Bali Clean Energy Forum 2016 – Harapan Untuk Energi Terbarukan Indonesia

Photo courtesy of heartland blog

Photo courtesy of heartland blog

Pada tanggal 11 dan 12 Februari 2016, para investor dan ahli energi dari setidaknya 26 negara berkumpul di Nusa Dua, Bali untuk menghadiri Bali Clean Energy Forum (BCEF). Forum ini merupakan bentuk komitmen Indonesia untuk mempercepat penggunaan energi bersih, kerjasama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan International Energi Agency (IEA). Dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kala, acara ini membahas pengembangan energi baru terbarukan dan energi bersih di Indonesia. Jumlah peserta forum dalam dua hari tersebut diperkirakan mencapai 2300 orang yang terdiri dari perwakilan negara melalui Menteri di bidang Energi, perwakilan dunia usaha, para ahli bidang energi, perwakilan masyarakat sipil serta media; baik nasional maupun internasional. Beberapa negara yang mewakilkan Menteri Energinya untuk hadir dalam acara ini adalah Saudi Arabia, Australia, Malaysia, Timor Leste dan Papua Nugini.

Menteri ESDM, Sudirman Said, menyatakan secara tegas di dalam konferensi pers yang diselenggarakan usai hari pertama penyelenggaraan BCEF bahwa pengembangan Energi Baru Terbarukan bukanlah suatu pilihan, melainkan suatu keharusan. Hal ini ditunjukkan dengan pembangunan Center of Excellence (CoE) yang akan berlokasi di Jembrana, Bali. CoE kelak akan menerapkan prinsip bangunan hijau, dimana GBC Indonesia turut terlibat dengan menjadi salah satu dewan juri dalam kompetisi desain CoE yang diselenggarakan oleh ESDM. Pembangunan CoE diharapkan dapat menjadi sebuah pusat studi untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia. CoE akan menjadi pendukung dalam upaya percepatan pengembangan energi terbarukan menjadi 23 persen dalam komposisi bauran energi nasional pada tahun 2025. Dalam lima tahun ke depan, ditargetkan 90 persen energi yang dipakai di Bali berasal dari energi terbarukan.

Photo courtesy Bail Clean Energi Forum Facebook fan page

Photo courtesy Bail Clean Energi Forum Facebook fan page

Membawa tema “Bridging The Gap Promoting Global Partnership”, melalui BCEF dihasilkan sebuah deklarasi yang ditandatangani oleh 17 negara. Deklarasi ini berisi mengenai komitmen untuk memperkuat pembangunan energi baru terbarukan. Salah satunya menyebutkan bahwa anggota negara yang menandatangani deklarasi ini akan bekerjasama secara aktif dengan Indonesia untuk bidang energi baru terbarukan. Energi efisiensi juga menjadi salah satu agenda dalam pertemuan ini. Sayang sekali, peranan teknologi informasi dalam efisiensi energi kurang mendapatkan perhatian.

Indonesia telah memberikan komitmen penurunan emisi gas rumah kaca sebesa 29% pada tahun 2025. Tahun yang sama dimana Indonesia juga memiliki target 23% untuk total energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Semangat dan janji Bali memberikan harapan, selanjutnya komitmen kuat, konsistendi dan dukungan dari semua pihak dibutuhkan agar energi terbarukan Indonesia dapat tumbuh pesat dan kuat. (ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *