GREEN TOURISM AWARD 2011 – SUMATERA SELATAN

GREEN TOURISM AWARD 2011

Kotamadya Palembang – Sumatera Selatan , Tahun 2011

GREEN HOTEL INITIATIVE – ‘ASTASENI’

Penghematan energi menjadi isu yang sering muncul belakangan ini berkaitan dengan sudah semakin menipisnya permukaan bumi (Global Warning).

Berbagai bentuk penghematan dilakukan untuk meminimalisir penggunaan energi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan agar berkelanjutan untuk masa depan. Selain itu munculnya masa dimana manusia dominan menguasai semua sektor industri, seakan mempunyai jangkauan global terhadap kekuatan dan intensitasnya dalam mengeksploitasi sumber daya alam ini. Sebagai reaksi, banyak timbul keraguan berbagai pihak akan kemampuan manusia untuk mempertahankan kelestarian lingkungannya.

Industri perhotelan merupakan salah satu investasi pembangunan kepariwisataan yang menjadi bagian integral dari pembangunan Nasional. Pembangunannya yang begitu pesat memberikan dampak dan membawa pengaruh signifikan terhadap lingkungan sekitar, terlebih dalam penggunaan energi pada kegiatan operasionalnya sehari-hari dengan membawa kecenderungan penurunan daya dukung lingkungan akibat  lemahnya manajemen pengelolaan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut maka lingkungan hijau berkelanjutan yang digali dengan menjunjung tinggi kearifan lokal dan potensi sumber daya setempat menjadi salah satu solusi dalam pembangunan kepariwisataan yang harus dikembangkan dengan tidak lupa memperhatikan aspek-aspek lainnya seperti pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan dan pelestarian lingkungan bangunan berserta daya dukung alamnya.

Seiring dengan misi mulia tersebut, penerapan “Green Hotel” akan sangat dirasakan pentingnya, khususnya dalam memberikan dukungan, langkah nyata terhadap gerakan Green Building yang selama ini sering didengungkan. Untuk saat ini, penghargaan lebih difokuskan kepada “Green Hotel Initiative” karena dalam proses evaluasi di akhir penilaian, masih ditemukan sebagian besar hotel yang belum dapat memahami dengan benar terhadap parameter pendekatan gerakan “Green Hotel” yang digunakan.

Penghargaan ini akan berkesinambungan diadakan setiap dua tahun sekali, sebagai pengejewantahan dari dukungan langkah nyata yang dikemas dalam  bentuk penghargaan yang diberikan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Konsil Bangunan Hijau Indonesia untuk para pelaku usaha hotel yang telah mempunyai atau baru akan memulai kesadaran dan komitmen tinggi dalam penerapan prinsip-prinsip ramah lingkungan yang sudah tentu menjunjung tinggi keseimbangan antara alam dan manusianya. Bersamaan dengan itu, penghargaan ini bertujuan untuk mendorong pemilik dan pengelola hotel agar berpartisipasi aktif meningkatkan pengelolaan lingkungan dimulai dari lingkungan hotelnya masing-masing.

Tahun ini, tema yang coba diangkat untuk mendasari kegiatan penjurian Green Hotel Initiative ini dinamakan “ASTASENI”, sebuah kiasan lama dari bahasa sansekerta yang memiliki makna “Pelurus Yang Unggul”. Diharapkan tema ini dapat menjadi pedoman penggunaan yang dapat “meluruskan” kearah persamaan persepsi tentang arti sesungguhnya hidup secara hijau dan ramah terhadap lingkungan sekitar sehingga mempermudah proses perubahan (transformasi) melalui edukasi pasar dan penggunannya kearah perkehidupan yang ramah lingkungan.

Dasar penilaiannya diinsipirasi dengan mengidentifikasi dari sektor kinerja operasional  bangunan melalui kegiatan inisiatif efisiensi seluruh aspek bangunan, konservasi dan pengelolaan disemua unsur seperti halnya; lahan, energi, air, material, udara dan kesehatan dalam ruang serta manajemen lingkungan sekitar.

Tidak ketinggalan dari sektor komitmen pengelola dan pengguna bangunan (manajemen),  ikut memainkan peranan penting didalam ranah ini seperti halnya; standar minimum yang digunakan, tindakan dan operasional hotel, tim pelaksana-pemelihara-pemeriksa setiap detail inisiatif yang dilakukan,  kebijakan penggunaan-pengadaan dan perawatan instalasi mesin-produk dan jasa yang diterapkan, penyedian program edukasi dan pelatihan, serta kerjasama ekonomi dengan masyarakat maupun organisasi lokal secara berkesinambungan.

Penerapan Green Hotel” memerlukan gabungan seutuhnya dari kedua bagian tersebut, sehingga diharapkan akan tercipta upaya integralisasi demi persamaan dalam setiap ide pemikiran – pengambilan keputusan  serta implementasi pada lingkungan binaan.

Hasil akhir yang kami harapkan setelah terlaksananya kegiatan mulia ini adalah;  Terlaksananya pengelolaan hotel dengan pemanfaatan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan;   Peningkatkan pelayanan hotel kepada masyarakat dalam pemanfaatan teknologi tepat guna yang berwawasan  lingkungan;   Serta aktualisasi praktek-praktek terbaik  anak bangsa yang dapat dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan lebih banyak pihak sehingga mempunyai efek multiplier di semua kalangan. Yang sudah dipastikan akan terbuka kesempatan untuk mendorong dan mewujudkan langkah-langkah inisiatif lainnya.

Identifikasi dan pengelompokan melalui pengkategorian diperlukan untuk proses pemantauan penerapan prinsip-prinsip hijau yang berhasil diterapkan pada suatu bangunan Hotel dimasa datang sehingga tidak hanya sekedar menjadi “peryataan” semata.  Untuk itu para pemenang dikelompokkan sesuai dengan usaha dan pencapaian kriteria yang dipersyaratkan dan telah dilaksanakan, yaitu

“Pemenang dengan PERINGKAT”

NO

NAMA HOTEL

PERINGKAT

JUMLAH

1

 NOVOTEL

Emas

3 Daun

2

ARYADUTA

Perak

2 Daun

3

HORIZON

Perak

2 Daun

4

ASTON

Perak

2 Daun

5

JAYAKARTA

Perunggu

1 Daun

6

ROYAL ASIA

Perunggu

1 Daun

Para pemenang diapresiasikan dengan pemberian peringkat, piagam penghargaan dan plakat (trophy)

“Penghargaan sebagai PESERTA”

Penghargaan ini diberikan setinggi-tingginya kepada para peserta lainnya sebagai apresiasi panitia, yang disadari sepenuhnya dalam penilaian ini masih ditemukan sebagian besar peserta hotel yang belum mengetahui parameter dari gerakan hijau yang ramah lingkungan, sehingga sulit ditentukan oleh angka penilaian (dibawah standart passing grade), namun kami tetap mengapresiasikan inisiatif mereka untuk mempersiapkan serta menerapkan gerakan ini di kemudian hari.dimana tim juri tidak melihat kepada untuk “Hotel Melati” secara masing-masing, melainkan dikelompokkan menjadi satu kategori yaitu “Penghargaan sebagai Peserta :

Penghargaan tersebut diberikan kepada ;

NO

NAMA HOTEL

1

BUDI

2

ANIDA

3

PRINCESS

4

GRAND DUTA

5

DUTA

6

SWARNA DWIPA

7

BEST SKIP

Sebagai tambahan bahan evaluasi lapangan dari tim juri, masih ditemukan pula sejumlah hotel yang tidak dapat dinilai dikarenakan kondisi dan alasannya masing-masing, diantaranya :

NO

NAMA HOTEL

ALASAN

1

PENINSULA

Dalam masa kontruksi dan rencana (belum dapat dinilai)

2

SANJAYA

Belum menerapkan konsep hijau pada Hotel

3

RIAN COTTAGE

Tidak ada pengawasan

Namun yang utama, kegiatan ini bukan hanya untuk menemukan siapa yang layak dipandang untuk dapat dan pantas dalam menerima penghargaan, namun jauh lebih penting adalahnya terciptanya kondisi dimana prinsip keseimbangan ekologi dapat menjadi landasan semua pihak dalam sikap dan perilaku kesehariannya.

Mari budayakan hidup hijau sejak dini, jangan tunda hingga hari esok demi masa depan anak cucu kita. (Resouces GBC Indonesia – 2011)