Sejalan dengan program pemerintah Indonesia dalam program pengembangan bangunan berkelanjutan, dan misi untuk mengurangi 30% emisi energi di tahun 2030, Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) mengumumkan partisipasi dan dukungannya dalam pelaksanaan acara Green & Smart Building Indonesia 2018 (GSBI).

Acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober – 2 November 2018 di JIExpo Kemayoran, Indonesia. GSBI 2018 adalah satu-satunya acara yang memamerkan solusi terkini; produk-produk bangunan, teknologi, dan aplikasi terbaru, untuk membangun lingkungan gedung yang lebih hijau, cerdas, dan efisien.

GBC Indonesia dalam acara ini memiliki misi untuk mendidik dan berbagi pentingnya investasi untuk membangun bangunan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi pemilik bangunan, pemilik proyek, pengembang, konsultan dan kontraktor – pembangunan dan perencanaan pembangunan gedung ramah lingkungan sangat direkomendasikan karena tidak hanya mengurangi bahaya lingkungan dan biaya operasional, namun juga menguntungkan bagi kesehatan penghuninya.

Bersamaan dengan pelaksanaan pameran Green & Smart Building Indonesia 2018, kami akan mengadakan Konferensi Green & Smart Building Indonesia selama 3 hari dengan fokus utama pada efisiensi energi, kesehatan dan keselamatan kerja.

Highlight topik yang akan diangkat:

  • Masa depan lingkungan gedung ramah lingkungan yang berkelanjutan di Indonesia
  • Implementasi konsep Internet of Things (IoT) untuk bangunan cerdas
  • Perubahan iklim, kualitas udara dalam ruangan dan adaptasi bangunan
  • Sistem manajemen bangunan terpadu yang terintegrasi dan penerapannya
  • Faktor kesehatan dan keselamatan untuk desain bangunan dan konstruksi
  • Bangunan menggunakan strategi desain pasif untuk efisiensi energi
  • Peninjauan alat penilai sertifikasi GREENSHIP di Indonesia

Diselenggarakan dengan satu-satunya acara konstruksi unggulan dari Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat bertajuk Konstruksi Indonesia, GSBI 2018 akan menarik seluruh profesional, pemegang kepentingan dan pengambil keputusan di industri konstruksi untuk memahami, mempelajari, menentukan, dan memajukan program bangunan ramah lingkungan dan cerdas di Indonesia.

Pada tahun 2017, Konstruksi Indonesia dihadiri 10.297 peserta; dan diperkirakan akan bertambah lebih dari 12.000 tahun ini.

Informasi lebih lanjut untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan acara ini, silahkan kunjungi, www.greenandsmartbuildingindonesia.com

*** TAMAT ***

Tentang Tarsus Indonesia

Tarsus Indonesia sebelumnya bernama PT Infrastructure Asia adalah perusahaan yang bergerak di bidang media, pameran dan konferensi berbasis business-to-business (B2B).

Sejak dibentuk pada 2009, Tarsus Indonesia telah menjalin hubungan yang kuat dengan pemerintah Indonesia bersama dengan organisasi strategis di Indonesia secara luas dan telah telah menghadirkan beragam portfolio event business-to-business yang berkontribusi positif bagi perekonomian Indonesia dan mendorong perdagangan internasional.

 Event unggulan Tarsus Indonesia adalah Indonesia Infrastructure Week (IIW), sebuah event yang menghasilkan lebih dari US$16 miliar bagi bisnis baru selama event berlangsung. Tarsus Indonesia juga menjadi penyelenggara event yang hadir di sektor Pendidikan, Aviasi, dan Teknologi.

Tarsus Indonesia juga mengoperasikan news portal online industry – Infrastructure Asia Online (IAO) yang menghadirkan berita seputar industri, opini, insight, dan beragam update informasi seputar regulasi bagi basis pelanggan yang luas.

Informasi partisipasi pameran dan sponsor, hubungi:

Dwi Febriyanti

Event Manager

Tel: +62 856 9444 5334

Email: sales@greenandsmartbuildingindo.com

IMG-20180326-WA0005

Pada hari Sabtu, 24 Maret 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar aksi pemadaman lampu selama satu jam. Aksi itu dalam rangka mengkampanyekan “Earth Hour” (Jam Bumi).

Earth Hour sendiri adalah gerakan kampanye global yang diinisiasi organisasi pemerhati lingkungan WWF sejak 2007 di Sydney, Australia. Di Indonesia, Earth Hour baru dirayakan mulai tahun 2009. Aksi prolingkungan yang dikemas dalam kampanye Earth Hour ini menitikberatkan pada pemadaman listrik selama satu jam. Tak hanya penghematan listrik, aksi ini juga bertujuan untuk menyelamatkan bumi dari ancaman global warming. 

Gerakan Earth Hour 2018 didukung sekitar 180 negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. WWF Indonesia mencatat ada 60 (enam puluh) kota yang berpartisipasi.

Di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin aksi ini di Pendopo Balai Kota dengan meminta seluruh gedung Pemprov DKI Jakarta mematikan lampu selama satu jam dimulai pukul 20.30 sampai 21.30 WIB.

IMG-20180326-WA0003Pemadaman lampu selama satu jam ini merupakan aksi simbolis berisi pesan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berhemat menggunakan energi demi menjadikan Jakarta lebih lestari. Hal ini disampaikan melalui surat edaran nomor 5/SE/2018 dan Instruksi Gubernur nomor 28/2018 tentang Pemadaman Lampu pada pelaksanaan Kampanye “Earth Hour” 2018 kepada seluruh Kepala Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Dalam aksi ini, ada 7 (tujuh) gedung yang merupakan ikon kota Jakarta yang akan dipadamkan yakni Gedung Balai Kota, Monas, Patung Tugu Tani, Patung Pemuda, Patung Sudirman, Patung Arjuna Wiwaha, Monumen Selamat Datang, dan juga di Simpang Susun Semanggi. Pemadaman lampu juga dilakukan di bangunan – bangunan pemerintah, yaitu kantor Wali Kota, Bupati, Kecamatan dan kantor Dinas.

Pemprov DKI Jakarta mendukung komunitas yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup untuk mengkampanyekan aksi global dalam upaya pengendalian dampak perubahan iklim. Dalam acara tersebut, juga diadakan talkshow bersama WWF Indonesia, Green Building Council (GBC) Indonesia dan International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI). Talkshow ini membahas pentingnya hemat energi untuk mereduksi emisi gas rumah kaca.

Berdasarkan hasil inventarisasi emisi gas rumah kaca di Jakarta tahun 2015 dan 2016, sumber emisi terbesar adalah dari penggunaan listrik. Jakarta telah berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca dalam Rencana Tata Ruang Wilayah 2030 dan Pergub Nomor 131 Tahun 2012 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas RumahKaca.

Selain itu, aksi-aksi terkait efisiensi energi juga sudah dilakukan, mulai dari mengganti lampu penerangan jalan umum dengan LED ramah lingkungan di 185.000 titik dan mengimplementasikan efisiensi energi di gedung – gedung dengan mengeluarkan program Grand Design of Green Building Jakarta. GBC Indonesia juga turut aktif berpartisipasi dalam penyusunan materi dalam program tersebut bersama Pemprov DKI Jakarta.

Hingga saat ini, beberapa gedung di Indonesia juga telah mencapai predikat sebagai bangunan hijau atau green building. GBC Indonesia telah memberikan sertifikat bangunan hijau yang disebut GREENSHIP dan EDGE kepada gedung – gedung tersebut. Daftar bangunan yang telah mencapai predikat sebagai green building maupun yang masih dalam proses Sertifikasi dapat dilihat pada website http://sertifikasibangunanhijau.com/sbh

Dalam mendukung upaya efisiensi energi dan penurunan emisi gas rumah kaca, diperlukan peran serta dari seluruh pemangku kepentingan. Masyarakat dapat turut serta mendukung upaya penghematan energi dimulai dengan hal-hal yang kecil, seperti menggunakan peralatan elektronik yang hemat listrik, mematikan peralatan listrik tersebut jika sudah tidak digunakan, termasuk mematikan lampu saat tidur.

Ayo bantu selamatkan bumi menjadi lebih baik dan lebih lestari, demi anak – cucu kita, generasi mendatang, karena “WE ARE THE LAST GENERATION TO SAVE PLANET EARTH.

logo

Mengkaji Ulang Lansekap Bagi Kelestarian Lingkungan

 EXPO URBANSCAPE & Greenery 2018

Jakarta, 17 Januari 2018 – Pencemaran udara di kota-kota besar semakin memprihatinkan yang mengakibatkan peningkatan suhu udara sehingga menjadi salah satu penyebab pemanasan global dan berdampak buruk bagi kesehatan penduduk pada umumnya. Sebuah peringatan bahwa polusi yang dihasilkan akan merusak lingkungan, terganggunya pertumbuhan tanaman dan kualitas air.

Perlu kesadaran untuk mengurangi pencemaran udara di bumi dan Indonesia harus bersiap serta berbenah. Apa yang sudah terbangun di kota-kota besar harus ditata kembali dan diimbangi dengan penghijauan dan apa yang akan dibangun harus mengikuti kaidah lingkungan hijau.

133dc908-d2f8-413d-82d6-7a24e5d29743Adalah sebuah gerakan bersama dari pihak-pihak yang peduli dengan lingkungan yang memberikan kontribusinya dalam EXPO URBANSCAPE & Greenery, tempat dan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk kehidupan yang lebih baik, lebih sehat dan berkelanjutan.

EXPO URBANSCAPE & Greenery adalah pameran unik yang menawarkan inovasi, produk, rancangan dan layanan dalam lansekap dan pertamanan, dimana GBCI (Green Building Council Indonesia) sebagai tuan rumahnya. “Masalah lingkungan di Indonesia adalah masalah yang sangat serius dan perlu penanganan yang tepat dan cepat. Hal ini tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, harus bersama-sama dengan semua pihak. Kami menyambut baik diselenggarakannya  EXPO URBANSCAPE & Greenery, ada enam asosiasi dan institusi terkait sudah mendukung, termasuk GBCI yang peduli terhadap praktek-praktek Green Building,” jelas Siti Adiningsih Adiwoso, Chairwoman GBC Indonesia.

“Kegiatan ini adalah yang pertama di Indonesia dan satu-satunya yang menitikberatkan pentingnya taman dan ruang hijau, tumbuhan yang tepat ditanam untuk Bangunan yang didirikan baik untuk kesehatan maupun kehidupan sosial. Mulai dari teknologinya, perawatannya sampai pengembangannya. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi solusi keadaan lingkungan saat ini,” ungkap Siti Adiningsih Adiwoso.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan melibatkan seluruh sektor usaha lansekap dan pertama yang bertujuan untuk melayani pasar yang berkembang sebagai platform bisnis professional untuk pabrik, pedagang, eksportir, distributor, perancang, arsitek sampai konsumen individual untuk bertukar pikiran dan ide serta inovasi terkini. Digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran pada tanggal 19-21 Juli 2018.

“EXPO URBANSCAPE & Greenery adalah titik temu dengan nilai-nilai yang tinggi dimana yang hadir dalam pameran ini mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan bertemu muka langsung dengan para produsen, pemasok maupun penyedia jasa. Kegiatan ini dirancang dengan format semi-trade dengan mengundang kalangan professional bisnis dan pengunjung umum,” jelas Teddy Halim, Direktur PT Media Artha Sentosa selaku penyelenggara.

“EXPO URBANSCAPE & Greenery juga menghadirkan sesi Conference & Seminar dimana para peserta dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru serta informasi dari para pakar. Selain itu berbagai kegiatan lainnya juga akan diadakan untuk memberikan nilai tambah bagi para peserta dan pengunjung pameran, diantaranya Market Place, kompetisi desain lansekap, talk show dan banyak lagi,” lanjut Teddy.

==o0o==

Tentang Penyelenggara PT MAS (Media ArthaSentosa)

 

PT Media Artha Sentosa didirikan tahun 2008 oleh sekelompok professional yang berpengalaman luas mengenai Pameran Internasional B to B berkualitas. Melayani pasar yang berkembang pesat di Indonesia dan negara tetangga.

PT Media Artha Sentosa terdaftar sebagai anggota Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (APPI) dan bekerja erat bersama pihak pemerintah dan swasta. Dalam portofolio bisnis kami termasuk EXPO CLEAN & EXPO LAUNDRY yang telah di selenggarakan untuk ke-5 kalinya di tahun 2018 dan PEST ACADEMY.

Kontak:

Tel: (+6221) 5835 4654

Fax: (+6221) 5830 1097

 

Twitter: @MAS_exhibitions           Instagram:  @MAS_exhibitions           LinkedIn:  mediaarthasentosa

 

Tentang EXPO URBANSCAPE & Greenery

 

http://www.expo-urbanscape.com

19 – 21 July 2018, Jakarta International Expo

Phone +62 21 5835 4654

Email: info@expo-urbanscape.com

Facebook: urbanscapeind

Asosiasi Pendukung

  1. GBCI – Green Building Council Indonesia
  2. ILINET – Indonesia Landscape Industries Network
  3. JALIN – Jakarta Landscape Institute
  4. SUDFI – Sustainable Urban Development Forum Indonesia
  5. HTII – HimpunanTeknik Iluminasi Indonesia
  6. INKINDO – Ikatan Nasional Konsultan Indonesia
  7. APALI – Asosiasi Pendidikan Arsitektur Lansekap Indonesia

 

Kontak Media

IPM Public Relations

Indira Kamal

Indira.kamal@ipmpr.net

+62 811148445

2018-NYG-01

PRESS RELEASE

Setiap awal tahun, Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) mengadakan acara bagi para anggotanya sebagai suatu bentuk persiapan menghadapi tantangan pada tahun berjalan. Selain sebagai ajang keakraban antar anggota GBC Indonesia dan juga pendukung bangunan hijau di Indonesia, acara ini digunakan sebagai tempat berbagi informasi terbaru mengenai penerapan bangunan hijau di Indonesia.

