GBCI-Makassar-12102017

(Pertemuan Walikota Makassar dengan Green Building Council Indonesia)

Pertemuan Walikota Makassar, Danny Pomanto dengan Chairperson GBC Indonesia, Naning Adiwoso bersama Perwakilan GBC Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Anna Meyliawati.

GBC Indonesia adalah lembaga nirlaba di bawah naungan World Green Building Council (World GBC) yang membuka kantor perwakilan di Makassar.

GBCI bergerak di bidang edukasi dan kampanye pelestarian lingkungan. Hal tersebut sejalan dengan visi pemerintah Kota Makassar. Sejumlah program Pemerintah Kota Makassar dapat disinergikan dengan GBC Indonesia, diantaranya soal penerapan konsep green building.

Kita juga bisa bersama-sama mengedukasi masyarakat agar turut berperan nyata menciptakan dan menjaga lingkungan yang lestari dan sehat. Ini adalah angin sejuk bagi Makassar. Tentunya, semua itu demi menjadikan Makassar Dua Kali Tambah Baik.

sumber :

Green Building Site Visit – Indoor Quality to Improve Health & Productivity

As part of World Green Building Week and additional to GREENSHIP Associate training programme, GBC Indonesia held site visit to GREENSHIP Certified Building on 28th September 2017. The visited building was DUSASPUN office, located in Gunung Putri, Bogor.  DUSASPUN Office was selected because it has many interesting feature and design on indoor health and comfort, which this is quite unique among GREENSHIP certified building that mostly focus on energy and water efficiency.

During the visit, DUSASPUN Green Team deliver short presentation about the certification process and green feature that is implement within the building. DUSASPUN Office received Platinum Level for GREENSHIP New Building v 1.0. After the presentation, site visit participant was taken to have a tour around the building and to see the real implementation.

09102017-1 09102017-2

09102017-3 09102017-4

It is clearly seen that the office optimize natural daylight in the design, and with special material to reduce glare for occupant convenience. DUSASPUN office also has a small courtyard that act as source of daylight and natural ventilation. In each of the meeting space, DUSASPUN provide a CO2 monitoring system to assure that the oxygen level meet the standard. On top of the building, they have a roof garden and leisure center for their employee during the break hours.

#OurHeroIsZero #BetterPlacesForPeople #WorldGreenBuildingWeek

(ang)

09102017-5 09102017-6


GBC Indonesia Workshop – HEALTHY BUILDING FOR HEALTHY PEOPLE

On 29th of September, alongside with Refrigeration & HVAC Indonesia 2017 at Jakarta International Expo, Kemayoran, Green Building Council Indonesia creates a workshop titled “Healthy Building for Healthy People”. This workshop is dedicated for public and professionals. There are 70 (seventy) participant from various background who eager to know more about green building update. Through this workshop, GBC Indonesia also spread the message that green building is for everyone.

As part of World Green Building Week, GBC Indonesia gave out two main topics for this event. First topic is about Biophilia, how human have tendency to seek connection to nature; and second topic is an introduction of Wellness in Building. With these two topics, GBC Indonesia would like to share on how building is closely related to human and can have significant impact toward human life. Green building is not just about engineering solution, or high advance technology, but also about human health and life quality.

Naning Adiwoso, Chairperson of GBC Indonesia and Irwan Sendjaya, President of Building Owners & Managers Association International (BOMA) become the speakers for this event.

#OurHeroIsZero #WorldGreenBuildingWeek #BetterPlacesForPeople

(ang)

HB1

(Pict.1 Participant of Healthy Building for healthy People)

HB2

(Pict. 2 Naning Adiwoso speak about Biophilia)

HB3

(Pict. 3 Participant listening to Naning’s sharing)

HB4

(Pict. 4 Irwan Sendjaya speak about Wellness in Building)

KIB5 - Correct logo

KIBIG 5 2017 Sebagai Solusi Terbaik Menjawab Kebutuhan Pasar Industri Konstruksi & Infrastruktur Tanah Air

  • Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 (KIBIG 5) akan digelar pada 8-10 November 2017 di Jakarta Convention Center (JCC)
  • KIBIG 5 2017 berkonsep one stop shopping yang menghadirkan pameran produk, teknologi, serta jasa konstruksi dengan beragam kegiatan konferensi dan workshop bersertifikat

 

JAKARTA – Indonesia kini telah menjadi salah satu pasar konstruksi paling potensial di kawasan Asia Tenggara, seiring masifnya pembangunan beragam proyek infrastruktur dan properti dalam era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Fokus pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing bangsa serta mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut berimbas pada melonjaknya permintaan akan bahan baku, produk, teknologi hingga jasa konstruksi.

