goes to campus copy

”RESET Mindset – SMART Way To Be Green”

 

A. LATAR BELAKANG

Perubahan iklim saat ini menjadi suatu istilah yang kerap kali ditemui, baik dalam pemberitaan media massa maupun dalam percakapan sehari-hari. Berbagai penelitian terkait dengan dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh gas rumah kaca telah dikeluarkan oleh berbagai lembaga penelitian Internasional.Hal ini pula yang mendorong negara-negara di seluruh dunia melakukan diskusi secara serius dan berkomitmen untuk melakukan upaya penurunan emisi gas rumah kaca.

Pada tanggal 30 November hingga 11 Desember 2015, Dewan Internasional Perubahan Iklim (UNFCC) mengadakan Konferensi Internasional perubahan iklim, yaitu Conference of the Parties (COP) 21 di Paris. Dalam COP 21 ini,

negara-negara anggota PBB membuat suatu rencana yang dikenal dengan Intended Nationally Determined Contributions (INDCs). Rencana Indonesia yang dituangkan dalam INDCs menyatakan komitmen penurunan emisi  sebesar 29% dari tahun 2010. Negara-negara ini juga memberikan pernyataan untuk

secara serius melakukan upaya penurunan emisi gas rumah kaca dan membatasi peningkatan suhu bumi hingga 2 derajat Celsius diatas masa pra-industri.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Konferensi Perubahan Iklim, Bangunan masuk dalam agenda pembicaraan dan memiliki satu sesi khusus.Penerapan konsep bangunan hijau kini terbukti sebagai salah satu upaya yang secara signifikan dapat membantu pencapaian penurunan emisi gas rumah kaca.

Desain yang ramah lingkungan melalui penggunaan teknologi, penerapan kearifan lokal, penyesuaian terhadap iklim dan kondisi lokal, serta pengurangan penggunaan sumber daya alam dalam bentuk ENERGI, AIR serta MATERIAL, merupakan inti dari konsep bangunan gedung hijau. Desain bangunan yang menggunakan konsep bangunan hijau juga memberikan pengaruh secara positif bagi kesehatan penghuni gedung. Hal ini tentunya menjadi nilai tambah, sekaligus dapat menjawab tantangan Indonesia dalam peningkatan kompetensi manusia Indonesia yang berdaya saing.

B. ACARA

  1. SEMINAR ROADSHOW

Pada pertengahan bulan Januari – Mei 2017, GBC Indonesia bekerjasama dengan beberapa industri yang peduli dengan lingkungan yang berkelanjutan akan mengadakan seminar Roadshow “Green Goes To Campus” (GGTC) sebagai upaya untuk melakukan transformasi dan mengubah paradigma dari generasi muda Indonesia mengenai kondisi bumi kita serta apa pengaruh kegiatan yang dilakukan manusia terhadap kerusakan yang terjadi.

Kampus merupakan tempat berkumpul dari calon profesional dan juga tokoh Indonesia di masa depan. Oleh karena itu kampus menjadi tempat yang paling tepat untuk menjaring para agen perubahan.

2. KOMPETISI MAHASISWA

Dalam acara Green Goes To Campus ini juga akan diadakan kompetisi bagi mahasiswa untuk memaparkan ide atau gagasan mengenai cara mengubah pola pikir masyarakat luas dalam mengenal produk ramah lingkungan. Kompetisi ini membawa tema “Reset Mindset : Smart Way To Be Green“ dan pemenangnya disebut sebagai “Green Champion” untuk masing-masing kategori (Air, Energi dan Material & Sampah).

Kompetisi ini merupakan kompetisi perseorangan dan dikhususkan untuk mahasiswa.

Skema Kompetisi :

    1. Mahasiswa diminta untuk membuat abstraksi dan juga paparan dalam bentuk Power Point (max.15 slide) dan Video yang berisi mengenai gagasan mereka dalam merubah pola pikir masyarakat dalam berperilaku dan menjaga lingkungan dan cara memberikan edukasi publik dan memiliki kharismatik dalam penyampaian agar masyarakat berubah, serta dapat memberi inspirasi.
    2. Terdapat 3 kategori champion yang akan dipilih, yaitu :
      • Energi
      • Air
      • Material dan Sampah
    3. Paparan dalam Power point berupa gabungan gambar dan tulisan.
    4. Akan dipilih 1 (satu) pemenang dari masing-masing kategori
    5. Peserta wajib melakukan pendaftaran. Batas waktu akhir pendaftaran pada tanggal 31 Mei 2017
    6. Pemenang juga diwajibkan untuk mengirimkan video dokumentasi perwujudan gagasan mereka dalam durasi 5 menit ke panitia untuk dinilai
    7. Batas akhir pengiriman materi kompetisi (presentasi & video) pada tanggal 31 Juni 2017
    8. Nama pemenang akan diumumkan pada bulan Agustus 2017
    9. Penyerahan hadiah kepada pemenang akan dilakukan pada acara World Green Building Week di bulan September 2017 (to be confirm).
    10. Materi kompetisi yang diterima oleh panitia menjadi hak milik dari penyelenggara,
    11. Kerangka acuan kompetisi yang berisi mengenai detail serta persyaratan dapat dijelaskan pada saat seminar.

 TUJUAN

  1. Memberikan pengetahuan mengenai produk-produk ramah lingkungan bagi kalangan mahasiswa sebagai agen perubahan di masa depan.
  2. Meningkatkan kesadaran (awareness) serta pemahaman (understanding) mengenai produk-produk ramah lingkungan.
  3. Membangun corporate image yang positif terhadap green movement di Indonesia.
  4. Untuk mendorong supplier dan produsen untuk menghasilkan lebih banyak produk bangunan ramah lingkungan
  5. Memperluas networking dalam komunitas Green Building di Indonesia.
  6. Sebagai salah satu sarana dalam menggemban tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan yang berkelanjutan.

TARGET PESERTA

Mahasiswa tingkat 4 – 5, jurusan :

Arsitektur, Sipil, Interior Design, Mesin, dan Fisika Bangunan

C. MANFAAT BAGI PERUSAHAAN

  1. Untuk memenuhi kebutuhan out sourcing di kalangan industri dan profesional,
  2. Terbentuknya suatu jaringan (network) baru dan up to date antar industri dan kalangan akademis, dimana network tersebut merupakan salah satu hal yang penting bagi industri mengingat para mahasiswa tersebut adalah calon-calon profesional di masa datang.
  3. Industri dapat menilai kualitas mahasiswa yang di hasilkan dari Universitas
  4. Mempermudah industri menilai seberapa jauh produk mereka dikenal calon profesional.

 

D. BENTUK KEPERSERTAAN GREEN GOES TO CAMPUS

Dengan Kontraprestasi :

  • Sesi Persentasi (Product Knowledge) selama ± 20 menit.
  • Lahan display product.
  • Pencantuman Logo Perusahaan (Industri) pada setiap Media Promosi (Poster, Spanduk, Backdrop, dan kit peserta workshop, sertifikat).
  • Database peserta.

Partisipasi perusahaan untuk program Green Goes To Campus adalah untuk :

  • Konsumsi mahasiswa
  • Sertifikat peserta.
  • Backdrop dan poster.
  • Merchandise
  • Alat tulis

E. SUSUNAN ACARA

  • Pembukaan oleh wakil Universitas
  • Green Seminar
  • Product Knowledge oleh Perusahaan (sponsor).
  • Penjelasan mengenai Kompetisi Mahasiswa
  • Tanya jawab.

GBC Indonesia mengundang seluruh anggota dari berbagai industri untuk dapat turut berpartisipasi dalam acara Grand Launching program GGTC yang akan diadakan pada bulan September 2016 dalam rangka memperingati World Green Building Weeks.

