KIB5 - Correct logo

KIBIG 5 2017 Sebagai Solusi Terbaik Menjawab Kebutuhan Pasar Industri Konstruksi & Infrastruktur Tanah Air

  • Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 (KIBIG 5) akan digelar pada 8-10 November 2017 di Jakarta Convention Center (JCC)
  • KIBIG 5 2017 berkonsep one stop shopping yang menghadirkan pameran produk, teknologi, serta jasa konstruksi dengan beragam kegiatan konferensi dan workshop bersertifikat

 

JAKARTA – Indonesia kini telah menjadi salah satu pasar konstruksi paling potensial di kawasan Asia Tenggara, seiring masifnya pembangunan beragam proyek infrastruktur dan properti dalam era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Fokus pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing bangsa serta mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut berimbas pada melonjaknya permintaan akan bahan baku, produk, teknologi hingga jasa konstruksi.

Oleh karena itu, untuk menjawab kebutuhan pasar industri konstruksi tanah air, Konstruksi Indonesia (KI), salah satu event pameran terbaik yang menghadirkan peralatan alat berat dan teknologi baru dari industri konstruksi dan infrastruktur dipastikan akan kembali hadir bersama dengan The Big 5 Construct Indonesia pada 8-10 November 2017 di Jakarta Convention Center (JCC).  Continue reading

WhatsApp Image 2017-05-07 at 6.03.29 PMPengurus Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) Perwakilan Bali, diresmikan di Jimbaran Hub, Jimbaran, Badung, Bali, Minggu (7/5/2017). Kehadiran GBC Indonesia di Bali diharapkan akan mampu mewujudkan lebih banyak bangunan hijau yang ramah lingkungan di Bali.

Dalam acara peresmian ini juga dihadiri oleh Ketua Umum GBC Indonesia, Siti Adiningsih Adiwoso dan yang terpilih sebagai Ketua GBC Indonesia Perwakilan Bali adalah Putu Agung Prianta. GBC Indonesia perwakilan Bali juga menunjuk beberapa orang penasehat yakni Prof. Sulistyawati, Prof Wayan Windia, Dr Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, dan Prof Putu Rumawan Salain.

Ketua GBC Indonesia Perwakilan Bali, Putu Agung Prianta menyatakan, peresmian GBC Indonesia Perwakilan Bali ini diawali dengan pelatihan Greenship Associate (GA) selama dua hari. Pelatihan yang diikuti 29 peserta dari kalangan arsitek dan tehnik sipil ini bertujuan untuk melahirkan green practitioner.

“Bagi para peserta yang lulus pelatihan GA, dapat melanjutkan ke tahap pelatihan yang dinamakan Greenship Professional (GP) yang diakui secara profesi. Para GP ini nantinya adalah orang yang bisa menjadi konsultan, orang yang bisa membawa bangunan di Bali dan Indonesia menjadi lebih hijau dan ramah lingkungan,”ujar Agung.

Kehadiran GBCI di Bali, sebut Agung, diharapkan akan dapat membawa pengaruh bagi proses pembangunan bangunan baru yang ada di Bali agar lebih ramah lingkungan.

“Untuk tahap awal ini kita bentuk dulu mindset nya agar lebih green atau ramah lingkungan,”ujarnya.

IMG_5946GBC Indonesia didirikan pada tahun 2009 oleh para profesional di sektor perancangan dan konstruksi bangunan gedung yang memiliki kepedulian kepada penerapan konsep bangunan hijau. Pada tahun 2010, GBC Indonesia meluncurkan GREENSHIP sebagai perangkat penilaian / rating tools suatu bangunan hijau. Sedangkan untuk proses sertifikasi bangunan hijau di Indonesia dilakukan oleh PT Sertifikasi Bangunan Hijau.

“GBC Indonesia kita harapkan bisa memberi pengaruh terhadap proses pembangunan gedung atau bangunan yang ada di Bali agar lebih ramah lingkungan, karena ini sangat berhubungan dengan konsep Tri Hita Karana yang telah ada di Bali. Dengan adanya GREENSHIP sebagai perangkat penilaian sebuah bangunan hijau (ramah lingkungan), akan dapat memberi  kepastian dan itu sudah dikenal di dunia,”ujarnya.