Oleh karena itu, untuk menjawab kebutuhan pasar industri konstruksi tanah air, Konstruksi Indonesia (KI), salah satu event pameran terbaik yang menghadirkan peralatan alat berat dan teknologi baru dari industri konstruksi dan infrastruktur dipastikan akan kembali hadir bersama dengan The Big 5 Construct Indonesia pada 8-10 November 2017 di Jakarta Convention Center (JCC).  Continue reading

WhatsApp Image 2017-05-07 at 6.03.29 PMPengurus Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) Perwakilan Bali, diresmikan di Jimbaran Hub, Jimbaran, Badung, Bali, Minggu (7/5/2017). Kehadiran GBC Indonesia di Bali diharapkan akan mampu mewujudkan lebih banyak bangunan hijau yang ramah lingkungan di Bali.

Dalam acara peresmian ini juga dihadiri oleh Ketua Umum GBC Indonesia, Siti Adiningsih Adiwoso dan yang terpilih sebagai Ketua GBC Indonesia Perwakilan Bali adalah Putu Agung Prianta. GBC Indonesia perwakilan Bali juga menunjuk beberapa orang penasehat yakni Prof. Sulistyawati, Prof Wayan Windia, Dr Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, dan Prof Putu Rumawan Salain.

Ketua GBC Indonesia Perwakilan Bali, Putu Agung Prianta menyatakan, peresmian GBC Indonesia Perwakilan Bali ini diawali dengan pelatihan Greenship Associate (GA) selama dua hari. Pelatihan yang diikuti 29 peserta dari kalangan arsitek dan tehnik sipil ini bertujuan untuk melahirkan green practitioner.

“Bagi para peserta yang lulus pelatihan GA, dapat melanjutkan ke tahap pelatihan yang dinamakan Greenship Professional (GP) yang diakui secara profesi. Para GP ini nantinya adalah orang yang bisa menjadi konsultan, orang yang bisa membawa bangunan di Bali dan Indonesia menjadi lebih hijau dan ramah lingkungan,”ujar Agung.

Kehadiran GBCI di Bali, sebut Agung, diharapkan akan dapat membawa pengaruh bagi proses pembangunan bangunan baru yang ada di Bali agar lebih ramah lingkungan.

“Untuk tahap awal ini kita bentuk dulu mindset nya agar lebih green atau ramah lingkungan,”ujarnya.

IMG_5946GBC Indonesia didirikan pada tahun 2009 oleh para profesional di sektor perancangan dan konstruksi bangunan gedung yang memiliki kepedulian kepada penerapan konsep bangunan hijau. Pada tahun 2010, GBC Indonesia meluncurkan GREENSHIP sebagai perangkat penilaian / rating tools suatu bangunan hijau. Sedangkan untuk proses sertifikasi bangunan hijau di Indonesia dilakukan oleh PT Sertifikasi Bangunan Hijau.

“GBC Indonesia kita harapkan bisa memberi pengaruh terhadap proses pembangunan gedung atau bangunan yang ada di Bali agar lebih ramah lingkungan, karena ini sangat berhubungan dengan konsep Tri Hita Karana yang telah ada di Bali. Dengan adanya GREENSHIP sebagai perangkat penilaian sebuah bangunan hijau (ramah lingkungan), akan dapat memberi  kepastian dan itu sudah dikenal di dunia,”ujarnya.

Perwakilan GBC Indonesia Bali, DK Halim menambahkan, saat ini terdapat 150 Green Practitioner di Indonesia namun hanya 50 orang yang aktif dan sudah bersertifikat. Saat ini sudah ada di 80 negara di dunia dengan sebuah komitmen global untuk menjadikam dunia kembali hijau atau ramah lingkungan.

“Bali punya semangat Tri Hita Karana dan itu harus dipelihara. Dengan prinsip ini (Green Building), bangunan itu harus memenuhi kaidah hijau, ada konservasi lingkungan di dalamnya,membuat manusia jadi hidup lebih sehat,”ujar Halim.

Berita telah disunting oleh GBC Indonesia

Sumber : https://beritabali.com/read/2017/05/07/201705070006/GBCI-Hadir-di-Bali-Wujudkan-Lebih-Banyak-Bangunan-Hijau.html

WhatsApp Image 2017-03-24 at 11.30.24

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan HIdup Bambang Hendroyono, dan Direktur Bandara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Ibu Yudhi Sari Sitompul memberi hadiah kepada para pemenang Sayembara Desain Toilet Umum di Swiss Bell Hotel Jakarta, Kamis malam. Penyelenggaraan sayembara tersebut dimaksudkan untuk memberi tantangan baru bagi para desainer dalam membuat desain toilet yang efisien, nyaman, higienis, dan ramah lingkungan. Juga merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya toilet umum bagi sanitasi dan kesehatan yang lebih baik, serta mendukung terciptanya iklim pariwisata yang kondusif.

