logo

Mengkaji Ulang Lansekap Bagi Kelestarian Lingkungan

 EXPO URBANSCAPE & Greenery 2018

Jakarta, 17 Januari 2018 – Pencemaran udara di kota-kota besar semakin memprihatinkan yang mengakibatkan peningkatan suhu udara sehingga menjadi salah satu penyebab pemanasan global dan berdampak buruk bagi kesehatan penduduk pada umumnya. Sebuah peringatan bahwa polusi yang dihasilkan akan merusak lingkungan, terganggunya pertumbuhan tanaman dan kualitas air.

Perlu kesadaran untuk mengurangi pencemaran udara di bumi dan Indonesia harus bersiap serta berbenah. Apa yang sudah terbangun di kota-kota besar harus ditata kembali dan diimbangi dengan penghijauan dan apa yang akan dibangun harus mengikuti kaidah lingkungan hijau.

133dc908-d2f8-413d-82d6-7a24e5d29743Adalah sebuah gerakan bersama dari pihak-pihak yang peduli dengan lingkungan yang memberikan kontribusinya dalam EXPO URBANSCAPE & Greenery, tempat dan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk kehidupan yang lebih baik, lebih sehat dan berkelanjutan.

EXPO URBANSCAPE & Greenery adalah pameran unik yang menawarkan inovasi, produk, rancangan dan layanan dalam lansekap dan pertamanan, dimana GBCI (Green Building Council Indonesia) sebagai tuan rumahnya. “Masalah lingkungan di Indonesia adalah masalah yang sangat serius dan perlu penanganan yang tepat dan cepat. Hal ini tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, harus bersama-sama dengan semua pihak. Kami menyambut baik diselenggarakannya  EXPO URBANSCAPE & Greenery, ada enam asosiasi dan institusi terkait sudah mendukung, termasuk GBCI yang peduli terhadap praktek-praktek Green Building,” jelas Siti Adiningsih Adiwoso, Chairwoman GBC Indonesia.

“Kegiatan ini adalah yang pertama di Indonesia dan satu-satunya yang menitikberatkan pentingnya taman dan ruang hijau, tumbuhan yang tepat ditanam untuk Bangunan yang didirikan baik untuk kesehatan maupun kehidupan sosial. Mulai dari teknologinya, perawatannya sampai pengembangannya. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi solusi keadaan lingkungan saat ini,” ungkap Siti Adiningsih Adiwoso.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan melibatkan seluruh sektor usaha lansekap dan pertama yang bertujuan untuk melayani pasar yang berkembang sebagai platform bisnis professional untuk pabrik, pedagang, eksportir, distributor, perancang, arsitek sampai konsumen individual untuk bertukar pikiran dan ide serta inovasi terkini. Digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran pada tanggal 19-21 Juli 2018.

“EXPO URBANSCAPE & Greenery adalah titik temu dengan nilai-nilai yang tinggi dimana yang hadir dalam pameran ini mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan bertemu muka langsung dengan para produsen, pemasok maupun penyedia jasa. Kegiatan ini dirancang dengan format semi-trade dengan mengundang kalangan professional bisnis dan pengunjung umum,” jelas Teddy Halim, Direktur PT Media Artha Sentosa selaku penyelenggara.

“EXPO URBANSCAPE & Greenery juga menghadirkan sesi Conference & Seminar dimana para peserta dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru serta informasi dari para pakar. Selain itu berbagai kegiatan lainnya juga akan diadakan untuk memberikan nilai tambah bagi para peserta dan pengunjung pameran, diantaranya Market Place, kompetisi desain lansekap, talk show dan banyak lagi,” lanjut Teddy.

==o0o==

Tentang Penyelenggara PT MAS (Media ArthaSentosa)

 

PT Media Artha Sentosa didirikan tahun 2008 oleh sekelompok professional yang berpengalaman luas mengenai Pameran Internasional B to B berkualitas. Melayani pasar yang berkembang pesat di Indonesia dan negara tetangga.

PT Media Artha Sentosa terdaftar sebagai anggota Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (APPI) dan bekerja erat bersama pihak pemerintah dan swasta. Dalam portofolio bisnis kami termasuk EXPO CLEAN & EXPO LAUNDRY yang telah di selenggarakan untuk ke-5 kalinya di tahun 2018 dan PEST ACADEMY.