Perwakilan GBC Indonesia Bali, DK Halim menambahkan, saat ini terdapat 150 Green Practitioner di Indonesia namun hanya 50 orang yang aktif dan sudah bersertifikat. Saat ini sudah ada di 80 negara di dunia dengan sebuah komitmen global untuk menjadikam dunia kembali hijau atau ramah lingkungan.

“Bali punya semangat Tri Hita Karana dan itu harus dipelihara. Dengan prinsip ini (Green Building), bangunan itu harus memenuhi kaidah hijau, ada konservasi lingkungan di dalamnya,membuat manusia jadi hidup lebih sehat,”ujar Halim.

Berita telah disunting oleh GBC Indonesia

Sumber : https://beritabali.com/read/2017/05/07/201705070006/GBCI-Hadir-di-Bali-Wujudkan-Lebih-Banyak-Bangunan-Hijau.html

WhatsApp Image 2017-03-24 at 11.30.24

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan HIdup Bambang Hendroyono, dan Direktur Bandara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Ibu Yudhi Sari Sitompul memberi hadiah kepada para pemenang Sayembara Desain Toilet Umum di Swiss Bell Hotel Jakarta, Kamis malam. Penyelenggaraan sayembara tersebut dimaksudkan untuk memberi tantangan baru bagi para desainer dalam membuat desain toilet yang efisien, nyaman, higienis, dan ramah lingkungan. Juga merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya toilet umum bagi sanitasi dan kesehatan yang lebih baik, serta mendukung terciptanya iklim pariwisata yang kondusif.

Sayembara Desain Toilet Umum mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sebanyak lebih dari 350 peserta mendaftar dengan 231 desain kreatif masuk ke tim panitia untuk kemudian diseleksi oleh juri menjadi 60 desain nominator dan akhirnya menetapkan masing-masing satu pemenang untuk 6 kategori. Yaitu: Toilet Umum Destinasi Wisata Kawasan Pegunungan, Toilet Umum Destinasi Wisata Kawasan Pantai, Toilet Apung pada Homestay atau Penginapan, Toilet Umum di Kawasan Konservasi Alam, Toilet Umum di Pasar Rakyat/tradisional, serta Toilet Umum Bandara UPBU.

Sayembara Desain Toilet Umum ini diinisiasi oleh Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) bersama dengan Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) dan Expo Clean 2017 serta didukung oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Perhubungan.

WhatsApp Image 2017-03-24 at 10.27.15Menpar Arief Yahya mengatakan, meningkatnya kunjungan wisatawan selain memberi dampak positif terhadap kesejahteraan namun juga memberi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Karena itu sayembara ini diharapkan akan mendorong keterlibatan para pemangku kepentingan di lingkungan pariwisata dan masyarakat luas untuk menyediakan toilet umum yang bersih, higienis, ramah lingkungan, dan ramah bagi semua. “Dengan demikian pariwisata Indonesia akan menjadi pariwisata bagi semua (tourism for all), daya saing kepariwisataan Indonesia meningkat, dan tujuan pembangunan berkelanjutan tercapai,” tambah Arief Yahya.

Kementerian Perhubungan sebagai operator bandara di berbagai penjuru destinasi juga berkomitmen untuk menyediakan toilet umum yang layak bagi berbagai kalangan masyarakat pengguna jasa transportasi. “Kami berterimakasih kepada para peserta dan pemenang Sayembara Desain Toilet Umum karena telah memberikan usulan ide yang inspirasional bagi rancangan toilet bandara. Toilet umum yang manusiawi akan memberi kepuasan bagi pengguna jasa bandara yang tinggal di daerah maupun berkunjung ke berbagai wilayah Indonesia karena mereka dapat menikmati fasilitas umum yang baik dan terawat,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengapresiasi pelaksanaan dan peserta sayembara dalam usaha menyediakan desain toilet umum yang ramah lingkungan untuk dapat dimanfaatkan oleh para pengelola fasilitas publik baik pasar tradisional, kawasan konservasi alam, maupun fasilitas publik lainnya. Desain tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk membangun dan/atau memperbaiki toilet umum di fasilitas publik. Para pengelola fasilitas publik, baik pemerintah daerah maupun swasta, dapat berperan aktif dengan mengakses dan memanfaatkan desain toilet umum ramah lingkungan dalam rangka memberi pelayanan sanitasi bagi masyarakat sekitar dan pengunjung.

Ketua Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) sekaligus Chairperson GBC Indonesia, Naning Adiwoso, menyatakan bahwa penyelenggaraan Sayembara Desain Toilet Umum ini bertujuan untuk mendapatkan ide desain toilet umum terbaik yang ramah lingkungan dari seluruh Indonesia.

Pemenang Sayembara Desain Toilet Umum 2017 adalah sebagai berikut:

  1. Pemenang kategori destinasi kawasan pegunungan

Sianne Juliana

Judul karya: Toilet Wisata Danau Toba

  1. Pemenang kategori destinasi kawasan pantai

Eka Pradhistya Prasidhanta

Judul karya: A Touch of Nature

  1. Pemenang kategori toilet apung

Felix Ciosconara

Judul karya: Toilet Apung di Kampung Mola, Wakatobi

  1. Pemenang kategori kawasan konservasi alam

Eduard Cahya Nugroho

Judul karya: Bale Leran

  1. Pemenang kategori pasar tradisional

Deraya Sandika Ratri

Judul karya: Toilet Beringharjo

  1. Pemenang kategori bandara UPBU

Hastito Rahmadhika

Judul karya: Toilet Umum Bandara UPBU

Sayembara ini juga didukung sponsor dari keramik Arwana, Bluescope, Dulux, GRC Board, Livi by Paseo, Kenari Djaja, dan Toto. Desain peserta sayembara berdatangan dari arsitek dan mahasiswa teknik arsitektur dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Samarinda, Bali, Mataram, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Bogor dan Jakarta. Mereka membuat desain toilet umum sesuai kebutuhan di berbagai destinasi wisata, pasar tradisional, dan bandara. Desain toilet umum pemenang akan dapat diperoleh di website asosiasitoilet-indonesia.org sebagai bahan masukan bagi para arsitek dan pengelola fasilitas publik yang membutuhkan desain toilet terstandar.

–end—

“Clean, Safe and Decent Toilets for Tourism Excellence in ASEAN”

Toilet umum adalah simbol harga diri bangsa, menunjukkan tingkat sanitasi di wilayah tersebut. Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) secara konsisten mengampanyekan pentingnya pembangunan dan pemeliharaan toilet umum di level pemerintahan dan masyarakat umum. SEAT Conference akan diselenggarakan pada 23-25 Maret 2017 di Jakarta. Konferensi yang terselenggara atas dukungan dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini akan mendiskusikan berbagai topik terkait dengan pembangunan fasilitas publik, terutama toilet umum.

SEAT Conference yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia akan menghadirkan sejumlah pembicara yang telah sukses membangun fasilitas umum di wilayahnya. Di antaranya adalah Gubernur Bangkok, Aswin Kwanmuang, yang telah berhasil membersihkan pasar kaget di malam hari serta pedagang kaki lima di sejumlah wilayah di Bangkok, atas nama kepentingan umum. Pembicara lain dalam sesi Best Practise Sharing adalah Walikota Kuching South, Malaysia, yaitu Dato’ James Chan. Beliau berhasil menata kota Kuching Selatan menjadi lokasi pariwisata yang manusiawi dan menyenangkan bagi semua kalangan pengunjung.

Dalam SEAT Conference ini juga akan menghadirkan Masae Yamato, beliau adalah salah satu anggota tim desainer yang merencanakan desain bandara di Jepang yang indah, efisien, dan ramah bagi pengunjung dari segala jenis usia dan kebutuhan. Yamato akan mempresentasikan pengetahuannya tentang bagaimana cara mendesain bandara udara serta berbagai fasilitas umum yang memperhatikan kebutuhan pengunjungnya.

Dari Indonesia, akan ada pembicara perwakilan APKASI yaitu Dedi Mulyadi. Bupati Purwakarta ini akan mempresentasikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain dan menata wilayah. Pembicara dari KLHK yaitu Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga akan memaparkan hal-hal yang harus dipatuhi atau menjadi standar dalam membangun dan merenovasi pasar tradisional serta berbagai fasilitas umum lainnya.

