MUMBAI, 5 October 2016 – Three highly prestigious green building projects and a leading business which have made outstanding contributions to the sustainability of Asia Pacific’s built environment, have been announced as winners of the World Green Building Council’s regional awards.

The four winners fought off competition from nine other finalists to be crowned champions of the Asia Pacific Leadership in Green Building Awards for 2016 at a ceremony hosted by the India Green Building Council, during its annual congress, in Mumbai.

The winners are:

  • Delhi Metro Rail Corporation, India– Business Leadership in Sustainability category
  • Double Cove, Hong Kong– Leadership in Sustainable Design and Performance (Residential) category
  • 69 Robertson Street – Floth, Australia – Leadership in Sustainable Design and Performance (Commercial) category
  • Construction Industry Council – ZCB, Hong Kong– Leadership in Sustainable Design and Performance (Institutional) category

The Business Leadership in Sustainability Award rewards companies that challenge boundaries, integrate sustainability into their business models and make an outstanding contribution to a sustainable built environment.

The Leadership in Sustainable Design and Performance Award is presented to green building projects that set new benchmarks for sustainability (with three sub-category winners for residential, commercial and institutional buildings).

Green building projects and companies were nominated by the 15 Green Building Councils which make up the WorldGBC’s Asia Pacific Regional Network.

Terri Wills, CEO of the World Green Building Council, said: “Our Green Building Councils in the Asia Pacific Regional Network work with some of the most pioneering companies on green building and I’d like to congratulate all those projects and businesses which were put forward for the Awards.

“Four nominations really pushed the boundaries on sustainability, and in the eyes of our judges stood out as true green building leaders. They have raised the bar for others to follow and are deserved winners of the Awards.”

The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) and the International Finance Corporation (IFC – a member of the World Bank Group) are the official Partners for this year’s Awards.

Roland Hunziker, Director of Sustainable Building Cities, at WBCSD, and AutifSayyed, Green Building Specialist at the International Finance Corporation (IFC), both sat on jury. The other jurors were StefanosFotiou, Director of Environment and Development, at the United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific; Inhee Chung, Senior Sustainability and Safeguards Specialist at the Global Green Growth Institute; C N Raghavendran, Managing Director at C.R. Narayana Rao Architects; and Phil Smith, Director of New Zealand Collingridge and Smith Architects (UK) Ltd.

ENDS

Notes to editors

The Asia Pacific Leadership in Green Building Awards are biennial awards, which were first held in 2014. They showcase and celebrate the achievements of companies pushing the envelope on sustainable buildings in the region.

The 12 finalists were announced in September 2016. Click here to see all the finalists.

About the winners

Delhi Metro Rail Corporation, India – Business Leadership in Sustainability

The Delhi Metro Rail Corporation is a founding member of the India Green Building Council, and worked collaboratively to develop the world’s first green certification standard for metros, which was launched in 2014. 15 of its stations and two sub-stations have the prestigious ‘Platinum’ mark of quality through the standard. In 2015, the metro cut the number of cars on Delhi’s roads by almost 420,000 – and slashed greenhouse gas emissions by almost 620,000 tonnes.

Double Cove, Hong Kong – Leadership in Sustainable Design and Performance (Residential)

Double Cove is made up of 3,500 residential units, as well as a shopping mall, clubhouse, landscaped gardens and a central park which acts as the precinct’s ‘green lung’. The development has reduced energy consumption by 15 per cent when compared to business as usual, has more than 80 electric vehicle charge stations and direct access to public transport, and rainwater harvesting captures 1,700 cubic metres of water each year, saving around 70 per cent of the precinct’s drinking water.

69 Robertson Street – Floth, Australia – Leadership in Sustainable Design and Performance (Commercial)

Floth’s 69 Robertson Street building in Brisbane was the first to achieve the 6 Star Green Star – Design & As Built v1.1 rating, and also the first to meet the Australian Sustainable Built Environment Council’s standard definition of a zero carbon building. Energy modelling has predicted a 53 per cent reduction in operational carbon emissions; a roof-mounted solar photovoltaic system offsets 28 per cent of the building’s final operational energy; and the building will also be zero carbon in operation through the purchase of 100 per cent GreenPower supply.

Construction Industry Council – ZCB, Hong Kong – Leadership in Sustainable Design and Performance (Institutional)

ZCB was the first zero carbon building in Hong Kong, and was specifically designed for the high-density, hot and humid sub-tropical urban context, able to switch from a tightly-sealed air-conditioned environment to a highly-porous cross-ventilated space. More than 1,000 building-integrated solar photovoltaics help ZCB produce enough renewable energy for its ongoing operation, while also exporting surplus energy back to the grid. Half of the site is covered by urban native woodland and high greenery to enhance biodiversity and cool the building in summer by providing shade.