Pada tahun ini, GBC Indonesia membawakan tiga paparan terkait dengan tantangan dan upaya percepatan Indonesia yang berkelanjutan. Paparan pertama dibawakan oleh Chairperson GBC Indonesia, ibu Naning Adiwoso mengenai tantangan dan isu prioritas pada tahun ke depan. Hal yang perlu dijadikan perhatian adalah isu kesehatan dan peningkatan kuaitas manusia. Mulai pada tahun 2020 mendatang, segala sesuatu bukan saja harus ramah terhadap lingkungan, tetapi harus juga memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan manusia yang berada di sekitarnya. Perkembangan penduduk dan perubahan iklim akan memberikan dampak besar, khususnya di sektor aviasi dan pariwisata. Ketahanan pangan juga menjadi isu penting yang harus dicarikan solusi.

2018-NYG-02

Pembicara kedua adalah Mr. Autif Sayyed, Green Building Specialist dari International Finance Corporation. Beliau memberikan paparan terkait dengan keuntungan yang didapatkan oleh pemilik bangunan hijau dibandingkan dengan bangunan biasa. Beberapa contoh kasus nyata menggambarkan bahwa pemilik bangunan hijau mendapatkan keuntungan dari sisi finansial, peningkatan kualitas kesehatan penghuni, serta pemasaran.

Pembicara ketiga adalah Bapak Edi Setijawan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beliau memberikan paparan mengenai kebijakan pemerintah Indonesia di sektor keuangan terkait bidang keberlanjutan di Indonesia. Melalui Bapak Edi, diketahui bahwa pada tahun 2017 telah dikeluarkan regulasi OJK (Peraturan OJK no. 51 & 60 tahun 2017) terkait dengan Keuangan Berkelanjutan dan Green Bond. Aturan ini kelak yang akan mendorong pelaku perbankan dan institusi keuangan untuk melakukan pembiayaan bagi kegiatan-kegiatan berorientasi lingkungan. Sektor-sektor yang potensial untuk mendapat pembiayaan adalah infrastruktur, energi baru terbarukan dan efisiensi energy, agrikultur dan perikanan, sektor pariwisata, serta bisnis kecil dan menengah.

Tahun 2018 juga akan ada beberapa program khusus, yaitu Pelatihan mengenai Green Airport, Seminar Urbanscape & Greeneries  dan pembukaan pendaftaran bagi pelaku bisnis dan pemilik bangunan untuk ikut serta dalam Asia Pacific Awards 2018. Informasi mengenai hal ini dapat menghubungi GBC Indonesia atau melihat dalam website kami di www.gbcindonesia.org. GBC Indonesia pun menutup acara dengan pertunjukan istimewa dari seluruh staff GBC Indonesia. Video pertunjukan ini dapat dilihat pada tautan berikut https://www.youtube.com/watch?v=vt8YKmyLOS8

Info lebih lanjut bisa menghubungi Anggita di fe.anggita@gbcindonesia.org atau (M) +62 819 317 47 391

***

IIW2017-2

JAKARTA – Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017, pameran dan konferensi terdepan yang mempertemukan beragam pemangku kepentingan, pengambil keputusan, serta beragam tokoh penting di sektor infrastruktur di Indonesia hari ini memasuki hari kedua perhelatan acara. Pelaksanaan IIW 2017 hari kedua ini diramaikan dengan kehadiran Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang menghadiri Jakarta Infrastructure Forum 2017 yang diselenggarakan oleh HIPMI Jaya (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia – Jakarta Raya), di ruang Assembly I Jakarta Convention Center (JCC).

IIW 2017 merupakan event tahunan yang menampilkan beragam produk, teknologi, jasa terbaik di sektor infrastruktur serta pemaparan berbagai proyek infrastruktur prioritas yang tersebar di berbagai daerah. Event ini diorganisir oleh Tarsus Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang media, pameran dan konferensi berbasis business-to-business (B2B).

IIW 2017 dirancang sebagai ajang bertemunya pemerintah dan sektor swasta, baik dari dalam maupun luar negeri untuk dapat berdialog, berbagi pengetahuan tentang isu-isu yang hangat, dan menampilkan produk dan teknologi terbaru. Event ini digelar bersama dalam satu lokasi dengan Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 (KIBIG 5), menjadikan ajang ini sebagai pameran infrastruktur konstruksi terbesar dan terlengkap di tanah air.

Informasi lebih lanjut untuk partisipasi dalam acara ini dapat diperoleh melalui: www.indonesiainfrastructureweek.com dan https://www.konstruksiindonesiabig5.com/

sumber :

Sebastianus Epifany

PR & Content Marketing

Tarsus Indonesia