Sayembara Desain Toilet Umum mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sebanyak lebih dari 350 peserta mendaftar dengan 231 desain kreatif masuk ke tim panitia untuk kemudian diseleksi oleh juri menjadi 60 desain nominator dan akhirnya menetapkan masing-masing satu pemenang untuk 6 kategori. Yaitu: Toilet Umum Destinasi Wisata Kawasan Pegunungan, Toilet Umum Destinasi Wisata Kawasan Pantai, Toilet Apung pada Homestay atau Penginapan, Toilet Umum di Kawasan Konservasi Alam, Toilet Umum di Pasar Rakyat/tradisional, serta Toilet Umum Bandara UPBU.

Sayembara Desain Toilet Umum ini diinisiasi oleh Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) bersama dengan Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) dan Expo Clean 2017 serta didukung oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Perhubungan.

WhatsApp Image 2017-03-24 at 10.27.15Menpar Arief Yahya mengatakan, meningkatnya kunjungan wisatawan selain memberi dampak positif terhadap kesejahteraan namun juga memberi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Karena itu sayembara ini diharapkan akan mendorong keterlibatan para pemangku kepentingan di lingkungan pariwisata dan masyarakat luas untuk menyediakan toilet umum yang bersih, higienis, ramah lingkungan, dan ramah bagi semua. “Dengan demikian pariwisata Indonesia akan menjadi pariwisata bagi semua (tourism for all), daya saing kepariwisataan Indonesia meningkat, dan tujuan pembangunan berkelanjutan tercapai,” tambah Arief Yahya.

Kementerian Perhubungan sebagai operator bandara di berbagai penjuru destinasi juga berkomitmen untuk menyediakan toilet umum yang layak bagi berbagai kalangan masyarakat pengguna jasa transportasi. “Kami berterimakasih kepada para peserta dan pemenang Sayembara Desain Toilet Umum karena telah memberikan usulan ide yang inspirasional bagi rancangan toilet bandara. Toilet umum yang manusiawi akan memberi kepuasan bagi pengguna jasa bandara yang tinggal di daerah maupun berkunjung ke berbagai wilayah Indonesia karena mereka dapat menikmati fasilitas umum yang baik dan terawat,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengapresiasi pelaksanaan dan peserta sayembara dalam usaha menyediakan desain toilet umum yang ramah lingkungan untuk dapat dimanfaatkan oleh para pengelola fasilitas publik baik pasar tradisional, kawasan konservasi alam, maupun fasilitas publik lainnya. Desain tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk membangun dan/atau memperbaiki toilet umum di fasilitas publik. Para pengelola fasilitas publik, baik pemerintah daerah maupun swasta, dapat berperan aktif dengan mengakses dan memanfaatkan desain toilet umum ramah lingkungan dalam rangka memberi pelayanan sanitasi bagi masyarakat sekitar dan pengunjung.

Ketua Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) sekaligus Chairperson GBC Indonesia, Naning Adiwoso, menyatakan bahwa penyelenggaraan Sayembara Desain Toilet Umum ini bertujuan untuk mendapatkan ide desain toilet umum terbaik yang ramah lingkungan dari seluruh Indonesia.

Pemenang Sayembara Desain Toilet Umum 2017 adalah sebagai berikut:

  1. Pemenang kategori destinasi kawasan pegunungan

Sianne Juliana

Judul karya: Toilet Wisata Danau Toba

  1. Pemenang kategori destinasi kawasan pantai

Eka Pradhistya Prasidhanta

Judul karya: A Touch of Nature

  1. Pemenang kategori toilet apung

Felix Ciosconara

Judul karya: Toilet Apung di Kampung Mola, Wakatobi

  1. Pemenang kategori kawasan konservasi alam

Eduard Cahya Nugroho

Judul karya: Bale Leran

  1. Pemenang kategori pasar tradisional

Deraya Sandika Ratri

Judul karya: Toilet Beringharjo

  1. Pemenang kategori bandara UPBU

Hastito Rahmadhika

Judul karya: Toilet Umum Bandara UPBU

Sayembara ini juga didukung sponsor dari keramik Arwana, Bluescope, Dulux, GRC Board, Livi by Paseo, Kenari Djaja, dan Toto. Desain peserta sayembara berdatangan dari arsitek dan mahasiswa teknik arsitektur dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Samarinda, Bali, Mataram, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Bogor dan Jakarta. Mereka membuat desain toilet umum sesuai kebutuhan di berbagai destinasi wisata, pasar tradisional, dan bandara. Desain toilet umum pemenang akan dapat diperoleh di website asosiasitoilet-indonesia.org sebagai bahan masukan bagi para arsitek dan pengelola fasilitas publik yang membutuhkan desain toilet terstandar.

–end—