For further information on each of the winners, see the full case studies here: http://www.worldgbc.org/files/7614/7565/5845/WorldGBC_APN_Awards_2016_Summary__Winners.pdf

To request images of the winners, please contact jkershaw@worldgbc.org.

Or you can download the summary here

For further information contact: Anggita & Artho

Contact information: fe.anggita@gbcindonesia.org & suharto@gbcindonesia.org

Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional menyelenggarakan Ajang Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia 2016, yang bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada produk konstruksi karya anak bangsa yang dapat memberikan inspirasi dan sekaligus bernilai tinggi, bermanfaat bagi masyarakat luas, serta mengembangkan kearifan lokal untuk menujukemandirian dan kemajuan konstruksi Indonesia.

Penghargaan Karya Konstruksi terdiri dari 4 kategori, yaitu:

(1)   Kategori Metode Konstruksi;

(2)   Kategori Teknologi Konstruksi;

(3)   Kategori Arsitektur; dan

(4)   Kategori Teknologi Tepat Guna.

Informasi lebih lanjut dan formulir dapat didownload disini

Atau menghubungi :

Asika HP. 0812 8094 2898;   Saras HP. 0877 8550 1988;   Nico HP. 0857 2701 4441.

 

Sekretariat Panitia Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia

Direktorat Bina Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Gedung Utama Kementerian PUPR Lantai 12

Jl Pattimura No. 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110

Telp./Fax. (021) 7227228

Email: karyakonstruksiindonesia@gmail.com

www.pu.go.id

 

goes to campus copy

”RESET Mindset – SMART Way To Be Green”

 

A. LATAR BELAKANG

Perubahan iklim saat ini menjadi suatu istilah yang kerap kali ditemui, baik dalam pemberitaan media massa maupun dalam percakapan sehari-hari. Berbagai penelitian terkait dengan dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh gas rumah kaca telah dikeluarkan oleh berbagai lembaga penelitian Internasional.Hal ini pula yang mendorong negara-negara di seluruh dunia melakukan diskusi secara serius dan berkomitmen untuk melakukan upaya penurunan emisi gas rumah kaca.

Pada tanggal 30 November hingga 11 Desember 2015, Dewan Internasional Perubahan Iklim (UNFCC) mengadakan Konferensi Internasional perubahan iklim, yaitu Conference of the Parties (COP) 21 di Paris. Dalam COP 21 ini,

negara-negara anggota PBB membuat suatu rencana yang dikenal dengan Intended Nationally Determined Contributions (INDCs). Rencana Indonesia yang dituangkan dalam INDCs menyatakan komitmen penurunan emisi  sebesar 29% dari tahun 2010. Negara-negara ini juga memberikan pernyataan untuk

secara serius melakukan upaya penurunan emisi gas rumah kaca dan membatasi peningkatan suhu bumi hingga 2 derajat Celsius diatas masa pra-industri.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Konferensi Perubahan Iklim, Bangunan masuk dalam agenda pembicaraan dan memiliki satu sesi khusus.Penerapan konsep bangunan hijau kini terbukti sebagai salah satu upaya yang secara signifikan dapat membantu pencapaian penurunan emisi gas rumah kaca.

Desain yang ramah lingkungan melalui penggunaan teknologi, penerapan kearifan lokal, penyesuaian terhadap iklim dan kondisi lokal, serta pengurangan penggunaan sumber daya alam dalam bentuk ENERGI, AIR serta MATERIAL, merupakan inti dari konsep bangunan gedung hijau. Desain bangunan yang menggunakan konsep bangunan hijau juga memberikan pengaruh secara positif bagi kesehatan penghuni gedung. Hal ini tentunya menjadi nilai tambah, sekaligus dapat menjawab tantangan Indonesia dalam peningkatan kompetensi manusia Indonesia yang berdaya saing.

B. ACARA

  1. SEMINAR ROADSHOW

Pada pertengahan bulan Januari – Mei 2017, GBC Indonesia bekerjasama dengan beberapa industri yang peduli dengan lingkungan yang berkelanjutan akan mengadakan seminar Roadshow “Green Goes To Campus” (GGTC) sebagai upaya untuk melakukan transformasi dan mengubah paradigma dari generasi muda Indonesia mengenai kondisi bumi kita serta apa pengaruh kegiatan yang dilakukan manusia terhadap kerusakan yang terjadi.