Kontak:

Tel: (+6221) 5835 4654

Fax: (+6221) 5830 1097

 

Twitter: @MAS_exhibitions           Instagram:  @MAS_exhibitions           LinkedIn:  mediaarthasentosa

 

Tentang EXPO URBANSCAPE & Greenery

 

http://www.expo-urbanscape.com

19 – 21 July 2018, Jakarta International Expo

Phone +62 21 5835 4654

Email: info@expo-urbanscape.com

Facebook: urbanscapeind

Asosiasi Pendukung

  1. GBCI – Green Building Council Indonesia
  2. ILINET – Indonesia Landscape Industries Network
  3. JALIN – Jakarta Landscape Institute
  4. SUDFI – Sustainable Urban Development Forum Indonesia
  5. HTII – HimpunanTeknik Iluminasi Indonesia
  6. INKINDO – Ikatan Nasional Konsultan Indonesia
  7. APALI – Asosiasi Pendidikan Arsitektur Lansekap Indonesia

 

Kontak Media

IPM Public Relations

Indira Kamal

Indira.kamal@ipmpr.net

+62 811148445

2018-NYG-01

PRESS RELEASE

Setiap awal tahun, Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) mengadakan acara bagi para anggotanya sebagai suatu bentuk persiapan menghadapi tantangan pada tahun berjalan. Selain sebagai ajang keakraban antar anggota GBC Indonesia dan juga pendukung bangunan hijau di Indonesia, acara ini digunakan sebagai tempat berbagi informasi terbaru mengenai penerapan bangunan hijau di Indonesia.

Pada tahun ini, GBC Indonesia membawakan tiga paparan terkait dengan tantangan dan upaya percepatan Indonesia yang berkelanjutan. Paparan pertama dibawakan oleh Chairperson GBC Indonesia, ibu Naning Adiwoso mengenai tantangan dan isu prioritas pada tahun ke depan. Hal yang perlu dijadikan perhatian adalah isu kesehatan dan peningkatan kuaitas manusia. Mulai pada tahun 2020 mendatang, segala sesuatu bukan saja harus ramah terhadap lingkungan, tetapi harus juga memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan manusia yang berada di sekitarnya. Perkembangan penduduk dan perubahan iklim akan memberikan dampak besar, khususnya di sektor aviasi dan pariwisata. Ketahanan pangan juga menjadi isu penting yang harus dicarikan solusi.

2018-NYG-02

Pembicara kedua adalah Mr. Autif Sayyed, Green Building Specialist dari International Finance Corporation. Beliau memberikan paparan terkait dengan keuntungan yang didapatkan oleh pemilik bangunan hijau dibandingkan dengan bangunan biasa. Beberapa contoh kasus nyata menggambarkan bahwa pemilik bangunan hijau mendapatkan keuntungan dari sisi finansial, peningkatan kualitas kesehatan penghuni, serta pemasaran.

Pembicara ketiga adalah Bapak Edi Setijawan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beliau memberikan paparan mengenai kebijakan pemerintah Indonesia di sektor keuangan terkait bidang keberlanjutan di Indonesia. Melalui Bapak Edi, diketahui bahwa pada tahun 2017 telah dikeluarkan regulasi OJK (Peraturan OJK no. 51 & 60 tahun 2017) terkait dengan Keuangan Berkelanjutan dan Green Bond. Aturan ini kelak yang akan mendorong pelaku perbankan dan institusi keuangan untuk melakukan pembiayaan bagi kegiatan-kegiatan berorientasi lingkungan. Sektor-sektor yang potensial untuk mendapat pembiayaan adalah infrastruktur, energi baru terbarukan dan efisiensi energy, agrikultur dan perikanan, sektor pariwisata, serta bisnis kecil dan menengah.

Tahun 2018 juga akan ada beberapa program khusus, yaitu Pelatihan mengenai Green Airport, Seminar Urbanscape & Greeneries  dan pembukaan pendaftaran bagi pelaku bisnis dan pemilik bangunan untuk ikut serta dalam Asia Pacific Awards 2018. Informasi mengenai hal ini dapat menghubungi GBC Indonesia atau melihat dalam website kami di www.gbcindonesia.org. GBC Indonesia pun menutup acara dengan pertunjukan istimewa dari seluruh staff GBC Indonesia. Video pertunjukan ini dapat dilihat pada tautan berikut https://www.youtube.com/watch?v=vt8YKmyLOS8

Info lebih lanjut bisa menghubungi Anggita di fe.anggita@gbcindonesia.org atau (M) +62 819 317 47 391

***

IIW2017-2

JAKARTA – Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017, pameran dan konferensi terdepan yang mempertemukan beragam pemangku kepentingan, pengambil keputusan, serta beragam tokoh penting di sektor infrastruktur di Indonesia hari ini memasuki hari kedua perhelatan acara. Pelaksanaan IIW 2017 hari kedua ini diramaikan dengan kehadiran Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang menghadiri Jakarta Infrastructure Forum 2017 yang diselenggarakan oleh HIPMI Jaya (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia – Jakarta Raya), di ruang Assembly I Jakarta Convention Center (JCC).

IIW 2017 merupakan event tahunan yang menampilkan beragam produk, teknologi, jasa terbaik di sektor infrastruktur serta pemaparan berbagai proyek infrastruktur prioritas yang tersebar di berbagai daerah. Event ini diorganisir oleh Tarsus Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang media, pameran dan konferensi berbasis business-to-business (B2B).

IIW 2017 dirancang sebagai ajang bertemunya pemerintah dan sektor swasta, baik dari dalam maupun luar negeri untuk dapat berdialog, berbagi pengetahuan tentang isu-isu yang hangat, dan menampilkan produk dan teknologi terbaru. Event ini digelar bersama dalam satu lokasi dengan Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 (KIBIG 5), menjadikan ajang ini sebagai pameran infrastruktur konstruksi terbesar dan terlengkap di tanah air.

Informasi lebih lanjut untuk partisipasi dalam acara ini dapat diperoleh melalui: www.indonesiainfrastructureweek.com dan https://www.konstruksiindonesiabig5.com/

sumber :

Sebastianus Epifany

PR & Content Marketing

Tarsus Indonesia

IIW2017-1

Kiri ke kanan: Plt Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Danis Sumadilaga, Portfolio Director Tarsus Indonesia Didit Siswodwiatmoko, Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro, Ketua Umum KADIN Rosan P. Roeslani dan Wakil Ketua Umum Bidang Konstruksi dan Infrastruktur KADIN, Erwin Aksa.

Jakarta, 8 November 2017 – Indonesia Infrastructure week (IIW) 2017 yang digelar bersama Konstruksi Indonesia dan The Big 5 Construct Indonesia (KIBIG5) 2017 telah resmi dibuka pada hari ini. Seremoni pembukaan untuk event yang akan digelar selama tiga hari tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Rosan P. Roeslani, Plt Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis Suryadilaga dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bapenas), Bambang P.S Brodjonegoro di Asembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dalam pembukaannya menegaskan pembangunan infrastruktur tak dapat dilepaskan dari peran dan dukungan swasta, serta mengungkapkan pentingnya infrastruktur dengan mengatakan, ”Membangun infrastruktur bukanlah pilihan, membangun infrastruktur adalah keharusan.”

IIW 2017 bersama KIBIG5 2017 ini merupakan acara pameran infrastruktur konstruksi terbesar dan terlengkap di tanah air yang menampilkan tiga elemen penting pameran yaitu forum investasi tingkat tinggi, pemaparan beragam proyek, serta pameran produk-produk inovasi dan teknologi infrastruktur konstruksi. Ketua Umum KADIN Rosan P Roeslani dalam pidato pembukaan mengapresiasi acara IIW 2017 dengan mengatakan, ”Kita pada 2016 memiliki 188 exhibitor, alhamdulilah tahun ini menjadi 315 exhibitor dari dalam dan luar negeri.”

Khusus event KI-BIG5 2017 yang digelar Tarsus Indonesia dengan berkolaborasi bersama dmg events diikuti oleh 300 perusahaan terbaik dari ranah lokal dan internasional yang menampilkan beragam produk, inovasi dan teknologi konstruksi terbaru, serta menghadirkan 30+ workshop bersertifikat CPD (Continuous Professional Development) gratis. Pengunjung acara ini juga akan memiliki akses ke lebih dari 10,000 industri profesional dan Pemerintah melalui sesi Business Matchmaking Programme. Semua ini merupakan bentuk dukungan KI-BIG5 2017 untuk menyambut era baru industri konstruksi Indonesia.

Informasi lebih lanjut mengenai event tersebut silahkan kunjungi, www.indonesiainfrastructureweek.com dan https://www.konstruksiindonesiabig5.com/

sumber :

Sebastianus Epifany

PR & Content Marketing

Tarsus Indonesia

KomitmenArsitek-nov01

Saat ini, dunia sedang berada di dalam perang terbesarnya. Setelah dikeluarkan artikel pada tahun 1992 mengenai kondisi bumi yang membahayakan keberlangsungan hidup bagi penghuninya, tahun ini manusia kembali diingatkan bahwa situasi belum kunjung membaik. Tingkat emisi terus bertambah, suhu bumi semakin meningkat, dan terjadi kerawanan dalam kesediaan sumber makanan dan air bersih.

Bangunan hijau terbukti sebagai salah satu solusi untuk menurunkan emisi dunia. Salah satu peran penting di dalam penerapan bangunan hijau dipegang oleh Arsitek.  Pada bulan Oktober 2017, Ikatan Arsitek Indonesia bersama dengan International Finance Corporate dan Green Building Council Indonesia mengajak para arsitek Indonesia untuk memberikan komitmen terhadap penerapan bangunan hijau. Dalam acara ini diundang Tai Lee Siang selaku CEO World Green Building Council dan juga arsitek profesional untuk berbagi pengalaman serta bercerita mengenai pentingnya penerapan bangunan hijau dalam upaya penyelamatan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup manusia. Di akhir acara, para undangan yang terdiri dari arsitek dari biro-biro arsitek ternama menandatangani sebuah plakat bersama untuk menunjukkan komitmen penerapan konsep bangunan hijau (ANG).

KomitmenArsitek-nov02