Cara Berpartisipasi

Bergabunglah bersama GBC Indonesia dengan menjadi bagian dari gerakan hijau berkelanjutan. Para industri dari berbagai bidang usaha dapat mendukung kegiatan – kegiatan di atas, bertemu dengan para peserta dan meluaskan jaringan serta dikenal sebagai perusahaan yang peduli untuk bersama menjadikan lingkungan menjadi lebih baik dan berkelanjutan. Donasi dukungan dapat dipilih dari paket berikut :

Untuk informasi lebih lanjut & berpartisipasi dalam program GGTC  ini dapat menghubungi :

Artho (e) suharto@gbcindonesia.org (m) 08983359555 atau

Tito (e) titoaribowo@gbcindonesia.org (m) 085693051319

Photo courtesy of heartland blog

Photo courtesy of heartland blog

Pada tanggal 11 dan 12 Februari 2016, para investor dan ahli energi dari setidaknya 26 negara berkumpul di Nusa Dua, Bali untuk menghadiri Bali Clean Energy Forum (BCEF). Forum ini merupakan bentuk komitmen Indonesia untuk mempercepat penggunaan energi bersih, kerjasama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan International Energi Agency (IEA). Dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kala, acara ini membahas pengembangan energi baru terbarukan dan energi bersih di Indonesia. Jumlah peserta forum dalam dua hari tersebut diperkirakan mencapai 2300 orang yang terdiri dari perwakilan negara melalui Menteri di bidang Energi, perwakilan dunia usaha, para ahli bidang energi, perwakilan masyarakat sipil serta media; baik nasional maupun internasional. Beberapa negara yang mewakilkan Menteri Energinya untuk hadir dalam acara ini adalah Saudi Arabia, Australia, Malaysia, Timor Leste dan Papua Nugini.

Menteri ESDM, Sudirman Said, menyatakan secara tegas di dalam konferensi pers yang diselenggarakan usai hari pertama penyelenggaraan BCEF bahwa pengembangan Energi Baru Terbarukan bukanlah suatu pilihan, melainkan suatu keharusan. Hal ini ditunjukkan dengan pembangunan Center of Excellence (CoE) yang akan berlokasi di Jembrana, Bali. CoE kelak akan menerapkan prinsip bangunan hijau, dimana GBC Indonesia turut terlibat dengan menjadi salah satu dewan juri dalam kompetisi desain CoE yang diselenggarakan oleh ESDM. Pembangunan CoE diharapkan dapat menjadi sebuah pusat studi untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia. CoE akan menjadi pendukung dalam upaya percepatan pengembangan energi terbarukan menjadi 23 persen dalam komposisi bauran energi nasional pada tahun 2025. Dalam lima tahun ke depan, ditargetkan 90 persen energi yang dipakai di Bali berasal dari energi terbarukan.

Photo courtesy Bail Clean Energi Forum Facebook fan page

Photo courtesy Bail Clean Energi Forum Facebook fan page

Membawa tema “Bridging The Gap Promoting Global Partnership”, melalui BCEF dihasilkan sebuah deklarasi yang ditandatangani oleh 17 negara. Deklarasi ini berisi mengenai komitmen untuk memperkuat pembangunan energi baru terbarukan. Salah satunya menyebutkan bahwa anggota negara yang menandatangani deklarasi ini akan bekerjasama secara aktif dengan Indonesia untuk bidang energi baru terbarukan. Energi efisiensi juga menjadi salah satu agenda dalam pertemuan ini. Sayang sekali, peranan teknologi informasi dalam efisiensi energi kurang mendapatkan perhatian.