Kampus merupakan tempat berkumpul dari calon profesional dan juga tokoh Indonesia di masa depan. Oleh karena itu kampus menjadi tempat yang paling tepat untuk menjaring para agen perubahan.

2. KOMPETISI MAHASISWA

Dalam acara Green Goes To Campus ini juga akan diadakan kompetisi bagi mahasiswa untuk memaparkan ide atau gagasan mengenai cara mengubah pola pikir masyarakat luas dalam mengenal produk ramah lingkungan. Kompetisi ini membawa tema “Reset Mindset : Smart Way To Be Green“ dan pemenangnya disebut sebagai “Green Champion” untuk masing-masing kategori (Air, Energi dan Material & Sampah).

Kompetisi ini merupakan kompetisi perseorangan dan dikhususkan untuk mahasiswa.

Skema Kompetisi :

    1. Mahasiswa diminta untuk membuat abstraksi dan juga paparan dalam bentuk Power Point (max.15 slide) dan Video yang berisi mengenai gagasan mereka dalam merubah pola pikir masyarakat dalam berperilaku dan menjaga lingkungan dan cara memberikan edukasi publik dan memiliki kharismatik dalam penyampaian agar masyarakat berubah, serta dapat memberi inspirasi.
    2. Terdapat 3 kategori champion yang akan dipilih, yaitu :
      • Energi
      • Air
      • Material dan Sampah
    3. Paparan dalam Power point berupa gabungan gambar dan tulisan.
    4. Akan dipilih 1 (satu) pemenang dari masing-masing kategori
    5. Peserta wajib melakukan pendaftaran. Batas waktu akhir pendaftaran pada tanggal 31 Mei 2017
    6. Pemenang juga diwajibkan untuk mengirimkan video dokumentasi perwujudan gagasan mereka dalam durasi 5 menit ke panitia untuk dinilai
    7. Batas akhir pengiriman materi kompetisi (presentasi & video) pada tanggal 31 Juni 2017
    8. Nama pemenang akan diumumkan pada bulan Agustus 2017
    9. Penyerahan hadiah kepada pemenang akan dilakukan pada acara World Green Building Week di bulan September 2017 (to be confirm).
    10. Materi kompetisi yang diterima oleh panitia menjadi hak milik dari penyelenggara,
    11. Kerangka acuan kompetisi yang berisi mengenai detail serta persyaratan dapat dijelaskan pada saat seminar.

 TUJUAN

  1. Memberikan pengetahuan mengenai produk-produk ramah lingkungan bagi kalangan mahasiswa sebagai agen perubahan di masa depan.
  2. Meningkatkan kesadaran (awareness) serta pemahaman (understanding) mengenai produk-produk ramah lingkungan.
  3. Membangun corporate image yang positif terhadap green movement di Indonesia.
  4. Untuk mendorong supplier dan produsen untuk menghasilkan lebih banyak produk bangunan ramah lingkungan
  5. Memperluas networking dalam komunitas Green Building di Indonesia.
  6. Sebagai salah satu sarana dalam menggemban tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan yang berkelanjutan.

TARGET PESERTA

Mahasiswa tingkat 4 – 5, jurusan :

Arsitektur, Sipil, Interior Design, Mesin, dan Fisika Bangunan

C. MANFAAT BAGI PERUSAHAAN

  1. Untuk memenuhi kebutuhan out sourcing di kalangan industri dan profesional,
  2. Terbentuknya suatu jaringan (network) baru dan up to date antar industri dan kalangan akademis, dimana network tersebut merupakan salah satu hal yang penting bagi industri mengingat para mahasiswa tersebut adalah calon-calon profesional di masa datang.
  3. Industri dapat menilai kualitas mahasiswa yang di hasilkan dari Universitas
  4. Mempermudah industri menilai seberapa jauh produk mereka dikenal calon profesional.

 

D. BENTUK KEPERSERTAAN GREEN GOES TO CAMPUS

Dengan Kontraprestasi :

  • Sesi Persentasi (Product Knowledge) selama ± 20 menit.
  • Lahan display product.
  • Pencantuman Logo Perusahaan (Industri) pada setiap Media Promosi (Poster, Spanduk, Backdrop, dan kit peserta workshop, sertifikat).
  • Database peserta.

Partisipasi perusahaan untuk program Green Goes To Campus adalah untuk :

  • Konsumsi mahasiswa
  • Sertifikat peserta.
  • Backdrop dan poster.
  • Merchandise
  • Alat tulis

E. SUSUNAN ACARA

  • Pembukaan oleh wakil Universitas
  • Green Seminar
  • Product Knowledge oleh Perusahaan (sponsor).
  • Penjelasan mengenai Kompetisi Mahasiswa
  • Tanya jawab.

GBC Indonesia mengundang seluruh anggota dari berbagai industri untuk dapat turut berpartisipasi dalam acara Grand Launching program GGTC yang akan diadakan pada bulan September 2016 dalam rangka memperingati World Green Building Weeks.

Cara Berpartisipasi

Bergabunglah bersama GBC Indonesia dengan menjadi bagian dari gerakan hijau berkelanjutan. Para industri dari berbagai bidang usaha dapat mendukung kegiatan – kegiatan di atas, bertemu dengan para peserta dan meluaskan jaringan serta dikenal sebagai perusahaan yang peduli untuk bersama menjadikan lingkungan menjadi lebih baik dan berkelanjutan. Donasi dukungan dapat dipilih dari paket berikut :

Untuk informasi lebih lanjut & berpartisipasi dalam program GGTC  ini dapat menghubungi :

Artho (e) suharto@gbcindonesia.org (m) 08983359555 atau

Tito (e) titoaribowo@gbcindonesia.org (m) 085693051319

Photo courtesy of heartland blog

Photo courtesy of heartland blog

Pada tanggal 11 dan 12 Februari 2016, para investor dan ahli energi dari setidaknya 26 negara berkumpul di Nusa Dua, Bali untuk menghadiri Bali Clean Energy Forum (BCEF). Forum ini merupakan bentuk komitmen Indonesia untuk mempercepat penggunaan energi bersih, kerjasama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan International Energi Agency (IEA). Dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kala, acara ini membahas pengembangan energi baru terbarukan dan energi bersih di Indonesia. Jumlah peserta forum dalam dua hari tersebut diperkirakan mencapai 2300 orang yang terdiri dari perwakilan negara melalui Menteri di bidang Energi, perwakilan dunia usaha, para ahli bidang energi, perwakilan masyarakat sipil serta media; baik nasional maupun internasional. Beberapa negara yang mewakilkan Menteri Energinya untuk hadir dalam acara ini adalah Saudi Arabia, Australia, Malaysia, Timor Leste dan Papua Nugini.

Menteri ESDM, Sudirman Said, menyatakan secara tegas di dalam konferensi pers yang diselenggarakan usai hari pertama penyelenggaraan BCEF bahwa pengembangan Energi Baru Terbarukan bukanlah suatu pilihan, melainkan suatu keharusan. Hal ini ditunjukkan dengan pembangunan Center of Excellence (CoE) yang akan berlokasi di Jembrana, Bali. CoE kelak akan menerapkan prinsip bangunan hijau, dimana GBC Indonesia turut terlibat dengan menjadi salah satu dewan juri dalam kompetisi desain CoE yang diselenggarakan oleh ESDM. Pembangunan CoE diharapkan dapat menjadi sebuah pusat studi untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia. CoE akan menjadi pendukung dalam upaya percepatan pengembangan energi terbarukan menjadi 23 persen dalam komposisi bauran energi nasional pada tahun 2025. Dalam lima tahun ke depan, ditargetkan 90 persen energi yang dipakai di Bali berasal dari energi terbarukan.

Photo courtesy Bail Clean Energi Forum Facebook fan page

Photo courtesy Bail Clean Energi Forum Facebook fan page

Membawa tema “Bridging The Gap Promoting Global Partnership”, melalui BCEF dihasilkan sebuah deklarasi yang ditandatangani oleh 17 negara. Deklarasi ini berisi mengenai komitmen untuk memperkuat pembangunan energi baru terbarukan. Salah satunya menyebutkan bahwa anggota negara yang menandatangani deklarasi ini akan bekerjasama secara aktif dengan Indonesia untuk bidang energi baru terbarukan. Energi efisiensi juga menjadi salah satu agenda dalam pertemuan ini. Sayang sekali, peranan teknologi informasi dalam efisiensi energi kurang mendapatkan perhatian.

Indonesia telah memberikan komitmen penurunan emisi gas rumah kaca sebesa 29% pada tahun 2025. Tahun yang sama dimana Indonesia juga memiliki target 23% untuk total energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Semangat dan janji Bali memberikan harapan, selanjutnya komitmen kuat, konsistendi dan dukungan dari semua pihak dibutuhkan agar energi terbarukan Indonesia dapat tumbuh pesat dan kuat. (ang)

WorldGBC-Asia-Pacific-Awards-official-logo

Setelah sukses besar pada tahun 2014, World Green Building Council’s Asia Pacific kembali mengadakan Asia Pacific Leadership in Green Building Awards. Acara penghargaan ini menjadi showcase serta tempat untuk merayakan pencapaian dari para pelaku bisnis serta inovator dalam kawasan Asia Pacific dalam upaya mereka menjadi pelopor penerapan konsep bangunan berkelanjutan.

Penghargaan ini terbagi dalam dua kategori :

  1. The Business Leadership in Sustainability Award ; ditujukan untuk perusahaan yang menerapkan prinsip keberlanjutan dalam model bisnis mereka serta memberikan kontribusi terhadap perubahan lingkungan, khususnya di area lingkungan terbangun. Mereka yang masuk dalam kategori ini adalah mereka yang memahami bahwa keberlanjutan merupakan suatu peluang bisnis jangka panjang, mampu mendemonstrasikan penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional perusahaan mereka baik secara internal maupun eksternal, serta menunjukkan kepemimpinan di sektor keberlanjutan diantara industri terkait.
  2. The Leadership in Sustainable Design and Performance Award ; ditujukan untuk proyek bangunan hijau yang menjadi pelopor serta mampu menghadirkan aspek-aspek desain keberlanjutan dan kegunaannya secara menyeluruh. Bangunan hijau yang dapat masuk dalam kategori ini adalah bangunan yang mampu untuk berada selangkah di depan serta menjadi contoh bagi bangunan hijau lainnya. Bangunan ini dapat meminimalisasi dampak serta memperbesar dampak positif, baik kepada lingkungan maupun terhadap manusia sebagai penghuninya. Terdapat 3 sub kategori di bawah kategori ini, yaitu : kawasan hunian (residential), komersial serta bangunan publik.

Penghargaan ini terbuka bagi perusahaan dan proyek bangunan hijau dengan segala luasan di seluruh Indonesia.

Mengapa Penghargaan ini penting untuk diberikan?

  • 60 persen dari populasi dunia tinggal di kawasan Asia Pasifik, dengan lebih dari 2 Milyar penduduk di daerah urban dan diperkirakan akan mencapa 3,3 Milyar pada tahun 2050.
  • Berdasarkan informasi tersebut, pembangunan dengan konsep rendah karbon sangat penting untuk menjamin kualitas hidup yang baik bagi penduduk yang ada, sekaligus meminimalkan dampak negative terhadap lingkungan serta memaksimalkan peluang ekonomi.
  • Penghargaan ini adalah satu-satunya penghargaan yang memberikan apresiasi untuk pencapaian bangunan hijau di seluruh kawasan Asia Pasifik. Pada tahun 2014, terdapat 128 nominasi dari 15 negara dan diperkirakan akan menjadi lebih banyak lagi pada tahun 2016 ini. Profil pemenang tahun 2014 dapat dilihat disini.

Mengapa perusahaan atau bangunan hijau harus mendaftar untuk Penghargaan ini?

  • Meningkatkan profil – Finalis dan pemenang dari Penghargaan ini akan ditampilkan pada jaringan media World Green Building Council.
  • Tim penilai yang kompeten – Nominasi yang masuk akan dinilai oleh tokoh-tokoh terpandang di sektor bangunan hijau.
  • Pengakuan – Penghargaan ini merupakan kesempatan untuk merayakan keberhasilan anda dalam mewujudkan bisnis yang sukses maupun bangunan yang memiliki pengaruh besar dalam masa depan bangunan hijau di kawasan Asia Pasifik.

CARA PENDAFTARAN

  1. Untuk dapat menjadi salah satu nominasi, formulir pendaftaran untuk The Business Leadership in Sustainability Award dapat diunduh disini; sedangkan untuk The Leadership in Sustainable Design and Performance dapat diunduh disini.
  2. Batas waktu pendaftaran adalah 15 Juni 2015.
  3. Donasi pendaftaran adalah sebesar USD 100 per nominasi
  4. Formulir yang telah diisi dikirimkan ke Green Building Council Indonesia melalui email fe.anggita@gbcindonesia.org.

Timeline Awards:

  • Penerimaan aplikasi nominasi – 14 January 2016
  • Penutupan penerimaan aplikasi – 22 Juni 2016
  • Pengumuman Finalis – 5 September 2016
  • Pengumuman Pemenang – 29, 30 September atau 1 Oktober 2016 (TBC)

Informasi lebih lanjut terkait dengan Penghargaan ini dapat mengunjungi www.worldgbc.org/apnawards.