SEAT Conference akan menjadi ajang yang tepat untuk belajar dari orang-orang yang telah berhasil dan konsisten menjalani komitmennya. Apalagi SEAT Conference diselenggarakan bersamaan dengan pameran Expo Clean & Expo Laundry 2017, yang akan menjadi kesempatan baik bagi para aparat perwakilan daerah untuk mempelajari teknologi terbaru yang dapat digunakan untuk menjaga kebersihan di wilayahnya.

Acara yang diselenggarakan 23-25 Maret 2017 ini akan dibuka oleh tamu kehormatan yang terdiri atas Ketua World Toilet Organization, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Perhubungan, serta Menteri Pariwisata Indonesia. Kedatangan ketiga menteri ini bukanlah kebetulan, namun merupakan bentuk dukungan mereka terhadap perbaikan fasilitas umum bagi rakyat Indonesia sekaligus terhadap upaya pemerintah dalam menjaring 20 juta wisatawan asing hingga tahun 2019.

Selain itu pameran dan konferensi ini merupakan ajang yang tepat untuk memperluas jaringan, baik dengan kalangan pemerintahan maupun dengan kalangan industri. Karena di sinilah Anda akan mendapatkan informasi tentang berbagai produk yang berhubungan dengan kebersihan, sanitasi dan laundry.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan kursi dengan harga peserta SEAT Conference Rp 2.000.000,00. Daftarkan segera diri Anda dengan mengisi formulir yang tersedia di website Asosiasi Toilet Indonesia  atau hubungi ericawahyudi35@gmail.com dan telepon 0818497543 untuk keterangan lebih lanjut.

DOWNLOAD FLYER SEAT CONFERENCE 2017

NYG-1

Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) adalah organisasi yang bertujuan melakukan transformasi kepada pelaku sektor bangunan di Indonesia untuk menerapkan konsep bangunan hijau. GBC Indonesia merupakan Emerging Member dari World Green Building Council (World GBC) yang berpusat di Toronto, Kanada.

Memasuki usia ke-7 tahun berdirinya GBC Indonesia yang telah diprakasai oleh para  para profesional di sektor perancangan dan konstruksi bangunan gedung yang memiliki kepedulian kepada penerapan konsep bangunan hijau, diadakan acara New Year Gathering 2017 yang bertempat di Soehanna Hall, The Energy Building SCBD.

Dalam acara yang yang bertajuk “Bring Your Future Business for Millenia Generation Based on SDGs” GBC Indonesia telah berbagi pengalaman dan memberikan informasi terkini mengenai pencapaian yang telah diraih hingga akhir tahun 2016 dan isu atau tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2017 terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan hal apa saja yang perlu diperhatikan agar sektor bangunan di Indonesia dapat menjadi “aktor” yang diperhitungkan dalam mempersiapkan “pasar” dimasa mendatang bagi para generasi millenia.

Dalam acara ini, juga menghadirkan para pembicara yang telah sukses di bidangnya masing–masing. Para pembicara tersebut diantaranya Naning Adiwoso (Ketua Umum GBC Indonesia), Anggia Murni (Direktur Tropica Greeneries – Ahli Perencanaan Arsitektur Lansekap), dan Prasetyoadi (Direktur Pandega Weharima Design – Ahli Perencanaan Arsitektur Kota).

NYG-2

NYG-3

NYG-4

NYG-5

Pada acara kali ini, GBC Indonesia juga meluncurkan program baru yang diberi nama Green Goes to Campus (GGTC). “Dalam program GGTC ini nantinya akan berbentuk seminar roadshow dan adanya kompetisi bagi para mahasiswa untuk menjadi seorang Duta Lingkungan dalam bidang Air, Energi dan Material yang disebut “Green Champion”, ujar Iparman Oesman, COO dari GBC Indonesia.

Acara gathering ini pun turut dihadiri oleh para tamu undangan yang terdiri dari Corporate Member, Corporate Founder GBC Indonesia, Circle Founder Green Product Council Indonesia (GPCI), anggota dari Industri, Asosiasi, Universitas, Kementerian (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Daerah DKI) serta media yang terkait dengan GBC Indonesia.

Kontak person:

Suharto

(E) pr@gbcindonesia.org

(M) 0898 335 9555

***