Indonesia telah memberikan komitmen penurunan emisi gas rumah kaca sebesa 29% pada tahun 2025. Tahun yang sama dimana Indonesia juga memiliki target 23% untuk total energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Semangat dan janji Bali memberikan harapan, selanjutnya komitmen kuat, konsistendi dan dukungan dari semua pihak dibutuhkan agar energi terbarukan Indonesia dapat tumbuh pesat dan kuat. (ang)

WorldGBC-Asia-Pacific-Awards-official-logo

Setelah sukses besar pada tahun 2014, World Green Building Council’s Asia Pacific kembali mengadakan Asia Pacific Leadership in Green Building Awards. Acara penghargaan ini menjadi showcase serta tempat untuk merayakan pencapaian dari para pelaku bisnis serta inovator dalam kawasan Asia Pacific dalam upaya mereka menjadi pelopor penerapan konsep bangunan berkelanjutan.

Penghargaan ini terbagi dalam dua kategori :

  1. The Business Leadership in Sustainability Award ; ditujukan untuk perusahaan yang menerapkan prinsip keberlanjutan dalam model bisnis mereka serta memberikan kontribusi terhadap perubahan lingkungan, khususnya di area lingkungan terbangun. Mereka yang masuk dalam kategori ini adalah mereka yang memahami bahwa keberlanjutan merupakan suatu peluang bisnis jangka panjang, mampu mendemonstrasikan penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional perusahaan mereka baik secara internal maupun eksternal, serta menunjukkan kepemimpinan di sektor keberlanjutan diantara industri terkait.
  2. The Leadership in Sustainable Design and Performance Award ; ditujukan untuk proyek bangunan hijau yang menjadi pelopor serta mampu menghadirkan aspek-aspek desain keberlanjutan dan kegunaannya secara menyeluruh. Bangunan hijau yang dapat masuk dalam kategori ini adalah bangunan yang mampu untuk berada selangkah di depan serta menjadi contoh bagi bangunan hijau lainnya. Bangunan ini dapat meminimalisasi dampak serta memperbesar dampak positif, baik kepada lingkungan maupun terhadap manusia sebagai penghuninya. Terdapat 3 sub kategori di bawah kategori ini, yaitu : kawasan hunian (residential), komersial serta bangunan publik.

Penghargaan ini terbuka bagi perusahaan dan proyek bangunan hijau dengan segala luasan di seluruh Indonesia.

Mengapa Penghargaan ini penting untuk diberikan?

  • 60 persen dari populasi dunia tinggal di kawasan Asia Pasifik, dengan lebih dari 2 Milyar penduduk di daerah urban dan diperkirakan akan mencapa 3,3 Milyar pada tahun 2050.
  • Berdasarkan informasi tersebut, pembangunan dengan konsep rendah karbon sangat penting untuk menjamin kualitas hidup yang baik bagi penduduk yang ada, sekaligus meminimalkan dampak negative terhadap lingkungan serta memaksimalkan peluang ekonomi.
  • Penghargaan ini adalah satu-satunya penghargaan yang memberikan apresiasi untuk pencapaian bangunan hijau di seluruh kawasan Asia Pasifik. Pada tahun 2014, terdapat 128 nominasi dari 15 negara dan diperkirakan akan menjadi lebih banyak lagi pada tahun 2016 ini. Profil pemenang tahun 2014 dapat dilihat disini.

Mengapa perusahaan atau bangunan hijau harus mendaftar untuk Penghargaan ini?

  • Meningkatkan profil – Finalis dan pemenang dari Penghargaan ini akan ditampilkan pada jaringan media World Green Building Council.
  • Tim penilai yang kompeten – Nominasi yang masuk akan dinilai oleh tokoh-tokoh terpandang di sektor bangunan hijau.
  • Pengakuan – Penghargaan ini merupakan kesempatan untuk merayakan keberhasilan anda dalam mewujudkan bisnis yang sukses maupun bangunan yang memiliki pengaruh besar dalam masa depan bangunan hijau di kawasan Asia Pasifik.

CARA PENDAFTARAN

  1. Untuk dapat menjadi salah satu nominasi, formulir pendaftaran untuk The Business Leadership in Sustainability Award dapat diunduh disini; sedangkan untuk The Leadership in Sustainable Design and Performance dapat diunduh disini.
  2. Batas waktu pendaftaran adalah 15 Juni 2015.
  3. Donasi pendaftaran adalah sebesar USD 100 per nominasi
  4. Formulir yang telah diisi dikirimkan ke Green Building Council Indonesia melalui email fe.anggita@gbcindonesia.org.

