Ayo Bantu Selamatkan Bumi dengan Aksi “Earth Hour”

IMG-20180326-WA0005

Pada hari Sabtu, 24 Maret 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar aksi pemadaman lampu selama satu jam. Aksi itu dalam rangka mengkampanyekan “Earth Hour” (Jam Bumi).

Earth Hour sendiri adalah gerakan kampanye global yang diinisiasi organisasi pemerhati lingkungan WWF sejak 2007 di Sydney, Australia. Di Indonesia, Earth Hour baru dirayakan mulai tahun 2009. Aksi prolingkungan yang dikemas dalam kampanye Earth Hour ini menitikberatkan pada pemadaman listrik selama satu jam. Tak hanya penghematan listrik, aksi ini juga bertujuan untuk menyelamatkan bumi dari ancaman global warming. 

Gerakan Earth Hour 2018 didukung sekitar 180 negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. WWF Indonesia mencatat ada 60 (enam puluh) kota yang berpartisipasi.

Di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin aksi ini di Pendopo Balai Kota dengan meminta seluruh gedung Pemprov DKI Jakarta mematikan lampu selama satu jam dimulai pukul 20.30 sampai 21.30 WIB.

IMG-20180326-WA0003Pemadaman lampu selama satu jam ini merupakan aksi simbolis berisi pesan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berhemat menggunakan energi demi menjadikan Jakarta lebih lestari. Hal ini disampaikan melalui surat edaran nomor 5/SE/2018 dan Instruksi Gubernur nomor 28/2018 tentang Pemadaman Lampu pada pelaksanaan Kampanye “Earth Hour” 2018 kepada seluruh Kepala Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Dalam aksi ini, ada 7 (tujuh) gedung yang merupakan ikon kota Jakarta yang akan dipadamkan yakni Gedung Balai Kota, Monas, Patung Tugu Tani, Patung Pemuda, Patung Sudirman, Patung Arjuna Wiwaha, Monumen Selamat Datang, dan juga di Simpang Susun Semanggi. Pemadaman lampu juga dilakukan di bangunan – bangunan pemerintah, yaitu kantor Wali Kota, Bupati, Kecamatan dan kantor Dinas.

Pemprov DKI Jakarta mendukung komunitas yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup untuk mengkampanyekan aksi global dalam upaya pengendalian dampak perubahan iklim. Dalam acara tersebut, juga diadakan talkshow bersama WWF Indonesia, Green Building Council (GBC) Indonesia dan International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI). Talkshow ini membahas pentingnya hemat energi untuk mereduksi emisi gas rumah kaca.

Berdasarkan hasil inventarisasi emisi gas rumah kaca di Jakarta tahun 2015 dan 2016, sumber emisi terbesar adalah dari penggunaan listrik. Jakarta telah berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca dalam Rencana Tata Ruang Wilayah 2030 dan Pergub Nomor 131 Tahun 2012 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas RumahKaca.

Selain itu, aksi-aksi terkait efisiensi energi juga sudah dilakukan, mulai dari mengganti lampu penerangan jalan umum dengan LED ramah lingkungan di 185.000 titik dan mengimplementasikan efisiensi energi di gedung – gedung dengan mengeluarkan program Grand Design of Green Building Jakarta. GBC Indonesia juga turut aktif berpartisipasi dalam penyusunan materi dalam program tersebut bersama Pemprov DKI Jakarta.

Hingga saat ini, beberapa gedung di Indonesia juga telah mencapai predikat sebagai bangunan hijau atau green building. GBC Indonesia telah memberikan sertifikat bangunan hijau yang disebut GREENSHIP dan EDGE kepada gedung – gedung tersebut. Daftar bangunan yang telah mencapai predikat sebagai green building maupun yang masih dalam proses Sertifikasi dapat dilihat pada website http://sertifikasibangunanhijau.com/sbh

Dalam mendukung upaya efisiensi energi dan penurunan emisi gas rumah kaca, diperlukan peran serta dari seluruh pemangku kepentingan. Masyarakat dapat turut serta mendukung upaya penghematan energi dimulai dengan hal-hal yang kecil, seperti menggunakan peralatan elektronik yang hemat listrik, mematikan peralatan listrik tersebut jika sudah tidak digunakan, termasuk mematikan lampu saat tidur.

Ayo bantu selamatkan bumi menjadi lebih baik dan lebih lestari, demi anak – cucu kita, generasi mendatang, karena “WE ARE THE LAST GENERATION TO SAVE PLANET EARTH.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *