang layak, berkelanjutan dan rendah karbon. Tetapi sebesar apapun inovasi dan strategi untuk mempromosikan green jobs hanya bisa terlaksana apabila ada keterlibatan penuh dari pekerja dan juga perusahaan.

“The notion of green jobs summarizes the transformation of economies, enterprises, workplaces and labour markets into a sustainable, low-carbon economy providing decent work. But much needed innovative strategies to promote green jobs can only succeed with the full involvement and participation of workers and enterprises”Continue reading

Setelah mengalami proses yang panjang, akhirnya pada bulan April 2012 lalu, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) mengeluarkan  Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 38 tahun 2012 mengenai Bangunan Gedung Hijau.

Proses ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama, sebab berbeda dengan Sertifikasi Bangunan Hijau yang bersifat sukarela (voluntary), Pergub ini merupakan suatu peraturan yang bersifat wajib (mandatory). Sehingga bagi bangunan yang tidak memenuhi ketentuan ini tentunya akan mendapatkan sanksi. Dengan demikian, perlu adanya kajian mendalam mengenai bagaimana peraturan ini dapat menjadi tepat guna dan tepat sasaran.Continue reading

4 – 5 July 2012 at Kuala Lumpur, Malaysia

Kuala Lumpur, Malaysia

On July 4th, GBC Indonesia is invited to become a speaker at Tropical Subtropical Green Building Alliance Conference (TSGBAC) 2012, at Kuala Lumpur, Malaysia. Representative from GBC Indonesia is Ms. Naning Adiwoso, Chairperson of GBC Indonesia and Mr. Rana Yusuf Nasir, Director of Rating and Technology.

This event is held concurrently with Green Building Forum, and an exhibition titled ARCHIDEX (13th International Architecture, Interior Design and Building Exhibition) which will provide participants with some diversion from the technical sessions and complementing the pedagogical focus of the conference. The conference concludes with technical visits on the 6th of July.Continue reading

Green Information and Communication Technology – Green ICT

GBC Indonesia – Green ICT: Konferensi ini mengupas pentingnya Green ICT, baik itu dilihat dari ‘Green of Information Technology (IT)’ maupun ‘Green by IT’. Penyelenggaraan konferensi ini juga bermaksud untuk membentuk Konsil Green ICT Indonesia, yang diharapkan ada unsur-unsur dari pemerintahan yang terlibat, asosiasi IT maupun non IT, komunitas ataupun kalangan pendidikan.

Misinya sendiri adalah untuk mendidik, memotivasi, dan mengubah profesional IT dan organisasi untuk menjadi praktisi ICT yang berkelanjutan.

Naning Adiwoso, Chairperson GBC Indonesia menjadi salah seorang pembicara tamu dalam konferensi ini.

Heating, Ventilation, Air Conditioning and Refrigeration – Water Summit

Jika bangunan ramah lingkungan menjadi norma dasar dalam desain bangunan, maka terbantahlah anggapan bangunan ramah lingkungan adalah barang mahal. Namun untuk menuju ke arah itu, perlu kesadaran bersama di antara para pemangku kepentingan, yaitu pemerintah, industri dan lembaga-lembaga masyarakat yang peduli pada persoalan bangunan ramah lingkungan serta masyarakat profesional seperti arsitek maupun kelompok ahli lainnya.