Timeline Awards:

  • Penerimaan aplikasi nominasi – 14 January 2016
  • Penutupan penerimaan aplikasi – 22 Juni 2016
  • Pengumuman Finalis – 5 September 2016
  • Pengumuman Pemenang – 29, 30 September atau 1 Oktober 2016 (TBC)

Informasi lebih lanjut terkait dengan Penghargaan ini dapat mengunjungi www.worldgbc.org/apnawards.

APN-Roadshow01

 

Pada tanggal 21 September 2015 lalu acara Asia Pacfic Network Awards Roadshow diadakan di Jakarta Design Center, Jl. Gatot Subroto Kav 53, Jakarta. Acara ini merupakan roadshow atau pertunjukan keliling yang diadakan di 18 GBC di wilayah Asia Pasifik. Tujuan dari acara ini adalah memperkenalkan para juara yang terpilih dari World GBC (Green Building Council) Asia Pacific Leadership in Green Building Awards untuk membagikan pengalaman-pengalaman mereka di dunia industri bangunan hijau.Continue reading

IMG-COP21Sudah 10 tahun berlalu sejak Protokol Kyoto ditetapkan sebagai target global perubahan iklim. Negara-negara di seluruh dunia saat itu diminta untuk memberikan komitmen dalam upaya mengurangi gejala pemanasan global. Indonesia memberikan komitmen untuk menurunkan emisi sebesar 26% dari baseline tahun 2000 – 2005. Komitmen ini didukung penuh oleh Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) melalui program-program serta kerjasama dengan berbagai pihak.

 

Menjelang COP 21, setiap negara kembali diminta untuk memberikan komitmen mereka dalam Intended Nationally Determined Contributions (INDCs). INDCs Indonesia dapat dilihat di link ini.

 

Dalam rangkaian acara COP 21 yang akan diselenggarakan pada 1 – 8 Desember 2015, World Green Building Council (World GBC) bersama dengan organisasi Internasional lainnya seperti  UNEP, ICLEI, UN-Habitat dan WBCSD, mendapat kesempatan untuk mengadakan suatu forum khusus, yaitu Buildings Day yang akan diadakan pada tanggal 3 Desember 2015. Agenda dalam forum ini adalah pembahasan mengenai kontribusi bangunan dan sector konstruksi pada penurunan emisi dan pencegahan dampak yang lebih luas pada pemanasan global.

 

GBC MEMBER COMMITMENT

 

GBC Indonesia sebagai bagian dari WorldGBC mendapatkan kesempatan untuk turut mengundang para anggotanya (member) memberikan komitmen berupa pencapaian target tertentu ataupun program-program lain terkait.

 

Setelah menetapkan komitmen dan target, idealnya member membuat laporan yang dapat menunjukkan pencapaian yang terukur dan teruji.

 

Beberapa kerangka laporan yang dapat menjadi acuan antara lain :

 

Global Reporting Initiative     : link download disini
GRESB    : link download disini
Rating Tools : member menggunakan acuan dari perangkat tolok ukur bangunan hijau (dari Green Building Council maupun perangkat tolok ukur lainnya)

 

Sebagai contoh , beberapa target komitmen dari WorldGBC Corporate Member adalah sebagai berikut :

 

Lend Lease berkomitmen untuk mengembangkan bangunannya berdasarkan dua perangkat sertifikasi tertinggi yang berada di area tersebut.

 

City Developments Limited menargetkan penurunan emisi sebesar 22% pada tahun 2020 (baseline 2007)

 

Kontak terkait dengan program GBC Indonesia Member Commitment – COP 21 : Buildings Day
Anggita
(E) fe.anggita@gbcindonesia.org

 

(ANG)

***